Selasa, 29 Desember 2015

tugas observasi buruh buruh kontemporer perkotaan

·         RIZKI AMINAH/KPI IA (11150510000004)

·         DANANG NURHIDAYANA/KPI IB (11150510000081)

·         FARHAN/KPI IB (11150510000225

·         KHURUN IN UMAMA/JURNALISTIK IB(11150510000225)

I.Pendahuluan

A.Mengapa Gejala Sosial Tersebut perlu diteliti

Buruh pada saat ini dianggap oleh kebanyakan orang sama dengan pekerja, padahal dari dasar pengertiannya buruh berbeda dengan pekerja. Secara teori, didalam suatu perusahaan terdapat dua kelompok yaitu kelompok pemilik modaldan kelompok buruh, yaitu orang-orang yang diperintah dan dipekerjanan yang berfungsi sebagai salah satu komponen dalam proses produksi. Dalam teori Karl Marx tentang nilai lebih, disebutkan bahwa kelompok yang memiliki dan menikmati nilai lebih disebut sebagai majikan dan kelompok yang terlibat dalam proses penciptaan nilai lebih itu disebut Buruh. Dari segi kepemilikan kapital dan aset-aset produksi, dapat kita tarik benang merah, bahwa buruh tidak terlibat sedikitpundalam kepemilikan aset, sedangkan majikan adalah yang mempunyai

kepemilikan aset. Dengan demikian seorang manajer atau direktur disebuah perusahaan sebetulnya adalah buruh walaupun mereka mempunyai embel-embel gelar keprofesionalan. Buruh sendiri memberikan pengaruh yang besar baik dalam hal ekonomi maupun politik. Didalam bidang ekonomi misalnya buruh sebagai unsur penggerak langsung perekonomian, tanpa adanya buruh mustahil kegiatan perekonomian khususnya di pabrik-pabrik maupun di perkebunan dapat berjalan dengan baik. Sedangkan pengaruh buruh di bidang politik berkaitan dengan peran penting mereka sebagai salah satu kegiatan ekonomi yaitu sadar bahwa peran mereka begitu penting dalam bidang ekonomi, maka buruh menuntut berbagai tuntutan-tuntutan yang berkaitan dengan kepentingan mereka. Kepentingan-kepentingan ini akhirnya dijadikan sebagai jalan bagi buruh menuju kegiatan politik. Disamping itu, peran buruh dalam politik yang cukup kuat juga dipengaruhi oleh kuantitas buruh yang cukup signifikan, kuantitas ini diikuti juga dengan kekompa kan dan sifat militan dari buruh, kekompakan dan sifat militan ini timbul disebabkan adanya kesadaran bahwa nasib mereka dan kepentingan yang ingin dicapai adalah sama.

B.Landasan Teori Sosiologi

Bagi Marx,spesies manusia dan sifat dasarnya terkait erat dengan kerja.Menurut Marx sendiri kerja adalah pertama dan utama sekali,suatu proses dimana manusia dan alam sama-sama terlibat,dan dimana manusia dengan persetujuandirinya sendiri memulai,mengatur,dan mengontrol reaksi-reaksi material antara dirinya dan alam.Dengan bertindak terhadap dunia eksternal dan mengubahnya,manusia pada saat yang bersamaan mengubah sifat dasar dirinya.Dia mengembangkan kekuatan-kekuatannya yang tidak aktif dan memaksabya untuk bertindak patuh terhadap kekuasaannya.[1]

Dalam kutipan tersebut Marx menjelaskan bahwa kerja kita mewujudkan suatu hal di dalam realitas yang sebelumnya hanya ada di dalam imajinasi.Produksi kita merefleksikan tujuan kita.Marx menyebutkan proses di mana kita menciptakan objek  eksternal di luar pikiran internal kita dengan objektivikasi.Kerja ini bersifat material.Bekerja dengan alam material untuk memenuhi kebutuhan material kita.Selain itu juga Marx percaya bahwa kerja ini tidak hanya mengubah alam,tetapi juga mengubah kita,termasuk kebutuhan,kesadaran,dan sifat dasar kita.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kerja itu objektivikasi tujuan kita,pembentukan suatu relasi yang esensial antara kebutuhan manusia dengan objek-objek material kebutuhan kita,dan transformasi sifat dasar kita.

Walaupun Marx percaya ada hubungan yang inheren antara kerja dan sifat dasar manusia,tetapi dia juga berpendapat bahwa kalau hubungan ini telah diselewengkan oleh kapitalisme.Dia menyebut hubungan yang diselewengkan ini alienase(D.Cooper,1999:Meisenhelder,1991).

Marx menganalisis bentuk yang aneh bahwa hubungan kita dengan kerja kita berada di bawah kapitalisme.Kita tidak lagi melihat kerja kita sebagai sebuah ekspresi dan tujuan kita.Tidak ada objektivasi.Malah,kita bekerja berdasarkan tujuan kapitalis yang menggaji dan mengupah kita.Di dalam kapitalisme,kerja tidak lagi menjadi tujuan pada dirinya sendiri sebagai ungkapan dari kemampuan dan potensi kemanusiaan melainkan tereduksi menjadi sarana untuk mencapai tujuan,yaitu memperoleh uang (Marx,19932/1964:173).Dengan demikian kerja kita bukan lagi milik pribadi kita sehingga tidak bisa lagi mentransformasikan kita.Dengan kata lain,kita dialienase (diasingkan) dari kerja kita,dan oleh karena itu,dialienasi dari sifat dasar kita sebagai manusia.

Kapitalisme adalah system ekonomi dimana sejumlah besar pekerja,yang hanya memiliki sedikit hak milik,memproduksi komoditas-komoditas demi keuntungan sejumlah kecil kapitalis yang memiliki hal-hal berikut;komoditas-komoditas,alat-alat produksi,dan bahakan waktu kerja para pekerja karena mereka membeli para pekerja tersebut melalui gaji.Menurut Marx kapitalisme lebih dari sekedar system ekonomi.Paling penting lagi kapitalisme adalah system kekuasaan.Rahasia kapitalisme adalah bahwa kekuatan-kekuatan politis telah diubah menjadi relasi relasi ekonomi(wood,1995)[2].

Para kapitalis bisa memaksa para pekerja dengan kewenangan mereka untuk memecat dan menutup pabrik-pabrik.Karena hal inilah,para kapitalis bebas untuk menggunakan paksaan yang kasar.Maka kapitalisme tidak hanya menjadi sekedar system ekonomi,pada saat yang sama kapitalisme juga merupakan system politis,suatu cara menjalankan kekuasaan,dan suau proses eksploitasi atas para pekerja.

Di bawah kapitalisme,ekonomi tampil kepada kita sebagai kekuatan alamiah.Orang-orang diberhentikan,Upah dikurangi,pabrik-pabrik ditutup,itu semua karena ekonomi.Kita tidak melihat semua ini sebagi keputusan-keputusan social dan politis.Hubungan – hubungan antara penderitaan manusia dan struktur –sturuktur ekonomi dianggap tidak relevan dan sepele.

C.Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan salah satu factor pendukung keberhasilan penelitian ilmiah.Metode penelitian adalah kecermatan dalam menggunakan metode penelitian,karena  metode penelitian merupakan jalan atau cara-cara sistematok yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian.Dalam hal ini kami menggunakan 3 instrumen penelitian.

a.Observasi

Untuk mendapatkan data yang lengkap kami menggunakan metode observasi.Observasi yaitu mengamati,mencari data dari beberap fakta mengenai hal yang ada hubungannya dengan permasalahan.Observasi merupakan penyelidikan yang secara sistematis yang disengaja melalui pengamatan kea rah kejadia-kejadian yang spontan pada saat kejadian tersebut.Oleh karena itu,Observasi adalah pengamatan,maka observasi menggunakan alat indra sebagai alat yang utama.Kami menggunakan observasi nonpartisipasi karena kami tidak ikut berpartisipasi didalam objek yang kami amati,kami hanya sebatas pengamat semata.

b.Interview(wawancara)

Untuk mendukung pengamatan yang kami lakukan,maka metode kedua yang kami gunakan adalah system interview atau wawancara.Dalam system interview ini kami memperoleh beberapa informasi langsung dari informan.Wawancara ini kami lakukan untuk melengkapi atau memperjelas objek yang kami analisis.Informasi dari informan tersebut sangat membantu kami dalam menyelesaikan laporan penelitian ini.

c.Dokumentasi

Setelah metode observasi dan wawancara kami lakukan dalam studi lapangan tersebut,ternyata objek yang kami analisis dan informasi yang telah disampaikan oleh informan kurang lengkap kalau tidak adanya dokumentasi dari hasil analisis tersebut.Dokumentasi ini juga sebagai pelengkap penelitian kami dalam pabrik – pabrik yang kami teliti.

 

 

 

 

II.Gambaran Lokasi

            Lokasi I

Kami melakukan observasi di kawasan industri pabrik tahu di Rawabadung Jakarta Timur, dapat diketahui kondisi lingkungan di sekitar pabrik tahu cukupmengkhawatirkan, karena lingkungan di sekitar masih jauh dari lingkungan yang diharapkan,kondisi sungai yang mengalir dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir limbah-limbah produksi pabrik tahu sehingga kualitas airnya sangat buruk dan tidak layak, airnya berwarna hitam, dan tampak sampah berserakan di bantaran sungai, selain itu walaupun asap pabrik tahu tidak begitu pekat, namun dekatnya permukiman warga dengan pabrik tahu membuatkualitas udara menjadi buruk, apabila dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkanberbagai permasalahan kesehatan.

Jika dilihat dari kondisi fasilitas di sekitar pabrik tahu tersebut, masih jauh dari yangdiharapkan, jalanan yang seharusnya nyaman tidak sesuai kenyataan, jalanan belum diaspal,sehingga tidak layak untuk dilewati kendaraan, jalanan hanya terdapat batu- batu puing yangsengaja ditambahkan, sehingga terkesan tandus, pepohonan pun tidak terlalu banyak sehinggatak nampak kesan lingkungan yang hijau dan asri, namun di seberang sungai, terdapatperumahan yang cukup mewah yang asri, dan jauh dari kesan kumuh, sehingga kesankesenjangan sosial semakin terasa yang hanya dibatasi sungai kotor yang mengalir.

Kondisi industri pabrik tahu pun juga tidak jauh dengan lingkungannya, dengantempat seadanya, bangunan yang sudah berdiri puluhan tahun lalu terkesan tak dirawatdengan baik, kondisinya kotor, dan pengab, sirkulasi udara tidak memadai, dan di dalamruangan suhu nya cukup panas karena terdapat ketel uap.

 

Lokasi II

Pabrik tahu yang ke dua ini beralamat  di  jalan Talas 5 Pondok Cabe  Udik.Lokasi pabrik tahu ini sebenarnya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga setempat,karena pembuangan limbah dari  pabrik tahu tersebut langsung mengalir ke sungai tempat warga setempat melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti,mencuci,mandi dan lain sebagainya.

Kondisi  sungai yang mengalir dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir limbah-limbah produksi pabrik tahu sehingga kualitas airnya sangat buruk dan tidak layak, airnya berwarna  hitam, dan tampak sampah berserakan di bantaran sungai, selain itu walaupun asap pabrik tahu tidak begitu pekat, namun dekatnya permukiman warga dengan pabrik tahu membuatkualitas udara menjadi buruk, apabila dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkanberbagai permasalahan kesehatan.

Pembuangan limbah pabrik tahu yang sembarangan ini dapat mengakibatkan  pencemaran lingkungan terjadi dan beberapa penyakit menular menimpa warga daerah tersebut.Selain itu juga sirkulasi dalam pabrik tahu tersebut tidak memadai,dan di dalam suhunya terasa panas.

               

                Lokasi III

                Industri tahu yang ketiga adalah industry  tahu yang  beralamat di jalan H.Gandun rt 06/08 Pondok Labu Jakarta Selatan.Pabrik tahu ini juga berada dekat sekali dengan pemukiman  masyarakat daerah tersebut. Pabrik Tahu seringkali belum ditangani secara baik sehingga menimbulkan dampak terhadap lingkungan.Salah satunya dampak limbah-bau limbah cair dan padat.

                Pembuangan limbah pabrik tahu ini juga sangat sembarangan.Pembuangannya langsung  mengenai sungai  tempat masyarakat melakukan aktivitasnya sehari hari. kami mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan pencemaran-pencemaran yang terjadi di lingkungan sekitar pabrik tersebut, yang ternyata tidak hanya disebabkan dari pabrik tahu tapi juga ada sebab-sebab lain.

                Penyebab-penyebab pencemaran air di sekitar  pabrik  tahu  adalah

Penyebab Utama :

·                  Limbah dari bekas air pencucian bahan baku pembuatan tahu

·                  Limbah cair dari proses pengolahan bahan baku ( kedelai, dll)

·                  Limbah padat berupa ampas dari pengolahn tahu.

Penyebab lain :

·                  Limbah dari rumah tangga (bekas cucian piring, cucian baju, dll) di sekitar pabrik

·                  Air bekas untuk memandikan ternak yang berada di sekitar lokasi observasi.

·                  Banyak warga yang membuang sampah rumah tangga ke sungai.

Selain pencemaran yang terjadi, Kondisi industri pabrik tahu pun juga tidak jauh dengan lingkungannya, dengantempat seadanya, bangunan yang sudah berdiri puluhan tahun lalu terkesan tak dirawatdengan baik, kondisinya kotor, dan pengab, sirkulasi udara tidak memadai, dan di dalamruangan suhu nya cukup panas karena terdapat ketel uap.

 Lokasi pabrik yang terpencil dan sulit untuk dijangkau oleh para penjual dan pembeli.Keadaan pabrik yang melakukan pemprosesan kurang terjaga kehigenisan tahunya baik dalam mengelola maupun kemasan yang akan dibawa ke  konsumen

 

III.Analisis Atas Kasus yang Diteliti

III.1.Pabrik Tahu di Rawabadung

Hasil observasi lapanganDari hasil observasi yang kami lakukan di kawasan industri pabrik tahu diRawabadung, dapat diketahui kondisi lingkungan di sekitar pabrik tahu cukupmengkhawatirkan, karena lingkungan di sekitar masih jauh dari lingkungan yang diharapkan,kondisi sungai yang mengalir dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir limbah – limbah produksi pabrik tahu sehingga kualitas airnya sangat buruk dan tidak layak, airnya berwarnahitam, dan tampak sampah berserakan di bantaran sungai, selain itu walaupun asap pabrik tahu tidak begitu pekat, namun dekatnya permukiman warga dengan pabrik tahu membuatkualitas udara menjadi buruk, apabila dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkanberbagai permasalahan kesehatan.

Jika dilihat dari kondisi fasilitas di sekitar pabrik tahu tersebut, masih jauh dari yangdiharapkan, jalanan yang seharusnya nyaman tidak sesuai kenyataan, jalanan belum diaspal,sehingga tidak layak untuk dilewati kendaraan, jalanan hanya terdapat batu- batu puing yangsengaja ditambahkan, sehingga terkesan tandus, pepohonan pun tidak terlalu banyak sehinggatak nampak kesan lingkungan yang hijau dan asri, namun di seberang sungai, terdapatperumahan yang cukup mewah yang asri, dan jauh dari kesan kumuh, sehingga kesan kesenjangan sosial semakin terasa yang hanya dibatasi sungai kotor yang mengalir.

Kondisi industri pabrik tahu pun juga tidak jauh dengan lingkungannya, dengantempat seadanya, bangunan yang sudah berdiri puluhan tahun lalu terkesan tak dirawatdengan baik, kondisinya kotor, dan pengab, sirkulasi udara tidak memadai, dan di dalamruangan suhu nya cukup panas karena terdapat ketel uap.Proses pembuatan tahu yang dilakukan di pabrik tahu tersebut antara lain ;

·         .Kacang kedelai yang sudah tersedia direndam di dalam air bersih selama 4 jam agarbersih dan steril.

·         Kacang kedelai di giling di mesin hingga menjadi bubur kental berwarna putih.

·         Bubur kedelai di rebus hingga matang dengan uap dari ketel uap.

·         Kedelai hasil rebusan di saring dengan kain yang berfungsi menyaring air kedelaidengan ampas kedelai di sebuah gentong besar,

·         Hasil saringan direbus lagi hingga matang.

·         Hasil saringan kedelai diberi zat asam atau kapur sirih agar cepat mengendap.Setalah mengendap, saringan kedelai di cetak dan didiamkan selama 15 menit8.

 

Tahu di potong- potong sesuai ukuran, dan siap dipasarkan.Dalam pengelolaan dan penanggulangan limbah sisa produksi pabrik tahu, umumnyaair limbah dibuang melalui pipa penyaluran dan dibuang ke sungai terdekat, dalampengelolaan limbah ampas tahu, terdapat tempat khusus untuk pembuatan oncom, sehinggapendapatan dan efisiensi dapat lebih tinggi, adapun proses pembuatan oncom adalah sebagaiberikut :

1.      Ampas tahu yang sudah kering diayak dan dimasak hingga matang.

2.      Ampas tahu dicetak dalam sebuah wadah dan diberi ragi.

3.      Didiamkan hingga 3 hari dan siap dipasarkan.

            Pengolahan data kualitatif.Dari data wawancara yang telah kami dapatkan, dapat diketahui melalui uraiansebagai berikut :

a.Karyawan Pabrik tahu

1.Nama : H.RoyadiStatus : Pemilik pabrik tahuUraian : pabrik tahu ini didirikan pada tahun 1991, dan merupakan pindahan daridaerah awal yang berada di Jatinegara kaum, omset produksi perhari mencapai 5kuintal, upah karyawan yang diterapkan adalah Rp 400.000 per 5 kuintal yang akandibagikan secara merata kepada semua pekerja, sistem yang berlaku dalam pemasaranyaitu dengan sistem borongan, wilayah pemasarannya mencakup seluruh pasar diJakarta timur, bahan baku yang dibutuhkan yaitu kedelai impor yang berasal dariAmerika serikat sebanyak 2 ton untuk 4 hari yang di dapat di pasar Jatinegara,produksi tahu tempe di seluruh DKI Jakarta mencapai 200.000 ton per hari.

2.Nama : AhmadStatus : pekerjaUraian : proses pembuatan oncom adalah sisa tahu yang sudah kering diayak dandirebus hingga matang, kemudian dicetak dan diberi ragi, didiamkan selama 3 harisebelum dipasarkan.

                III .2. Pabrik Tahu 2

                Observasi yang kami lakukan pada pabrik yang ke dua ini,kami lebih mengamati secara langsung proses pembuatan tahu tersebut.Kami melakukan observasi pabrik ke dua ini pada hari selasa 15 Desember 2015,pukul 09.00 s/d 12.00 WIB.

                Berdasarkan data yang kami dapatkan dari para informan bahwa pabrik tahu ini sudah lama berdiri,kurang lebih 30 tahunan sudah ada.Pada pabrik tahu yang ke dua ini kami menemukan system ekonomi kapitalisme,dimana  para  pekerja dituntut untuk melakukan pekerjaan yang dibidanginya untuk menghasilkan keuntungan  bagi si pemilik modal.Para pekerja yang bekerja di pabrik tahu ini semuanya berasal dari satu daerah yang sama,bahkan info yang kami dapatkan dari para informan tersebut para pekerja memiliki tali ikatan darah satu sama lainnya.

Gambar 2.salah seorang pekerja sedang menghaluskan kacang kedelai yang sudah direbus.

                Berikut informasi yang kami dapatkan dari beberapa informan di pabrik tersebut:

                1.Ibu Idah yang berasal dari daerah purbalingga.

                Ibu Idah mulai bekerja di pabrik tahu ini sejak tahun 1980an.Sejak anaknya bu Idah masih kecil,beliau sudah bekerja di pabrik tahu tersebut.Bagi ibu  Idah pekerjaan inilah yang menghidupi keluarganya.Setiap harinya ibu Idah menghasilkan 1400 samapi dengan 1.500 tahu.Untuk menghasilkan ribuan tahu tersebut beliau harus bekerja dari  jam 08.00 pagi sampai dengan jam 18.00 WIB.Tahu yang sudah diproduksi tersebut dipasarkan seharga 500 rupiah  per biji nya.Penghasilan yang diperoleh ibu Idah dalam  setiap bulannya bisa dikatakan cukup  minim  sekali.Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan  membuat tahu ini tidak seimbang dengan susahnya cara membuatnya.Membuat tahu itu harus penuh dengan rasa  kesabaran.Setiap bulannya ibu Ida tidak dapat menyimpan atau menyisihkan penghasilannya tersebut,karena kebutuhan  ekonomi keluarga yang  harus tetap disediakan.

Gambar 3.

Inilah kacang kedelai yang sudah direbus dan dihaluskan (tahu)

Gambar 4.

Ibu Idah sedang membungkus kacang kedelai yang telah matang agar menjadi tahu

2.Ibu Darmi yang berasal dari Purbalingga

Ibu Darmi yang berasal dari purbalingga ini sudah hampi 30 tahun lebih bekerja di pabrik tahu ini.Bagi ibu Darmi pekerjaan inilah yang menghidupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.Bagi ibu Darmi sendiri pekerjaan membuat tahu ini sangatlah susah dan menguras energy yang kita miliki,selain itu juga dalam pembuatan tahu ini harus penuh dengan rasa kesabaran.Dalam sehari ibu Darmi dapat menghasilkan 1.400 sampai dengan 1.500 tahu.Dan proses penjualan tahu yang dilakukan bu Darmi dengan memasarkannya secara langsung ke pasar.Pagi-pagi buta bu Darmi sudah pergi ke pasar ciputat untuk memasarkan hasil tahu nya tersebut.Terkadang tahu yang dipasarkannya habis terjual seluruhnya,terkadang sisa beberapa puluh tahu.Penghasilan ibu Darmi dalam sebulan tidak menentu,karena terkadang pasang surut dalam penjualannya sering terjadi.Penghasilannya hanya untuk makan sehari-hari saja sudah sangat luar biasa.

Dari dua informan pabrik tahu ini kami menyimpulkan bahwa pekerjaan yang dilakukan mereka tidak sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan.Hal ini merupakan suatu system ekonomi kapitalisme yang dijelaskan oleh Marx.Para pekerja akan dituntut melakukan pekerjaan yang dibidanginya demi memberikan keuntungan yang besar bagi para pemilik modal.

Gambar 5.

Tempat perebusan kacang kedelai

 

Gambar 6.

Beberapa tahu yang sudah jadi dan siap dipasarkan

 

 

 

 

III.3.Pabrik Tahu 3

Observasi pada pabrik tahu yang ketiga ini kami laksanakan pada tanggal 16 Desember 2015,tepat pada pukul 09.00 s/d 12.00 WIB. Pabrik tahu ini dikelola oleh keluarga Bapak Muslani. Pabrik tahu ini didirikan sejak tahun 1997. Pabrik tahu ini mulai beroperasi dari pukul 06.00 wib hingga pukul 17.00 wib . Pabrik ini memiliki 7 ( tujuh ) orang karyawan . Pabrik ini menggunakan prinsip management keluarga, jadi yang mengelolanya adalah keluarga dari pemiliknya itu sendiri . Karena tahu adalah salah satu makanan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia jadi sampai saat ini pabrik tahu Bapak Muslani masih menjalankan produksinya selain itu pabrik tahu Bapak Muslani ini telah memiliki agen – agen pendistribusian dari produk tahu yang diproduksinya. Pabrik tahu ini termasuk kedalam jenis perusahaan perseorangan karena , pemiliknya hanya satu orang saja.

Omset produksi perhari mencapai 5kuintal, upah karyawan yang diterapkan adalah Rp 400.000 per 5 kuintal yang akan dibagikan secara merata kepada semua pekerja,Kbahan baku yang dibutuhkan yaitu kedelai impor yang berasal dariAmerika serikat sebanyak 2 ton untuk 4 hari yang di dapat di pasar Jatinegara,produksi tahu tempe di seluruh DKI Jakarta mencapai 200.000 ton per hari.

Proses pendistribusian tahun pada pabrik ini dilakukan dengan dua cara yaitu :

- Proses pendistribusian yang pertama yaitu mereka ( para penjual di pasar ) menggambil sendiri tahu – tahu itu ke pabrik milik Bapak Muslani lalu menjualnya lagi dipasar sehingga langsung sampai ketangan konsumen .

- Proses pendistribusian yang kedua adalah dengan cara mendistribusikan tahu ke agen – agen yang telah memesan hasil pembuatan tahu – tahu itu , jadi dari agen tersebut penjual dipasar bisa mendapatkan tahu tersebut melalui perantara yaitu Agen sehingga tidak langsung sampai ke tangan konsumen .

Pendapatan dari hasil pembuatan dan pemasaran tahu tersebut berada di garis ekonomi mengenah.Setiap tahu yang dipasarkan dijual seharga 600 rupiah.Dari penjualan tersebut memperoleh keuntungan 200 rupiah setiap satu biji tahu.Karena pabrik ini milik secara pribadi dan beranggotakan keluarga,maka keuntungan yang di dapat setiap penjualan tahu lebih besar dibandingkan pemasaran tahu yang lain.Sayang nya para informan enggan memberikan berapa pendapatan mereka selama sebulan dari hasil produksi tahu tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV.Kesimpulan

Dari observasi yang sudah kami lakukan,maka kami dapat menyimpulkan bahwa pabrik pabrik tahu tersebut memiliki perbedaan dan persamaan.perbedaannya terletak pada hasil produksi tahu setiap harinya,dan pada pendapatan atau keuntungan yang didapatkan setiap pabrik tersebut.

Pabrik 1 dan pabrik 2 cenderung terlihat menggunakan system ekomoni kapitalisme yang telah dijelaskan oleh Karl  Marx,bahwa para kapitalis akan memaksa para pekerja melakukan pekerjaan yang dibidanginya,kaum kapitalis lebih menguntungkan diri mereka sendiri ketimbang para pekerja yang sudah lelah dan letih melakukan pekerjaannya.

Pabrik 3 ini tidak terlalu terlihat system ekonomi kapitalisme nya,karena pabrik ini hanya milik seorang yang anggotanya berasal dari keluarganya sendiri,sehingga hasil pendapatan para pekerja setiap bulannya standar disbanding para pekrja yang bekerja di pabrik 1 dan 2.

Persamaan dari ketiga industry tahu ini adalah sama-sama menggunakan system ekonomi kapitalisme.Lebih mengutamakan pemilik modal dibandingkan para pekerjanya.

Para kapitalis bisa memaksa para pekerja dengan kewenangan mereka untuk memecat dan menutup pabrik-pabrik.Karena hal inilah,para kapitalis bebas untuk menggunakan paksaan yang kasar.Maka kapitalisme tidak hanya menjadi sekedar system ekonomi,pada saat yang sama kapitalisme juga merupakan system politis,suatu cara menjalankan kekuasaan,dan suau proses eksploitasi atas para pekerja.

Di bawah kapitalisme,ekonomi tampil kepada kita sebagai kekuatan alamiah.Orang-orang diberhentikan,Upah dikurangi,pabrik-pabrik ditutup,itu semua karena ekonomi.Kita tidak melihat semua ini sebagi keputusan-keputusan social dan politis.Hubungan – hubungan antara penderitaan manusia dan struktur –sturuktur ekonomi dianggap tidak relevan dan sepele.


 

 

 

 



[1] George Ritzer,Douglas j.Goodman.Teori Sosiologi"kerja dan alienasi".halaman 52

[2] George Ritzer,Douglas j.Goodman.Teori Sosiologi"kerja dan alienasi".halaman 54

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini