Selasa, 29 Desember 2015

TUGAS UAS SOSIOLOGI PENELITIAN SEKOLAH ELIT DAN NON ELIT Fana Tri Astuti (Jurnalistik 1B/11150510000237). Awanda Noviani (Jurnalistik 1A/11150510000084), Eka Sugiarti (KPI 1B/11150510000066)


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Mengapa Gejala Sosial ini Penting diteliti?

Gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat dapat diartikan sebagai  sebuah fenomena sosial. Munculnya fenomena sosial dimasyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Perubahan sosial itu tidak dapat kkita hindari, namun kita masih dapat mengantisipasinya. Perubahan sosial dapat bersifat positif dan negatif, sehingga kita harus hati-hati dalam menghadapi perubahan yang terjadi.

Fenomena sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan masalah sosial. Adapun beberapa contoh fenomena sosial seperti munculnya kesenjangan sosial, demam musik luar (boyband/girlband), pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya.

Contoh yang dapat diambil dari dunia pendidikan, yaitu jika disekolah elit para murid biasanya berasal dari berbagai macam suku, berbeda budaya dan kebiasaannya. Maka hal ini menimbulkan gejala sosial yang lebih serius dibandingkan dengan sekolah-sekolah non-elit yang biasa.

Dalam penelitian kali ini, kami memfokuskan untuk meneliti gejala sosial yang ada di dalam sekolah. Mengapa? Karna menurut kami sekolah adalah tempat pertama bagi seorang anak bersosialisasi selain dengan keluarganya.

 

B.     Landasan Teori Sosiologi

Teori Karl Marx menjelaskan tentang teoriocialral fungsional. Menurut Karl Marx, stratifikasi yang berbeda-beda itu mempunyai fungsi tersendiri. Karl Marx melahirkan suatu aliran, yaitu aliran komunisme. Agama adalah candu yang terdapat didalam masyarakat. Dalam prakteknya seperti orang katolik. Fungsi tersebut didalamnya terdapat suatu konflik. Adanya pembagian masyarakat itu memicu terjadinya suatu konflik. Mark juga menjelaskan tentang suatu revolusi karena menurutnya kita sebagai masyarakat haruslah mengambil alih secara cepat dalam berbagai bidang apapun. Masyarakat juga tidak mempunyai stratifikasi kelas karena memiliki suatu alat, dalam artian sama rata. Karl Marx mempunyai semboyan yang sangat khas, yaitu "sama rata sama rasa". Karl Marx juga menjelaskan tentang konsep kapitalisme. Paradigma yang dianut oleh Karl Marx adalah ocialr fakta ocial. Jadi semakin miskin seseorang sebagai rakyat maka semakin miskin juga seseorang dalam hal apapun. Tetapi semakin kaya seseorang maka semakin kaya juga seseorang tersebut dalam hal apapun. Teori konflik muncul sebagai reaksi atas teori fungsionalisme ocialral yang kurang memperhatikan fenomena konflik di dalam masyarakat. Asumsi dasar teori ini ialah bahwa semua elemen atau unsur kehidupan masyarakat harus berfungsi atau fungsional sehingga masyarakat secara keseluruhan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Namun demikian, teori ini mempunyai akar dalam karya Karl Marx di dalam teori sosiologi klasik dan dikembangkan oleh beberapa pemikir ocial yang berasal dari masa-masa kemudian. Karl Marx melahirkan sebuah aliran, yaitu aliran komunisme. Teori konflik adalah satu perspektif di dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai satu ocial ocial yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dimana komponen yang satu berusaha untuk menaklukkan komponen yang lain guna memenuhi kepentingannya atau memperoleh kepentingan sebesar-besarnya.

 

C.    Metode Penelitian

Dalam penelitian kali ini, kami menggunakan metode wawancara dan metode kualitatif.

Metode wawancara kami lakukan dengan beberapa narasumber yang kami pandang mampu menjawab semua pertanyaan kami berkenaan dengan penelitian yang kami lakukan.

Kemudian metode kualitatif yaitu penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka

 

BAB II

HASIL PENELITIAN

1.      SEKOLAH ELIT

A.    SMA Muhammadiyah 8 Ciputat

·         Gambaran Lokasi I

Lokasi kajian penelitian ini dilakukan dengan satu tahap  pengambilan data, yaitu mewawancarai langsung narasumber. Wawancara ini dilakukan selama dua hari, yaitu Jumat Tanggal 20 Desember 2015 yang bertempat di rumah sang narasumber.

Lokasi SMA Muhammadiyah 8 Ciputat berada di Jl. Dewi Sartika Gg. Nangka No. 4 Cimanggis – Ciputat, Tangerang Selata,. 15411, Banten. SMA ini didirikan pada tanggal 01 Januari 1968 oleh pengurus Muhammadiyah cabang Ciputat dibantu beberapa mahasiiswa ikatan dinas IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tujuan pendirian SMA Muhammadiyah 8 Ciputat (selain sebagai amanah persyarikatan) juga lebih didasari oleh keperdulian anggota Muhammadiyah cabang Ciputat yaitu menolong masyarakat kecil (ekonomi lemah) agar dapat melanjutkan pendidikan putera puterinya ke sekolah lanjutan tingkat atas.

Gedung yang dipergunakan SMA Muhammadiyah 8 Ciputat pada awal berdirinya bergabung dengan SMP Muhammadiyah 17 Ciputat (di Gintung Cirendeu). Kemudian di pindahkan atau digabungkan dengan MTS Muhammadiyah 1 Ciputat (sampai sekarang).

·         Analisis

SMA Muhammadiyah 8 Ciputat yang berada di kota Tangerang Selatan. Merupakan sekolah menengah atas yang berstatus swasta yang berbasis islami. Menurut hasil observasi lapangan kami yang menggunakan metode wawancara, yang mewawancari tiga narasumber yaitu, Siti Anisatul Khafidhoh (Siswa), Bapak Drs. Watoni (Guru), dan Orang tua siswa.

Siti Anisatul Khafidhoh merupakan siswi yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, yang berada di kelas 12 jurusan IPA. Keseharian Anis di sekolah adalah belajar akademik dan non akademik. Dia selalu mengikuti kegiatan apapun di sekolahnya. Misalnya, mengikuti kegiatan ekskul disekolah dan mengikuti kegiatan yang diadakan disekolah. Anis tidak pernah melanggar aturan di sekolanya. Anis merupakan siswi yang aktif di sekolahnya mau di dalam kelas atau diluar kelas sekalipun. Anis pernah menaruh prestasi disekolanya, yaitu dia mengikuti lomba saman bersama teamnya dan mendapatkan juara.

Aturan – aturan yang diterapkan dengan sekolah SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, antara lain:

-          Siswi harus memakai jilbab setiap hari

-          Siswa dan siswi harus memakai sepatu hitam

-          Siswa dan siswi tidak boleh datang terlambat

-          Tidak boleh mencoret – coret fasilitas sekolah

-          Tidak boleh membuang sampah sembarangan

-          Tidak boleh mengaktifkan handphone saat jam belajar berlangsung

-          Tidak boleh melawan guru atau orang yang lebih tua

-          Tidak melakukan tindakan asusila

-          Tidak membawa senjata tajam dan senjata api

-          Tidak boleh melakukan tindakan kekerasan

-          Tidak boleh membawa obat – obatan terlarang

-          Dan sebagainya.

Cara belajar yang asik menurut Anis adalah belajar berkelompok, saling menyuarakan pikiran masing – masing, menggunakan fasilitas sekolah, seperti menggunakan proyektor agar penampilan teori – teori pelajaran semakin menarik. Menurut Anis cara belajar yang selalu diam dikelas, mendengarkan teori yang dijelaskan guru itu sangatlah membosankan, terkesan monoton. Guru – guru di SMA Muhammadiyah  8 Cipuat pasti memliki cara mengajar yang berbeda – beda. Ada yang menyenangkan saat , dan juga ada yang kurang menyenangkan.

Anis memilih sekolah di SMA Muhammadiyah, karena dia disuruh oleh orang tuanya. Alasannya, karena jarak antara sekolah dengan rumahnya tidak terlalu jauh dan bayaran sekolahnya terjangakau yaitu , bayaran sekolah perbulannya adalah Rp. 150.000,- .

·         GURU

Bapak Drs. Watoni merupakan seorang kepala sekolah dan juga  guru yang mengajar di SMA Muhammadiyah 8 Cipuata. Ia mengajar mata pelajaran Al- Islam dan mengajar di kelas 10 (sepuluh). Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Ciputat memakai kurikulum baru yaitu, kurikulum 2013. Beliau mulai mengajar pada tahun 1998 hingga sekarang.

Visi dan misi beliau adalah 'amar ma'ruf nahi munkar' yang artinya "mengajak kepada kebaikan mencegah kepada kemungkaran".

Prestasi yang sudah diraih oleh siswa dan siswi yaitu beragam. Ada prestasi akademik dan prestasi non akademik. Contohnya pernah mengikuti lomba fisika dan bahasa inggris di malang, lomba pidato bahasa inggris di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lomba futsal antar sekolah dan antar provinsi, lomba cerdas cermat di televise, dan lain sebagainya.

·         ORANG TUA MURID

Alasan orang tua memasukan anaknya ke sekolah SMA Muhammadiyah 8 Ciputat adalah, karena jarak antara sekolah dengan rumah tidak terlalu jauh, uang bayaran perbulannya terjangkau.

Harapan orang tua kepada anaknya adalah agar setelah anaknya lulus dari SMA Muhammadiyah 8 Ciputat tersebut bisa membanggakan kedua orang tuanya, akhlaknya menjadi baik, disiplin, tanggung jawab.

Orang tua memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah untuk membimbing anak-anaknya agar kelak nanti anak-anaknya diberikan ilmu yang bermanfaat.

B.     Madrasah Pembangunan

·         Gambaran Lokasi

Sekolah Madrasah Pembangunan terletak di sebelah Timur Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Madrasah Pembangunan terdiri dari 3 tingkatan, yakni SD, SMP, dan SMA. MP adalah sekolah swasta yang sudah termasuk elit dari sekolah lainnya, dan sudah termasuk unggul.

 

 

·         GURU

Karena terburu libur, dan kebetulan saya kenal dengan salah satu guru Madrasah Pembangunan, sehingga saya memutuskan untuk mewawancarai beliau. Beliau adalah Ibu Aryati, atau bisa juga disebut kakak, karena beliau masih meneruskan pendidikannya di IIQ (Institut Ilmu Al-Qurán) yang sudah memasuki semester 7, dan sedang mempersiapkan skripsi untuk tahun 2016.

Ketika beliau saya tanya sedikit tentang bagaimana pendapatnya sebagai guru yang mengajar di Madrasah Pembangunan, kebetulan beliau adalah guru SD Madrasah Pembangunan, dan beliau berkata "Mengajar di sana sangat menyenangkan, banyak anak SD yang sudah mulai menghafal, walaupun baru juz Ámma. Beliau juga berkata memiliki murid kesayangan yang aktif dan pandai bernama  Nouval Widad kelas 6".

Di MP juga muridnya memang bermacam-macam, tapi memang sudah terkenal dengan elitnya, yakni selain pelajaran akademik, hafalan pun juga sudah ditekankan untuk para murid.

 

2.      SEKOLAH NON ELIT

·         GAMBARAN LOKASI

  1. SMA Daarul Mubtadi-in

Di resmikan tanggal 27 November 1999, sekolah ini berlokasi di Kp.Gadasari Ds.Jayanti Kec.Jayanti Tangerang Banten. Sekolah ini berdiri atas inisiatif seorang tokoh masyarakat di kampung tersebut yang merasa prihatin kepada pendidikan masyarakat sekitar yang umumnya hanya bersekolah sampai jenjang SMP.

Sang tokoh masyarakat yaitu KH.Nuh mendirikan sekolah tersebut dengan bermodalkan tanah warisan keluarga yang ia miliki. Untuk membeli bahan-bahan bangunan, saat itu beliau menjual separuh harta warisannya. Semangat beliau untuk memberantas kebodohan dikampunya sangat besar. Di akhir tahun 1999 akhirnya sekolah yang ia bangun diresmikan oleh pemerintah. Saat itu beliau hanya mampu membangun dua ruangan, satu ruangan untuk kepala sekolah dan dewan guru, sedangkan satu lainnya dipakai untuk ruang kelas.

Tenaga pengajar di tahun 1999-2003 berasal dari keluarga beliau sendiri, karena pada saat itu beliau belum mampu memberi gaji para guru dengan maksimal.

Sekarang, sekolah ini sudah memiliki enam ruangan, 2 untuk kepala sekolah dan guru, 3 diantaranya untuk ruang kelas, dan sisanya untuk ruang serbaguna atau aula.

Gedung sekolah

 

BAB III

HASIL ANALISIS

Menurut Karl Marx masyarakat terbagi menjadi dua kelas yaitu kaum kapitalis (borjuis) dan kaum buruh (proletar).  Dalam dunia pendidikan teori ini juga masih berlaku yaitu pendidikan yang didapatkan masyarakat kelas borjuis tentunya berbeda dengan pendidikan yang didapatkan masyarakat kelas buruh.

Kami melakukan penelitian yang terfokus pada tiga sekolah jenjang SMA yang berbeda kelas seperti dalam teori yang dikemukakan oleh Karl Marx.

Sekolah pertama, sekolah yang tidak elit, belum ada fasilitas fasilitas yang umumnya dimiliki sekolah lain seperti ruang Labolatorium computer, labolatorium bahasa dan tempat olahraga. Sekolah ini hanya memiliki 62 murid, 23 murid kelas X, 20 murid kelas XI, dan sisanya 19 murid kelas XII. Sekolah ini dinilai memiliki tenaga pengajar yang kurang kompeten dibidangnya karena belum ada yang bersedia untuk mengajar disekolah tersebut, sekolah ini terletak dipedalaman kabupaten Tangerang.

Murid-murid disekolah ini berasal dari lingkungan sekolah sendiri, orang tua para siswa mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh yang kurang memperdulikan pendidikan anak-anak mereka.

Para orang tua siswa hanya berpikir untuk menyekolahkan anaknya, dimanapun itu. Tidak memperdulikan akreditasi sekolah tempat putra-putri mereka menuntut ilmu. Namun begitu, tentunya lebih baik daripada orang tua yang tidak mau menyekolahkan anak-anaknya.

Menurut pihak sekolah, pemerintah sering mengatakan akan memberi bantuan untuk membangun fasilitas sekolah, namun bantuan yang diberikan jumlahnya sangat kurang untuk membangun apa yang sekolah inginkan.

Hal ini tentunya sangat mempengaruhi prestasi siswa-siswa disekolah tersebut. Kepintaran seorang murid akan lebih berkembang jika ada fasilitas yang mendukungnya. Contohnya seperti computer. Disekolah pinggiran yang kami teliti, tidak ada computer yang dapat digunakan. Disana memang ada empat perangkat computer, namun semuanya mengalami kerusakan. Belum ada upaya sekolah untuk memperbaiki computer tersebut.

Para siswa dari sekolah tersebut sangat menginginkan fasilitas seperti disekolah lainnya. Namun mereka tidak dapat melakukan apapun.

Seharusnya pihak sekolah terus memperjuangkan hak-hak para murid untuk mendapatkan fasilitas.

Pendidikan di Indonesia masih mementingkan struktur social, artinya sekolah-sekolah favorit hanya berisikan kaum borjuis dan kaum buruh hanya dapat bersekolah disekolah non-elit. Sebenarnya secara tidak langsung hal ini membuat kaum borjuis tetap berada diatas dan kaum protelar tetap berada dibawah.

Belum ada usaha maksimal dari pihak pemerintah untuk mengatasi masalah ini, Struktur kepengurusan dalam sekolah ini belum sama seperti sekolah-sekolah pada umumnya, hanya ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan bidang ketatausahaan. Semua elemen atau unsur kehidupan dalam skepengurusan sekolah ini  harus berfungsi atau fungsional sehingga kepengurusan secara keseluruhan bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Ø  Mata pelajaran disekolah ini diantaranya:

-Matematika

-Bahasa Indonesia

-Bahasa Inggris

-Pendidikan Kewarganegaraan

-Biologi

-Akuntansi

-Kimia

-Pendidikan keagamaan

-Seni Budaya

-Ekonomi

-Geografi

-Tekhnologi Infomasi dan Komunikasi

-Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

-Sejarah

-Sosiologi

-dan, keterampilan.

Jumlah dari keseluruhan mata pelajaran disekolah ini ada enam belas, namun sekolah ini hanya mempunyai sembilan tenaga pengajar. Guru-guru disekolah ini tidak hanya mengajar satu bidang, namun ada yang dua bidang bahkan sampai 3 bidang mata pelajaran. Hal ini tentunya tidak baik. karena akan mengurangi focus guru pada bidang tertentu.

Para murid disekolah ini menyadari apa yang mereka dapatkan seharusnya bisa lebih. mereka mengakui bahwa jika bukan karena faktor biaya, mereka mungkin akan memilih sekolah yang lebih bagus dari tempat mereka sekarang belajar.

Namun seperti teori Karl Marx, kaum Proletar atau kaum buruh tidak akan mendapatkan seperti yang kaum Borjuis dapatkan. Proletar akan tetap miskin dan Borjuis akan semakin kaya.

 


BAB IV

KESIMPULAN

Bahwa setiap sekolah memiliki tingkatan dan akreditas yang berbeda-beda. Semua ini sesuai dengan purestasi yang setiap murid berikan kepada masing-masing sekolah.

Untuk sekarang yang terpenting adalah semangat belajar yang ada pada diri para pemuda-pemudi Indonesia, karena semuanya berawal dari niat, dan dengan niat itu lah yang membuat semangat belajar menjadi lebih tinggi dan semakin haus akan ilmu.

Semangat belajar! J

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini