Senin, 20 Oktober 2014

Muhammad Ridho Andriansyah/1112051000152/KPI 5E

Nama    : Muhammad Ridho Andriansyah
NIM      : 1112051000152
Jurusan/Kelas : KPI 5E
FILSAFAT KOMUNIKASI
 
A.     Pengertian filsafat komunikasi
Filsafat komunikasi adalah penjabaran dari filsafat ilmu melalui tiga hakikatnya sebagai landasan filosofisnya. Aspek-aspek komunikasi sebagai ilmu pengetahuan, seperti fenomena komunikasi manusia (sebagai suatu obyek), bagaimana mendapatkan pengetahuan tentang komunikasi manusia sebagai ilmu secara benar atau berdasarkan cara-cara tertentu, dan untuk apa komunikasi manusia sebagai ilmu pengetahuan digunakan, dan berbagai ragam pertanyaan filsafat ilmu lainnya tentang komunikasi manusia sebagai sebuah obyek adalah merupakan ruang lingkup dan fokus filsafat komunikasi.
 
Komunikasi menurut Prof. Onong Uchjana Effendi, adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
 
Filsafat Komunikasi, menurut Prof. Onong Uchjana Effendi, dalam bukunya "Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi," (cetakan ketiga; 2003) adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya.
 
B.     Kajian Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis terhadap komunikasi
1.     Ontologis
Ontologi merupakan cabang teori hakikat yang membicarakan hakikat sesuatu yang ada. Dengan demikian Ontologi adalah hakikat yang Ada (being, sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran.
2.     Epistemologis
            Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan menjadi ilmu komunikasi? Bagaimana prosedurnya, metodologinya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar bisa mendapat pengeahuan menjadi ilmu komunikasi? Apa yang dimaksud dengan kebenaran? Apakah kriteria kebenaran dan logika kebenaran dalam konteks ilmu komunikasi?
 
3.     Aksiologis
Untuk apa ilmu komunikasi itu digunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan pengetahuan dan ilmu tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimanakah kaitan ilmu komunikasi berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara operasionalisasi metode ilmiah dalam upaya melahirkan dan menemukan teori-teori dan aplikasi ilmu komunikasi dengan norma moral dan profesional?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini