Senin, 20 Oktober 2014

TUGAS 4_GITA SULISTYANI_1112051000080_KPI 5 C

Menurut Prof. Onong Unchjana Effendy, MA (2000), filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara lebih mendalam, fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan konprehensif teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidang, sifat, tatanan, tujuan, fungsi, teknik dan metode-metodenya.

Lasswell menjelaskan bahwa pada dasarnya komunikasi itu menyangkut 5 pertanyaan sederhana, yakni :

a.         Who? (siapa?) / komunikator

b.        Says What? (mengatakan apa?) / pesan

c.         In Which channel? (melalui saluran apa?) / medium

d.        To Whom? (kepada siapa?) / khalayak/komunikan

e.         With what Effect? (dengan akibat apa?) / akibat

Model Lasswell ini menunjukkan bahwa pihak pengirim pesan (komunikator) mempunyai suatu keinginan untuk mempengaruhi pihak pertama (komunikan), dan karenanya komunikasi harus dipandang sebagai upaya persuasif. Kekurangan dari model Lasswell ini adalah tidak digambarkannya unsur feedback (unpan balik). Sehingga proses komunikasi yang dijelaskan bersifat linear/searah dan tidak diketahui hasilnya.

Untuk mengetahui komunikasi secara mendalam, kita tidak cukup hanya  dengan mengacu pada lima unsur komunikasi Lasswell, yaitu komunikator, pesan, komunikan media dan efek. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut. Misalnya berkaitan dengan tempat, waktu, gangguan (noise) dan lain sebagainya.

Joseph A. Devito dalam bukuya Komunikasi Antar Manusia (1997) menyebut adanya lingkungan komunikasi. Lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempuyai tiga dimensi:

1.        Dimensi fisik, ialah lingkungan nyata atau berwujud. Dimensi fisik berkaitan dengan tempat di mana komunikasi berlangsung.

2.        Dimensi sosial-psikologis ialah lingkungan hubungan kejiwaan antara komunikator dan komunikan. Dimensi ini berkaitan dengan suasana di mana komunikasi berlangsung.

3.        Dimensi temporal (waktu) mencakup waktu dalam sehari maupun dalam hitungan sejarah di mana komunikasi berlangsung. Dimensi ini berkaitan dengan waktu. 

Ketiga dimensi di atas akan selalu berkaitan, karena antar dimensi akan saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Selain itu, dalam proses komunikasi yang perlu mendapat perhatian adalah unsur gangguan (noise). Noise adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. proses komunikasi dikatakan memiliki gangguan apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan pesan yang diterima oleh komunikan. Menurut Prof. Onong Uchjana Effendy, MA (1986) ada 4 faktor-faktor penghambat komunikasi yaitu:

1.        Hambatan sosio-antro-psikologis

Komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi dilangsungkan , sebab situasi amat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi, terutama situasi yang berhubungan dengan faktor-faktor sosiologis, antropologis dan psikologis.

2.        Hambatan semantis

Faktor ini menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai "alat" untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan.

3.        Hambatan mekanis

Hambatan ini biasanya dijumpai pada media yang digunakan untuk mempelancar komunikasi. Hambatan ini tidak mungkin diatasi oleh komunikator, tetapi pada beberapa media komunikator dapat saja mengatasinya dengan mengambil sikap tertentu. Contohnya ketika telepon tiba-tiba tidak ada sinyal, komunikator bisa mengulangi lagi nanti.

4.        Hambatan ekologis

Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi, jadi datanganya dari lingkungan.

 

Referensi:

Mufid, Muhammad.

Etika dan Filsafat Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2010.

Effendy, Onong Uchjana. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti. 2000.

Effendy, Onong Uchjana. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset. 2004 Cet. Ke-6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini