Senin, 20 Oktober 2014

TUGAS 4_RIDHO FALAH ADLI_KPI 5/E

Nama : Ridho Falah Adli (1112051000143)

Kelas   : KPI 5/E

Tugas  : Etika dan Filsafat Komunikasi

 

A.    Pengertian Filsafat Komunikasi

Filsafat komunikasi menurut Onong U. Efendi dalam bukunya Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi mendefinisikan sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman (verstehen) secara fundamental, metodelogis, sistematis, analitis kritis dan holistis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya dan metodenya.

Mengacu pada teori lasswell dengan mengacu pada 5 unsur komunikasi yaitu, komunikator, pesan, komunikan, media dan efek tentulah tidak cukup untuk mengupas komunikasi secara mendalam. Ada banyak hal yang mempengaruhi proses komunikasi dengan melibatkan kelima unsur tersebut, misalnya berkaitan dengan tempat, waktu, ganguan (noise) dan lain sebagainya.

B.     Dimensi Komunikasi

Dalam buku Komunikasi Antar Manusia (1997) karangan Joseph A. Devito menyebutkan adanya lingkungan komunikasi. Lingkungan (konteks) komunikasi sedikitnya mempunyai tiga dimensi :

1.      Dimensi Fisik

2.      Dimensi sosial-psikologis

3.      Dimensi temporal (waktu)

Dimensi Fisik artinya lingkungan nyata atau berwujud (tangible)

Contoh : Dalam ruangan (bangsal) baik ruang rapat, ruang sekolah (kelas), ruang keluarga atau diluar ruangan baik ditaman, di jalan dan sebagainya.

Dimensi fisik baerkaitan dengan tempat di mana komunikasi berlangsung. Apa pun bentuk tempat tersebut pastilah mempunyai pengaruh tertentu atas kandungan pesan kita (apa yang kita sampaikan) selain juga bentuk pesan (bagaimana kita menyampaikan).

Dimensi sosial-psikologis artinya lingkungan hubungan kejiwaan antara komunikator dengan komunikan.

Contoh : status pendidikan, status ekonomi, norma agama, norma budaya, rasa persahabatan, rasa permusuhan, rasa gembira, rasa duka dan sebagainya.

Dimensi sosial-psikologis berkaitan dengan suasana di mana komunikasi berlangsung. Suasana baik pada diri komunikator  maupun komunikan akan berpengaruh terhadap pesan yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. Suasana formalitas maupun informalitas, suasana serius  atau senda gurau pastilah akan berbeda suasana komunikasinya.

Dimensi temporal (waktu) mencangkup waktu dalam sehari maupun dalam hitungan sejarah di mana komunikasi berlangsung.

Contoh : pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, abad sebelum masehi, abad peretengahan, masa pencerahan, abad modern, masa kini dan sebagainya.

Dimensi temporal ini jelas berkaitan dengan waktu. Sebagian orang menggunakan waktu pagi hari sebelum berangkat kerja untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Sebagian orang yang lain menggunakan waktu sore hari atau malam hari setelah selesai tugas-tugas kantor untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Demikian pula waktu dalam hitungan sejarah tidak kalah pentingnya, karena kelayakan dan dampak dari suatu pesan bergantung sepenuhnya atau sebagian pada waktu pesan tersebut dikomunikasikan.yang lebih penting adalah bagaimana suatu pesan tertentu disesuaikan dengan rangkaian temporal peristiwa komunikasi.

Ketiga dimensi lingkungan komunikasio diatas akan selalu berinteraksi, masing-masing dimensi akan mempengaruhi dan dipenganruhi oleh yang lain. Contoh : seseorang yang berjanji datang jam 7 malam (konteks temporal) terlambat, keterlambatanya dapat mengakibatkan berubahnya suasana persahabatan menjadi permusuhan (konteks sosial-psikologis) dan kemudian dapat mengakibatkan kedekatan fisik yang berubah karena pemilihan rumah makan untuk makan malam (lingkungan fisik). Perubahan inilah yang mengakibatkan komunikasi bersifat dinamis.

C.    Ganguan Komunikasi

hal lain dalam proses komunikasi yang perlu mendapat perhatian khusus adalah unsur ganguan (noise). Noise adalah ganguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Dalam suatu sistem komunikasi ada ganguan apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator berbeda dengan pesan yang diterima oleh komunikan. Ganguan ini dapat berupa ganguan fisik (ada suara selain dari komunnikator) contohnya desingan mobil yang lewat. Psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala komunikator-komunikan) contohnya prasangka dan bias pada sumber-penerima.  Serta ganguan semantik (salah pengertian makna) contohnya orang berbicara menggunakan bahasa lain atau istilah yang terlalu rumit untuk dipahami pendengar . (Devito, 1997:29)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang pernyataan manusia yang disampaikan pada manusia lain menuju kemengertian bersama.

Sumber : Sumarno AP, Kisyanti El Karimah, Ninis Agustin  Damayanti. Filsafat dan Etika Komunikasi.(Jakarta : Universitas Terbuka, 2007).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini