Rabu, 04 November 2015

TUGAS UTS PENELITIAN SOSIOLOGI

LAPORAN STUDY LAPANGAN

PENGANTAR SOSIOLOGI

PERJUANGAN HIDUP, KOMITMEN, DAN PANTANG MENYERAH

KISAH INSPIRATIF BERAWAL DARI HOBI BERKEMBANG MENJADI REZEKI


 

 

Di Susun Oleh :

 

Seli Nursolihat 11150510000043(KPI 1A)

Pawit Fuji Lestari 11150510000061(Jurnalistik 1A)

Ergita Purnama 11150510000068 (KPI 1B)

Mohammad Iqbal Fauzan 11150510000079 (Jurnalistik 1B)

 

Dosen Pembimbing : Dr. Tantan Hermansyah, M.Si

 

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITASISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2015





BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

 

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Manusia sebagai makhluk sosial tidak pernah jauh dengan yang namanya hubungan sosial, karena bagaimanapun hubungan tersebut mempengaruhi perilaku orang-orang. Definisi sosiologi sendiri adalah menjelaskan tentang perilaku sosial manusia dan organisasi, asal usulnya, lembaga dan pembinaan.

Perjuangan atau pengorbanan dalam hidup seseorang sangatlah di perlukan dalam kehidupan seorang manusia yang hidup di alam nyata ini ,sehingga bisa dikatakan dalam kehidupan seseorang bisa dikatakan haruslah berjuang atau berusaha untuk mencapai keinginan atau cita-cita yang ingin di capai baik itu dalam bidang materi maupun imateri. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita mendengar atau sering kita ucapakan tentang perjuangan dalam kehidupan manusia, tetapi sangat sulit sekali untuk di laksanakan namun pada dasarnya tidak ada hal yang sulit untuk kita kerjakan bila seseorang telah mencapai kesadaran yang nyata akan pentingnya perjuangan dalam kehidupan seorang manusia untuk mencapai keinginan atau cita-cita yang ingin di raih.

Sudah menjadi hal yang familiar bagi kita untuk belajar sikap pantang penyerah demi untuk meningkatkan kualitas kita. Sikap pantang menyerah merupakan hal yang penting didalam kehidupan kita dalam bermasyarakat dan bernegara. Benarkah mental orang Indonesia itu mudah menyerah? Sekali gagal langsung menyerah, tak ada gairah untuk bangkit dan berjuang kembali. Dalam kamus orang sukses, tak ada istilah pesimis, yang ada hanya mental pantang menyerah. Pandangan tentang orang Indonesia yang mudah menyerah tidak sepenuhnya benar.

Komitmen adalah janji. Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seseorang.

Sudah saatnya kita selalu berkomitmen, karena dengan komitmen sesorang mempunyai keteguhan jiwa. Stabilitas sosial tinggi, toleransi,, mampu bertahan pada masa sulit, dan tidak mudah terprovokasi.

 

B.     Pertanyaan Penelitian

Dalam kehidupan didunia seseorang pasti mempunyai cita-cita atau impian yang harus di capai, baik itu kesuksesan secara materi maupun imateri.Tetapi untuk mencapai kesuksesan semacam itu tidaklah mudah untuk mencapainya di perlukan perjuangan dan kerja keras yang maksimal sesuai dengan kapasitas orang yang ingin mencapai cita-cita tersebut. Contoh kecil sering kita menyaksikan dalam kehidupan sehari-hari jika seorang murid atau pelajar yang ingin mendapatkan nilai yang maksimal atau prestasi yang membanggakan di dalam kelas, maupun di luar kelas sangat perlu di perlukan perjuangan atau pengorbanan yang maksimal seperti belajar yang tekun, rajin mengerjakan tugas-tugas yang di perintahkan oleh seorang guru,dan yang paling penting mengikuti atau mantaati peraturan-peraturan yang berlaku di sekolah,sehingga sering kita mendengar dalam prinsip anak sekolah yang rajin belajar sering terdengar kata-kata lebih baik matamu merah daripada nilaimu merah.

Yang kesemuannya dari data tersebut dapat kami jadikan pertanyaan sekaligus tujuan penelitan yang nantinya akan melahirkan banyak pertanyaan yang akan mampu menjawab pertanyaan utamanya. Yang setelah itu, setelah mendapat data primer dari narasumber baru kita bisa berikan sebuha analisis tentang pertanyaan penelitian kita untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu.

Maka kami mebuat tiga buah pertanyaaan penelitian yakni:

1.      Apa saja strategi yang dipakai pengusaha dalam memajukan perusahaan dan bisnis yang dipimpinnya?

2.      Bagaimana model kepemimpinan pengusaha tersebut dalam upaya memajukan perusahannya?

3.      Bagaimana pengaruh model kepemimpinan otoriter terhadap kepatuhan karyawan?

Pertanyaan penelitian ini kami simpulkan semata-mata untuk mendapat hasil terbaik dari kegiatan penelitian ini yang dimaksudkan untuk mendapat data yang sejelas-jelastnya dari narasumber tentang peran, tindakan dan upaya narasumber dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah sosial berupa tidak ada wadah bagi para pejuang hidup,  sikap percaya diri dalam menjalankan usaha, bahkan membangun lapangan pekerjaan walau harus memulai dari bawah yang mana menunjukan sikap pantang menyerah.

Inilah masalah yang dapat kami jadikan bahan untuk pertanyaan penelitian yang akan mampu menganilisis apa makna perjuangan hidup, komiten, dan pantang menyerah dari seorang mahasiswi yang sekarang mampu membuat usaha serta menjadi pengusaha.

C.    Metode Penelitian

Dalam penelitian ini kami menggunakan metode kulaitatif, karena Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh dengan cara verbal. Pada dasarnya ada tiga unsur utama dalam penelitian kualitatif, yaitu sebagai berikut:

1.      Data

Data, bisa berasal dari bermacam-macam sumber, biasanya dari wawancara dan pengamatan.

 

2.      Prosedur Analisis dan Interpretasi

Prosedur analisis dan interpretasi yang digunakan untuk mendapatkan temuan atau teori. Prosedur ini mencakup teknik-teknik untuk memahami data atau biasa disebut dengan coding (penandaan).

3.      Laporan Tertulis dan Lisan

Laporan tertulis dan lisan. Laporan ini dapat dikemukakan dalam jurnal ilmiah atau konferensi. Bentuknya bisa beragam, tergantung pada khalayak dan aspek-aspek temuan atau teori yang disajikannya.

Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( in-depth analysis ), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.

Menapa kami memilih penelitian kualitatif? Beberapa alasan peneliti dalam memilih penelitian kualitatif :

1.      Karena sifat dari masalah yang diteliti. Untuk mengungkap masalah yang berkenaan dengan pengalaman seseorang ketika menghadapi fenomena tertentu seperti perjuangan hidup, komitmen, dan pantang menyerah.

2.      Apabila peneliti hendak mendapatkan wawasan tentang sesuatu yang baru sedikit diketahui, karena metode kualitatif dapat memberikan rincian yang kompleks tentang fenomena yang sulit diungkapkan oleh metode kuantitatif.

 

D.    Tinjauan Teoritis

Usaha dalam KBBI adalah suatu kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu yang bermacam-macam  dan telah ditempuhnya untuk mencukupi kebutuhan hidup serta meningkatkan mutu pendidikan.

Perusahaan dalam KBBI adalah kegiatan (pekerjaan dan sebagainya) yang diselenggarakan dengan peralatan atau dengan cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan (dengan menghasilkan sesuatu, mengolah atau membuat barang-barang, berdagang, memberikan jasa, dan sebagainya).

Pengusaha dalam KBBI yaitu orang yang mengusahakan (perdagangan, industri, dan sebagainya); orang yang berusaha dalam bidang perdagangan, saudagar, usahawan.

 Suatu negara dikatakan makmur apabila masyarakatnya 2% menjadi pengusaha. Tapi saat ini indonesia belum bisa dikatakan sebagai manusia makmur karena hanya 1,65% masyarakatnya yang menjadi pengusaha itupun hanya masyarakat china. Masyarakat pribumi hanya menjadi karyawan kebanyakan. Dan mereka sudah merasa bangga dan senang.

Dan pada kali ini kami akan menganalisis masalah ini menurut pandangan teori Emile Durkheim tentang sosial. Dalam konsep pemikiran Durkheim ada hal yang unik untuk dicermati, persoalan-persoalan ketimpangan sosial memerlukan moralitas, yang arah pemikirannya yaitu dengan jalan Positivisme yang murni, Ilmiah Rasionalis dan Sekuler, sehingga memandang tentang "Ilmu Moralitas" sebagai:

"Ketentuan moral dan hukum, pada dasarnya memantulkan keperluan sosial yang hanya bisa di masukkan oleh masyarakat itu sendiri-sesuatu yang berdasarkan pada pandangan "kolektif", maka bukanlah tugas kita untuk mendapatkan (ketentuan) etik dari ilmu pengetahuan, melainkan membentuk suatu ilmu tentang etika".

Demikian pula moralitas baginya, bukanlah saja sesuatu yang deduktif, melainkan sesuatu yang berangkat dari kenyataan empiris dan ilmiah serta bercorak pasca pengalaman.

Dengan gagasan filosofisnya ini, Ia nampak sebagai seorang yang konservatif, yang ingin ketentuan sosial berdasarkan ketentuan kolektif (kesadaran), dan tidak ingin kembali pada ketentuan sosial yan lama dan juga sebagai orang yang progresif yang mencari dasar baru dari solidaritas sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

GAMBARAN UMUM SUBYEK DAN OBYEK KAJIAN

 

A.    Profil Umum Subyek dan Obyek

Annisa Febrinel Hendry adalah salah satu dari sosok orang-orang yang memiliki ide kreatif yang diolah menjadi sebuah rezeki. Wanita kelahiran Padang, 27 Februari 1991 ini merupakan keturunan suku minang. Yang juga merupakan anak pertama dari 5 bersaudara dari pasangan suami istri Bapak Del Hendri (Alm) dan Ibu Nelfida, SPd. Memiliki riwayat pendidikan di TK Melati, Sumatera Barat kemudian dilanjutkan lagi di Sekolah Dasar 01 Pangkalan, Sumatera Barat, Sekoah Menengah Pertama nya di lanjutkan di SMP 2 Mungka, Sumatera Barat, kemudian dilanjutkan lagi Sekolah Menengah Atas di SMA 1 Guguak, Sumatera Barat dan terakhir melanjutkan studi kejenjang yang lebih di tinggi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Wanita yang sekarang telah menjadi seorang yang dapat dibilang telah mampu untuk mencukupi kebutuhan sendiri ini memiiki hobi memakai aksesories seperti gelang dan kalung ketika berpergian terlebih ketika sedang ke kampus. "Kalau ke kampus hanya bawa tas rasanya ada yang kurang" Ujarnya ketika di wawancara pada saat itu. Berawal dari hobi memakai gelang kemudian muncullah ide untuk membuatnya ketika di berikan tempat berupa kotak yang isinya dipenuhi macam-macam bahan untuk di buat gelang oleh tantenya. Annisa ini merupakan orang yang sangat gemar berbicara dan senang berjualan kemudian keluarlah ide untuk berjualan dikalangan teman-teman di kampusnya yang menyukai hasil kerajinan tangan berupa gelang yang di buatnya. Awalnya hanya iseng dan tidak ada niatan untuk berjualan. Kemudian idenya pun terus berkembang sampai ia membuka secara resmi jualannya pada pertengahan tahun 2012 yang diberi nama Annisa Accessories.

Annisa Accessories awalnya bertempat di sebuah kotsan di Gang H. Nipan (Kampus 2 UIN Jakarta) kemudian setelah beberapa lama muncul niat untuk memiliki sebuah toko namun karena keterbatasan biaya ia hanya mampu sekedar berandai-andai. Ia sangat di dukung penuh oleh kedua orang tuanya dan juga suaminya yang bernama Tomy Febrianto, ST. Setelah menikah sang suami memberikan sebuah toko yang juga sekaligus menjadi rumahnya yang beralamat di City Market Pondok Cabe, Ruko D2-09, Tangerang Selatan. Annisa Accessories memiliki 3 orang karyawan, satu sebagai bagian produksi dan dua orang lainnya menjadi bagian marketing. Annisa Accessories memiliki visi yaitu menciptakan ribuan lapangan pekerjaan bagi penduduk Indonesia dan misinya adalah mengembangkan bisnis Annisa Accessories serta dapat merekrut beberapa karyawan. Ia memiliki motto dalam hidupnya yaitu Keep Positif Thingking.

Salah satu barang yang mudah dibuat adalah sebuah gelang yang hanya dimasukkan satu per satu bahannya yitu mutiara aau pernak-pernik lainnya ke dalam benang kurang lebih hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Barang lain yang tak kalah menarik adalah gelang anggur yang banyak diminati oleh para pembeli. Selain itu ia juga membuat headpiece untuk hiasan dan juga menjual bermacam-macam gelang handmade, menerima reparasi gelang dan gelang bisa dipesan sesuai request (tentukan warna dan model sendiri).

 

B.     Lokasi Kajian

Lokasi kajian penelitian yang dilakukan bertempat di Kostan Annisa Febrinel Hendry di Gang H. Nipan (Kampus 2 UIN Jakarta) yang sebelumnya merupakan tempat tinggal pemilik Annisa Accessories selama kuliah dan sekarang dihuni oleh karyawan yang bekerja di Annisa Accessories. Dengan mengunjungi lokasi kajian sekaligus menggunakan metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara, yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden. Yang dimaksud dengan wawancara menurut Nazir (1988) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses pengumpulan data untuk suatu penelitian.

Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Tanya jawab 'sepihak' berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari definisi itu, kita juga dapat mengetahui bahwa Tanya jawab dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan mengacu pada tujuan penelitian yang dilakukan.
Pada penelitian, wawancara dapat berfungsi sebagai metode primer, pelengkap atau sebagai kriterium (Hadi, 1992). Sebagai metode primer, data yang diperoleh dari wawancara merupakan data yang utama guna menjawab pemasalahan penelitian. Sebagai metode pelengkap, wawancara berfungsi sebagai sebagai pelengkap metode lainnya yang digunakan untuk mengumpulkan data pada suatu penelitian. Sebagai kriterium, wawancara digunakan untuk menguji kebenaran dan kemantapan data yang diperoleh dengan metode lain. Itu dilakukan, misalnya, untuk memeriksa apakah para kolektor data memang telah memperoleh data dengan angket kepada subjek suatu penelitian, untuk itu dilakukan wawancara dengan sejumlah sample subjek tertentu.

Selain wawancara, observasi juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian (Guba dan Lincoln, 1981: 191-193). Bungin (2007: 115-117) mengemukakan beberapa bentuk observasi, yaitu: 1). Observasi partisipasi, 2). observasi tidak terstruktur, dan 3). observasi kelompok. Berikut penjelasannya:

1.      Observasi partisipasi adalah (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan.

2.      Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan.

3.      Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.

Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat dokumentasi yang meliputi fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Pada saat wawancara peneliti diberikan sebuah majalah yang isinya liputan tentang Annisa Accessories.

Metode terakhir untuk mengumpulkan data ialah lewat Diskusi terpusat (Focus Group Discussion), yaitu upaya  menemukan makna sebuah isu oleh sekelompok orang lewat diskusi untuk menghindari diri pemaknaan yang salah oleh seorang peneliti. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan penulisan laporan hasil dari studi lapangan yang telah dikerjakan yang berpedoman pada sumber buku bacaan dan pencarian panduan dalam website pembuatan makalah hasil penelitian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

ANALISIS HASIL

 

Secara umum, Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang membicarakan apa yag terjadi saat ini, khususnya pola hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertin umum, rasional, empiris, dan bersifat umum. Istilah sosiologi pertama kali dikemukakan oleh ahli filsafat, moralis dan sosiolog yang berkebangsaan Prancis Augste Comte yang dalam bukunya Cours de Philosophie Positive. Menurut Comte, sosiologi berasal dari kata latin Socius yang artinya teman atau sesama dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita. Jadi, pada awalnya sosiologi berarti cerita tentang teman atau masyarakat. 

 

Max Weber melihat sosiologi sebagai sebuah studi tentang tindakan sosial antar hubungan sosial dan itulah yang dimaksudkan dengan pengertian paradigma definisi atau ilmu sosial itu (Ritzer 1976\5). Tindakan manusia dianggap sebagai sebuah bentuk tindakan sosial manakala tindakan itu ditujukan pada orang lain.

 

       Max weber mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu tentang institusi sosial. sosiologi Weber adalah ilmu tentang perilaku sosial. Menurutnya terjadi suatu pergeseran tekanan ke arah keyakinan, motivasi, dan tujuan pada diri anggota masyarakat, yang semuanya memberi isi dan bentuk kepada kelakuannya. Kata perikelakuan dipakai oleh Weber untuk perbuatan-perbuatan yang bagi si pelaku mempunyai arti subyektif. Pelaku hendak mencapai suatu tujuan atau ia didorong oleh motivasi. Perikelakuan menjadi sosial menurut Weber terjadi hanya kalau dan sejauh mana arti maksud subyektif dari tingkahlaku membuat individu memikirkan dan menunjukan suatu keseragaman yang kurang lebih tetap.                          

 

       Pelaku individual mengarahkan kelakuannya kepada penetapan atau harapan-harapan tertentu yang berupa kebiasaan umum atau dituntut dengan tegas atau bahkan dibekukan dengan undang-undang. Menurut Weber, tidak semua tindakan yang dilakukan merupakan tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain dan berorientasi pada orang lain.

Pengertian sosiologi menurut max weber yakni sociology is a science which attempts the interpretive understanding of social action in order thereby to arrive at a casual explanation of its course and effects (Weber, 1964:88) Definisi tersebut dapat diterjemahkan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mengupayakan pemahaman interpretatif suatu tindakan sosial dalam rangka untuk sampai pada penjelasan sederhana menyangkut sebab dan akibatnya.

Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu tindakan individu sepanjang tindakan itu mempunyai makna atau arti subjektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain (Weber dalam Ritzer 1975). Suatu tindakan individu yang diarahkan kepada benda mati tidak masuk dalam kategori tindakan sosial. Suatu tindakan akan dikatakan sebagai tindakan sosial ketika tindakan tersebut benar-benar diarahkan kepada orang lain (individu lainnya). Meski tak jarang tindakan sosial dapat berupa tindakan yang bersifat membatin atau bersifat subjektif yang mungkin terjadi karena pengaruh positif dari situasi tertentu. Bahkan terkadang tindakan dapat berulang kembali dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Weber dalam Turner 2000).

 

Menurut Weber Kelakuan sosial juga berakar dalam kesadaran individual dan bertolak dari situ. Tingkah laku individu merupakan kesatuan analisis sosiologis, bukan keluarga, negara, partai, dll. Weber berpendapat bahwa studi kehidupan sosial yang mempelajari pranata dan struktur sosial dari luar saja, seakan-akan tidak ada inside-story, dan karena itu mengesampingkan pengarahan diri oleh individu, tidak menjangkau unsur utama dan pokok dari kehidupan sosial itu. Sosiologi sendiri  haruslah berusaha menjelaskan dan menerangkan kelakuan manusia dengan menyelami dan memahami seluruh arti sistem subyektif.

 

Ciri-ciri tindakan sosial

Ada 5 ciri pokok  Tindakan sosial menurut Max Weber  sebagai  berikut: 

1.    Jika  tindakan manusia  itu menurut aktornya mengandung makna subjektif dan hal  ini bisa meliputi berbagai  tindakan nyata 

2.    Tindakan nyata  itu bisa bersifat membatin  sepenuhnya 

3.    Tindakan  itu  bisa  berasal  dari  akibat  pengaruh  positif  atas  suatu  situasi,  tindakan yang sengaja diulang, atau  tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam dari pihak mana  pun

4.    Tindakan  itu  diarahkan  kepada  seseorang  atau  kepada  beberapa  individu

5.    Tindakan  itu memperhatikan  tindakan orang  lain dan  terarah  kepada orang  lain  itu.

 

Selain  kelima  ciri pokok  tersebut, menurut Weber  tindakan sosial dapat pula dibedakan dari sudut waktu sehingga ada tindakan yang diarahkan kepada waktu sekarang, waktu  lalu, atau waktu yang akan datang. Sasaran suatu tindakan social bisa individu tetapi juga bisa kelompok atau sekumpulan orang. Campbell  (1981).

 

Tipe tindakan sosial

 

Keseluruhan sosiologi Weber didasarkan pada pemahamannya tentang tindakan social. Ia membedakan tindakan dengan perilaku yang murni reaktif. Mulai sekarang konsep perilaku dimaksudkan sebagai perilaku otomatis yang tidak melibatkan proses pemikiran. Bagi Weber, sosiologi adalah suatu ilmu yang berusaha memahami tindakan-tindakan social dengan menguraikannya dengan menerangkan sebab-sebab tindakan tersebut.

 

Bagi Weber cirri yang mencolok dari hubungan-hubungan social yang menyusun sebuah masyarakat dapat dimengerti hanya dengan mencapai sebuah pemahaman mengenai segi-segi subjektif dari kegiatan-kegiatan antar pribadi dari para anggota masyarakat itu. Oleh karena itu melalui analisis atas berbagai macam tindakan manusialah kita memperoleh pengetahuan mengenai cirri dan keanekaragaman masyarakat-masyarakat manusia.

 

Dalam teori tindakannya, tujuan Weber tak lain adalah memfokuskan perhatian pada individu, pola dan regularqitas tindakan, dan bukan pada kolektivitas. Tindakan dalam pengertian orientasi perilaku yang dapat dipahami secara subjektif hanya hadir sebagai perilaku seorang atau beberapa orang manusia individual. 

 

Weber membedakan tindakan sosial manusia ke dalam empat tipe yaitu:

 

1.      Tindakan rasionalitas instrumental (Zwerk Rational)

Tindakan ini merupakan suatu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Tindakan ini telah dipertimbangkan dengan matang agar ia mencapai tujuan tertentu. Dengan perkataan lain menilai  dan  menentukan  tujuan  itu dan bisa saja  tindakan  itu dijadikan sebagai cara untuk mencapai  tujuan  lain. Tindakan social yang menyandarkan diri kepada pertimbangan-pertimbangan manusia yang rasional ketika menanggapi lingkungan eksternalnya. Dengan perkataan lain zweck rational adalah suatu tindakan social yang ditujukan untuk mencapai tujuan semaksial mungkin dengan menggunakan dana serta daya seminimal mungkin.

 

2.      Tindakan rasional nilai (Werk Rational)

Tindakan rasional nilai memiliki sifat bahwa alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar, sementara tujuan-tujuannya sudah ada di dalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolut. Tindakan sosial ini telah dipertimbangkan terlebih dahulu karena mendahulukan nilai-nilai sosial maupun nilai agama yang ia miliki. Jadi di dalam tindangan berupa wert ration ini manusia selalu menyandarkan tindakan yang rasional pada suatu keyakinan terhadap suatu nilai tersebut.

 

3.      Tindakan  afektif/Tindakan yang dipengaruhi emosi  (Affectual Action)

Tipe tindakan sosial ini lebih didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif sifatnya spontan, tidak rasional, dan merupakan ekspresi emosional dari individu. Tindakan ini biasanya terjadi atas rangsangan dari  luar yang bersifat otomatis.

 

4.      Tindakan  tradisional/Tindakan karena kebiasaan (Traditional Action) 

Tindakan social yang didorong dan berorientasi kepada tradisi masa lampau. Tradisi di dalam pengertian ini adalah suatu kebiasaan bertindak yang berkembang di masa lampau. Mekanisme tindakan semacam ini selalu berlandaskan hukum-hukum normative yang telah ditetapkan secara tegas-tegasan oleh masyarakat.

Dalam tindakan jenis ini, seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan. Tindakan pulang kampong disaat lebaran atau Idul Fitri.

Menurut Max Weber, Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.

Sesuai dengan hasil penelitian di lapangan, teori yang kami gunakan adalah teori dari Max Weber yaitu Tindakan Sosial. Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu tindakan individu sepanjang tindakan itu mempunyai makna atau arti subjektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Tindakan yang sesuai adalah Tindakan rasionalitas instrumental (Zwerk Rational).

Yang pada studi kasusnya adalah kami memilih Annisa sebagai salah satu orang yang sukses dalam membuka usahanya. Karena itu kami menjadikannya narasumber untuk menceritakan kisahnya dalam menjalankan usahanya dalam berbisnis. Dari yang awalnya hanya dari sekedar iseng-iseng lalu berubah menjadi hobi yang menghasilkan rezeki dan bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Membuat lapangan kerja serta membuat para karyawannya semakin kreatif dalam berusaha.

Pada awalnya Annisa berjualan di kampus untuk mempromosikan produknya. Selain di kampus dia juga menawarkan produknya di pasar pagi setiap hari minggu di Kampus 2 UIN Jakarta untuk dijual kepada para konsumen. Disetiap membuka usaha pasti ada kendala dan hambatan dalam berbisnis. Annisa pun mendapat hambatan dalam menjalankan usahanya. Hambatan pertama yang di dapat bermula dari modal. Karena dalam berbisnis kebanyakan harus memiliki modal yang memadai. Karena saat itu masih berada dalam lingkungan kuliah dan masih menjadi mahasiswi yang dibiayai oleh orangtuanya yang hanya memberikan uang 350.000/bulan. Tindakan ini merupakan suatu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Tindakan ini telah dipertimbangkan dengan matang agar ia mencapai tujuan tertentu.

Selain modal kendala selanjutnya datang dari pemasaran yang kurang memadai. Seperti toko tempat dia untuk berjualan yang tidak ada. Agar konsumen dengan mudah untuk membeli produknya. Yang pada awalnya hanya berjualan dikalangan kampus. Dalam menjalankan usahanya, orang tua sangat mendukung dengan usahanya. Karena dengan melakukan ini, dia berfikir untuk dapat belajar hidup lebih mandiri dan tidak merepotkan orang tuanya lagi. Melainkan dapat memberi kepada orang tuanya. Itu yang membuat merasa bangga karenanya. Kemudian dari pihak suami pun mendukungnya serta menyemangati untuk terus berusaha. Setelahnya bisnis terus berkembang sampai memiliki omset puluhan juta rupiah, dan merekrut karyawan-karyawan. Ia juga membuka usaha untuk para reseller khususnya mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang terkendala dalam masalah biaya hidup sehari-hari.

Saat menjalankan usaha ini Annisa memiliki saingan dalam bisnisnya. Dia menjelaskan bahwa orang yang menjadi saingan itu bermula dari dalam. Yaitu karyawannya sendiri yang sudah tidak lagi berkerja dengannya. Karena ketika sudah tidak lagi berkerja dengannya, karyawan itu pun membuat produk yang serupa dengan produknya. Tetapi Annisa tidak menjadikannya musuh melainkan membuatnya termotivasi untuk menjadi lebih kreatif agar dapat menyaingi mantan karyawannya.

Dengan perkataan lain tindakan social yang dilakukan Annisa adalah tindakan yang menyandarkan diri kepada pertimbangan-pertimbangan manusia yang rasional ketika menanggapi lingkungan eksternalnya. Sehingga dapat disimpulkan zweck rational adalah suatu tindakan social yang ditujukan untuk mencapai tujuan semaksimal mungkin dengan menggunakan dana serta daya seminimal mungkin.

Bermula berjualan secara keliling kepada konsumen. Kini bisinisnya dijalankan  dengan berjualan online. Untuk membuat konsumen dapat dengan mudah memesan pesanan produknya. Perkembangan ini tak lain dari kerja kerasnya dan usaha yang tidak kenal menyerah.  Kini penghasilannya mencukupi untuk menambah pemasukan dari suaminya. Bahkan dapat memberikan kepada orang tuanya dan gaji untuk karyawannya. Annisa Accessories juga sering mendapatkan permintaan untuk menjadi sponsore dari berbagai acara.

Dalam kasus ini Annisa memiliki kesenangan dalam berbisnis. Karena itu datang dari dirinya sendiri dan atas kemauannya. Jika tidak ada paksaan untuk dapat bertahan hidup dan memiliki uang yang cukup untuk kehidupannya sehari-hari tidak akan menjadikannya sukses seperti sekarang ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

Berawal dari kegemarannya memakai accecories yaitu gelang, ketika berpergian ke kampus dan suatu ketika diberi oleh kerabatnya sebuah bahan dan alat untuk membuat accecories yang sederhana namun indah diliat. Akhirnya tercetus ide untuk membuat accecories dan kemudian menjualnya dikalangan teman sekampus, disamping itu keadaan ekonomi sebagai anak kos yang mendorong seorang Annisa Febrinel Hendry untuk memulai usaha kecil-kecilan yang diberi nama "Annisa Accessories" hingga pada akhirnya telah memiliki omset puluhan juta rupiah.

Salah satu tokoh sosiologi yaitu Max Weber memiliki teori yang sesuai dengan studi lapangan di atas yaitu Tindakan Sosial, yang lebih dikhususkan pada tipe Tindakan rasionalitas instrumental (Zwerk Rational). Tindakan ini merupakan suatu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Tindakan ini telah dipertimbangkan dengan matang agar ia mencapai tujuan tertentu. Dengan perkataan lain menilai  dan  menentukan  tujuan  itu dan bisa saja  tindakan  itu dijadikan sebagai cara untuk mencapai  tujuan  lain. Tindakan social yang menyandarkan diri kepada pertimbangan-pertimbangan manusia yang rasional ketika menanggapi lingkungan eksternalnya. Dengan perkataan lain zweck rational adalah suatu tindakan social yang ditujukan untuk mencapai tujuan semaksial mungkin dengan menggunakan dana serta daya seminimal mungkin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://annisafebrinelhendry.blogspot.co.id

http://merlitafutriana0.blogspot.co.id/p/wawancara.html

https://tepenr06.wordpress.com/2011/10/30/teknik-pengumpulan-data

http://hmjaf.blogspot.co.id/2011/03/pendahuluan-istilah-teori-sosiologi.html

http://catatanhardika.blogspot.co.id/2014/04/teori-tindakan-sosial-dari-max-webber.html

Ritzer, George. 2014. Teori Sosiologi Modern (Edisi Ketujuh). Jakarta: Prenadamedia Group

Johnson,  D.P.  1986.  Teori  Sosiologi  Klasik  dan  Modern.  Terjemahan  Robert  MZ  Lawang.  Jakarta: Gramedia.

 

Ritzer, G. 1992. Sosiologi  Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Terjemahan Alimandan. Jakarta: Rajawali.

 

Soekanto, S. 1995. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini