Selasa, 29 Maret 2016

tugas kelompok Sosio Mapping, Firdha Muftiha dan M Gustaf Maulana, MD 4

Tugas Metlit Kelompok (Sosio Mapping)

M Gustaf Maulana     1112053000003

Firdha Muftiha           1112053000013

Kelas MD 4

Sejarah Singkat MAJELIS AHFAAD

Majelis ahfaad berawal dari perkumpulan anak marawis yang bernama group hajir marawis ahfaad, pada tahun 2004 setiap akhir pekan dilakukan latihan marawis tepat di hari jumat malam sabtu beralamat jl pancoran barat IVC Rt.013/01 Pancoran Jakarta Selatan, hari demi hari di lalui dengan konsentrasi sebagai group hajir marawis yang diketuai oleh Daerobi.

Pada tahun 2005 bulan januari ada sedikit perubahan dalam latihan marawis yaitu sebelum latihan dilakukan tahlilan terlebih dahulu hanya sebatas tahlilan saja waktu itu setelah itu barulah latihan marawis, hal ini disebabkan karena pada tahun 2004 bulan juli ayah dari ketua marawis meninggal dunia alangkah baiknya jika pada saat latihan diawali dengan tahlilan. Pada pertengahan tahun dibulan mei mulai diadakan pembacaan mauled, jadi setelah tahlil dilanjutkan mauled setelah itu latihan marawis, lama semakin lama yang ikut dalam latihan marawis bukan lagi anggota group hajir marawis lagi akan tetapi para tetangga dan teman teman yang ingin berkumpul silaturahmi dan menikmati iringan sholawat dan lagu marawis makin bertambah, bertahan seperti ini dalam setahun maka ketua marawis mengusulkan untuk dipanggilkan guru pengajian agar perkumpulan ini menjadi bermakna dan bermanfaat untuk orang banyak.

Pada tahun 2006 dibentuklah pengajian tanpa nama majelis dengan guru pertama kali adalah KH.Faiz Ali faris. Seiring berjalannya waktu pengajian yang dihadiri oleh kaum adam ini bertambah banyak dengan orang orang lingkungan sekitar dan teman kerabat, dengan inisiatif ketua mengusulkan untuk teman teman marawis untuk belajar hadrah sebagai pengiring sholawat tidak lagi menggunakan marawis.

Pada tahun 2006 banyak orang tua lingkungan sekitar ingin anaknya diberikan pengajian Alquran dan Fiqih dll, akhirnya ketua membuka pengajian lekar dalam kajian alquran, anak anak dari berbagai pendidikan mulai dari MI, MTS, MA sampai perkuliahan ikut gabung dalam pengajian Alquran yang di Ajarkan oleh Ust.Daerobi setiap malam senin, selasa, rabu, jumat dan malam sabtu untuk pengajian akbarnya dengan menggunakan mauled.

Pada tahun 2007 munculah nama Majelis Ahfaad atas pemberian dari KH. Faiz Ali faris yang artinya adalah anak cucu, hal ini dikarenakan waktu itu ingin di adakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan ingin mencetak surat, waktu itu belum ada nama majelis, maka ketua dan kawan kawan sepakat untuk memberikan nama atas pengajian ini dan setuju Ust.KH. Faiz Ali Faris yang memberikan nama Majelis.

Pada tahun 2008 pengajian ahfaad semakin berkembang dengan banyaknya jamaah ada permintaan untuk dibuka perempuannya andil dalam pengajian majelis ahfaad setiap malam sabtu. Pada tahun 2009 pengajian Majelis Ahfaad mengibarkan sayapnya dengan membeli peralatan hadrah.

Pada tahun 2010 Majelis Ahfaad memiliki alat hadrah dan sound system yang didonaturi oleh KH.Faiz Ali Faris  kemajuan dan perkembangan Majelis Ahfaad semakin melebar, pengajian dilakukan dari rumah ke rumah dari masjid ke masjid hal ini sangat semarak islami.

Alhamdulillah dengan keberkahan Sayyidina Muhammad SAW dan niat karena Allah Taala, Hingga saat ini Majelis Ahfaad bertahan dan menjadi wadah silaturahmi serta penanaman ilmu agama untuk lingkungan sekitar.

Adapun beberapa program kegiatan yang ada di majlis taklim ahfaad :

1.      Pengajian Al-Qur'an pada malam senin

2.      Pengajian dan shalawat shalawat pada malam rabu

3.      Pengajian zikir pada malam jum'at

4.      Pengajian akbar/majlis akbar pada malam sabtu

5.      Peringatan hari besar Islam, halal bi halal

6.      At-ta'ziah (Ziarah ke makam Guru)

7.      Grup Hadroh, latihan setiap hari minggu sore

Permasalahan yang ada di Majlis Ahfaad

Permasalahan utama yang ada di majlis ini adalah dana. Karena setiap kegiatan pun pasti memerlukan dana. Permasalahan kedua adalah para jamaah yang sudah lulus sekolah SMA tidak aktif lagi karena kesibukan kerja.

Setelah kami berdiskusi dengan ketua majlis, kami memberikan solusi untuk permasalahan dana, yaitu dengan cara menulis daftar anggota jamaah yang sudah bekerja lalu setelah menghubunginya dan menjadikan mereka donatur tetap. Mereka diwajibkan menyumbangkan sedikit gajinya minimal Rp 50.000 perbulan. Nanti dana yang terkumpul insyaAllah akan digunakan untuk kegiatan pengajian dan juga membeli perlengkapan hadroh.

Setelah itu, untuk masalah anggota jamaah yang sudah jarang datang, kami mengusulkan untuk jamaah yang sudah ada agar mengajak temannya untuk mengaji ke majlis kami. Dengan begitu majlis ahfaad akan tetap terus ada dan berjalan dengan baik.

 

Proses penelitian

Pada hari kamis kami diberi tugas oleh pak Tantan tentang sosio mapping.tugasnya perkelompok, setelah memilih kelompok akhirnya kami berdua sekelompok. Setelah itu kami memilih lembaga yang akan kami teliti. Kami bingung mau memilih TPA atau Majelis Taklim. Dari kedua lembaga itu kami bandingkan dan terpilih lah Majelis Taklim sebagai objek dari penelitian kami. Kami memilih Majelis Taklim Ahfaad karena ketua dari majelis taklim tersebut masih family dengan Firdha, pada hari minggu kami mengunjungi rumah ketua Majelis Taklim Ahfaad yaitu Ust. Daerobi. Disana kami berdiskusi mengenai tugas penelitian. Sepulang dari rumah Ust Daerobi kami langsung menyusun tugasnya. Dan alhamdulillah selesai juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini