Rabu, 05 Desember 2012

MohFirmanHadi_Juranlistik1B_PerubahanSosial

JUDUL PENELITIAN :
Bapak Suyanto Ketua RW 11 : TOKOH MASYARAKAT PERINTIS KEMANDIRIAN DAN KESEJAHTERAN WARGA
PERUBAHAN SOSIAL
Peneliti: Mohamad Firman Hadi (11120511000038) - Jurnalistik 1B
 
I.                   Latar Belakang
Perbahan social yang terjadi dimasyarakat dewasa ini memenag sulit terelakan, dimana terdapat masyarakat disitu pasti ada perubahan sosial baik itu Progress yaitu perubahan soaial yang membawa keuntungan atau pun  regress yaitu  perubahan sosial yang membawa kerugian bagi masyarakat yang bersangkutan dalam bidang-bidang tertentu.
Sementara sebagian orang berpendapat bahwa kehidupan sosial tidaklah statis, melainkan selalu berubah-ubah secara dinamis karena terjadinya mobilitas social pada struktur masyarakatnya. Tapi tidak semua orang mempunyai pendapat yang sama dalam mengartikan perubahan sosial. Dalam perkembangannya para ahli memperlihatkan perbedaan dalam memahami perubahan sosial. Berikut pendapat para ahli dalam mengartikan perubahan social yang terjadi dimasyarakat :
·         ( Mac Iver and Page, 1949 ). Menurut Mac & Page mereka lebih tertarik menganalisis fenomena perubahan sosial sejauh fenomena itu bisa diamati ( di ukur ), seperti mobilitas sosial ( tenaga kerja ), komposisi penduduk, perubahan sistem pemerintahan, dan seterusnya.
·         (Herbert Blumer, 1955 ) sedangkan Herbet melihat perubahan sosial itu sebagai usaha kolektif untuk menegakkan terciptanya tata kehidupan baru.
·         (Sedangkan Gillin dan Gillin) menyatakan bahwa perubahahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Jika melihat definisi-definisi mengenai perubahan sosial yang telah dipaparkan oleh para ahli, dapat ditarik simpulan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat yang termasuk didalamnya mencakup nilai-nilai, sikap, pola prilaku, dan  unsur-unsur kebudayaan baik material ataupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh dari kedua unsur tersebut, yang terjadi dalam hubungan sosial sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima masyarakat.
Perubahan yang terjadi di masyarakat social atau yang bisa disebut dengan perubahan social, tidak akan terlepas oleh seorang sosok yang berpengaruh untuk menciptakan perubahan social. Dalam hal ini tokoh masyarakat memiliki peran yang dominan bagi terciptanya perubahan soaial dimasyarakat dan tentu saja idiologi dari sang tokoh sangat berpengaruh untuk terciptanya perubahan yang Progress ataupun Regress dimasyarakat nantinya. Selain itu untuk menjadi seorang yang berpengaruh tidak sembarangan orang dapat meraihnya, dia harus memiliki suatu kelebihan yang menonjol yang tidak dimiliki orang kebanyakan dimasyarakat barulah dia dapat disebut sebagai "Pembawa Perubahan Social".
 
II.        Pertanyaan Pokok Penelitian
1.      Pengaruh apa yang dirasakat dari hadirnya tokoh masyarakat Bapak Suyanto di tengah lingkungan masyarakat RW 11?
 
III.       Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian Kualitatif, yaitu dengan menggunakan teknik wawancara. Dimana narasumber pada penelitian ini adalah Bapak Suyanto selaku ketua RW 11. Wawancara dilakukan pada :
  Waktu : 3 Desember 2012, Jam 20.00 malam
 Tempat : JL. Semanan Raya RT/RW 005/011, di rumah bapak Suyanto.
 
IV.       Gambaran Subjek Penelitian
            Pria berusia 51 tahun ini biasa dipanggil oleh warganya dengan nama Pak Yanto beliau adalah ketua RW 011 di Semanan kalideres. Beliau dilahirhan di kota Pekalongan, Jawa Tengah dan sekarang bertempat tinggal di Kalideres. Alasan beliau menetap didaerah ini karena di tempat ini masyarakatnya adalah warga asli keturunan pekalongan dan merupakan basis Cah Pekalongan di Jakarta Barat.
Selain menjabat sebagai ketua RW diwilayah tersebut, beliau juga seorang wirasusahawan. Banyak sekali pengalaman berorganisasi yang beliau terapkan dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai ketua RW, tidak lupa beliau menerapkan prinsip- prinsip wiraswasta sebagai fondasi kepemimpinannya karena menurut beliau wiraswasta itu disiplin, tidak takut pada apapun, dan berani mengambil keputusan yang tegas.
Beliau memimpin dengan penuh kewibawana dan karisma. Tidak hanya bijak dalam memimpin masyarakat tapi juga dalam keluarga, istrinya selalu mendukung setiap langkah-langkahnya. tidak hanya di masyakarat saja beliau dihormati tapi juga di dalam keluarga juga, ini yang membedakan beliau dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya karena beliau memiliki sifat yang rendah hati, tegas dan juga berkarisma.

V.        Analisis
            Mengubah pola pikir masyarakat yang tradisional dan sudah mainstream dengan kebiasan-kebiasan yang kurang penting memang sangat sulit dilakukan, butuh perjuangan lebih dan juga kerjasama dari semua pihak baik itu pemimpin/ tokoh masyarakat dan juga masyarakat sebagai subjek utama dalam hal ini. Namun demi tercapainya masyarakat yang sejahtera dan makmur pak suyanto tidak mengenal kata menyerah dalam kamus hidupnya, beliau merasa ini adalah tantangan yang harus diselesaikan beliau selaku ketua RW 11, yaitu menciptakan masyarakat yang mandiri, kreatif, modern dan juga sejahtera. Jika ditanya apa perubahan social apa yang dihasilkan oleh sepak terjang beliau, bisa dirasakan oleh kebiasaan- kebiasaan masyarakat yang berangsur- angsur menuju kemandirian dan juga bertambah sejahteran masyarakat didaerah tersebut.
            Semua itu tidak didapat beliau dengan cara yang instan, semenjak beliau diangkat menjadi ketua RW 11 pada pertengahan tahun 2011, beliau tidak henti-hentinya melakukan pembenahan mulai dari masyarakatnya tapi juga struktur keorganisasiannya. Melalui pendekatan-pendekatan yang berkala dan intensif serta melakukan penyuluhan juga penghimbauan kepada seluruh masyarakat beliau memulai pemerintahannya dengan semangat yang menggebu-gebu.
Dalam memimpin warganya beliau tidak  memandang status social baik itu miskin ataupun kaya semua diperlakukan dengan adil dan tidak pilih kasih antar warga.  Menurut Bapak Suyanto sebaik-baiknya pemimpin ialah seorang dapat menyatukan perbedaan- perbedaan atau kemajemukan menjadi suatu kekuatan yang dapat mempersatukan kita semua demi mencapai kesejahteraan dan juga kemakmuran, tapi itu semua tidak  akan terjadi bila tidak adanya kerja sama dan partisipasi dari masyarakat itu sendiri untuk merubahnya. Dari pemaparan yang beliau kemukakan dapat ditarik kesimpulan bahwa terus berusaha dan pantang menyerah dalam mengarahkan seseorang kearah yang lebih baik bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan tapi menjadi hal yang mungkin dilakukan bila kita bersungguh-sungguh.
 
VI.       Daftar Pustaka
           
Narasumber: Bapak Suyanto
http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini