Rabu, 05 Desember 2012

RIKISUBAGIA_JURNALISTIK 1B TUGAS4

NAMA             : RIKI SUBAGIA
JURUSAN       : JURNALISTIK 1B
PERUBAHAN SOSIAL MAJELIS TAKLIM
 
 
 
I. Latar Belakang
           Menurut buku Pengantar Sosiologi karya Soerjono Soekanto, pengertian perubahan sosial merupakan segala perubahan pada lemabaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memperngaruhi sistem sosialnya, didalamnya termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
          Pendidikan merupakan peran yang sangat penting untuk menjamin kehidupan suatu bangsa. Pendidikan juga menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa, dan menjadi cermin kepribadian masyarakatnya. Demikian juga dengan masyarakat kota tangerang dari anak-anak sampai orang tua, hampir seluruh masyarakatnya selalu menuntut ilmu baik dalam pendidikan formal maupun non formal.
        Peran orang tua sangat penting untuk mendukung supaya anaknya semangat menuntut ilmu. Setiap hari putra-putrinya disuruh untuk pergi ke sekolah, sore atau malam hari untuk mengaji di Masjid atau Mushola. Bagi mereka yang tidak menuntut ilmu terutama pada anak usia sekolah akan merasa tertinggal dengan pendidikan, sehingga masyarakat rajin untuk menuntut ilmu agama maupun umum.
Secara umum masyarakat merupakan masyarakat yang religius. Nilai-nilai keagamaan selalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak kecil pun sudah mengenal nilai-nilai keagamaan sehingga tingkah laku mereka sesuai dengan aturan agama dan norma yang berlaku di masyarakat.
Kehidupan bermasyarakat di kota tangerang begitu rukun, damai dan harmonis. Hal ini dimungkinkan karena pengaruh nilai-nilai keagamaan yang begitu kuat dan menyatu dengan kehidupan mereka. Salah satu peran yang sangat mendukung keadaan tersebut adalah adanya lembaga pendidikan nonformal yang ada di kota tangerang yaitu Majlis Ta'lim ibaddurahman sebagai tempat kajian ilmu keagamaan yang selalu memberikan, mengembangkan ajaran Islam sehingga pendalaman pendidikan agama pada anak-anak sebagai cikal bakal masyarakat semakin meningkat.
      
      Tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh terhadap suatu Majelis Ta'lim dan masyarakat sekitar adalah H.Hasyim ashari  Beliau merupakan seorang ustad yang sangat disegani dan dihormati. Itulah yang membuat saya tertarik untuk menjadikan beliau sebagai objek penelitian dalam laporan saya kali ini.
 
II. Pertanyaan Pokok
1. Bagaimana peran H. Hasyim dalam penyebaran agama di Majelis Ta'lim ibadurrahman dan masyarakat sekitar?
 
III. Metode Penelitian
            Metode penelitian yang saya gunakan dalam studi kasus kali ini adalah kualitatif. Karena bersifat obyektif, lebih banyak mengambil informasi melalui wawancara yang mendalam. Selain itu juga dapat lebih cepat dalam mengambil data-data. Penelitian ini dilakukan pada :
Hari/Tanggal    : 03 Desember 2012
Tempat             : jln. Kh.hasyim ashari gg. Masjid gondrong kenanga kel.kenanga cipondoh kota tangerang
Pukul                  : 13:00 – 15:00
 
IV. Gambaran Tokoh
            Narasumber dalam studi kasus kali ini adalah ketua dari Majelis Ta'lim Darussalam yang bernama H.Hasyim ashari  Beliau merupakan salah satu orang yang berperan sangat penting dalam majelis ta'lim tersebut dan dalam masyarakat sekitar. Beliau lahir di Tangerang,09 desember 1953. Pendidikan akademis beliau adalah SD, MTS, aliyah. Disamping menjadi Kiyai dan sebagai pengurus majelis taklim ibadurrahman. beliau juga bekerja sebagai PNS. Beliau sangat berkomitmen dengan profesinya sebagai Kiyai dan guru ngaji, dan sering kali beliau diundang di berbagai acara-acara keislaman sebagai penceramah dan Qurro/Qori.
Dimata masyarakat sekitar beliau adalah sosok kiyai muda yang bijaksana, humoris dan enerjik dalam memimpin masyarakat sekitar, di samping beliau adalah sosok yang humoris tetapi beliau tegas dalam aturan yang dalam masyarakat serta aturan-aturan yang memiliki dalam beragama.Beliau juga seorang Sosilpreneur karena telah memiliki Pondok Pesantren,Sekolah tk TK,SD,SMP dan SMA serta Panti Asuhan.
 
V. Analisis
            Majelis Ta'lim Darussalam didirikan pada tahun 1988, Majelis ini didirikan di tanah wakaf pemberian dari orang tua kyai H.Hasyim,Di tahan wakaf tersebut bukan hanya didirikan Majelis Ta'lim tetapi didirikan juga sebuah TPA sebagai tempat untuk anak-anak belajar Al-Qur'an dan masjid sebagai tempat untuk beribadah.
H.Hasyim Ia menjabat sebagai ketua, namun untuk menjalankan Majelis Ta'lim tersebut dibantu oleh para jama'ah. Kegiatan yang dilakukan Majelis Ta'lim ini adalah seperti belajar fiqih, berdakwah, sholawat, ziarah kubur yang biasanya dilakukan setiap 1 bulan sekali di majelis ibadurrahman, dan penyantunan anak yatim pada setiap lebaran anak yatim. Majelis Ta'lim ini rutin mengadakan pengajian seminggu tigakali. Setiap hari senin, rabu dan kamis, jam13.00-15-00. Dan juga pengajian bulanan dengan memanggil guru dari luar Majelis Ta'lim ini serta mengundang jama'ah dari Majelis Ta'lim lainnya.
            Respon masyarakat terhadap adanya Majelis Ta'lim ini cukup baik, terutama terhadap H.Hasyim selaku ketua/kyai dan tokoh yang berperan penting bagi penyebaran agama di daerah tersebut. Hambatan-hambatan selama berdirinya Majelis Ta'lim ini biasanya terjadi karena adanya kegiatan lain di luar Majelis Ta'lim ini, biasanya para jama'ah lebih mendahulukan kegiatan tersebut dibandingkan kegiatan Majelis Ta'lim. Struktur kegiatan dalam Majelis Ta'lim ini juga sudah ada banyak perubahan berkat adanya H.Hasyim. Sebelumnya dalam Majelis Ta'lim ini kegiatannya hanya mendengar, namun sekarang metodenya sudah berbeda dengan adanya bahan pelajaran, seperti cara membaca huruf gundul, dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini