Selasa, 01 Oktober 2013

faisal abdul aziz kpi 1c_tugas 4

Economy And Society,

Kini kita akan melihat sosiologi substantive weber. Kita akan memulai, sebagamana yang dilakukan weber dalam buku monmentalnya Economy And Society, pada level tindakan dan interaksi, namun kita akan segera membahas paradox paradox  dasar dalam karya weber. Sebagian besar para weberian tidak setuju dengan gambaran tentang paradox dalam karya weber.kalberg[1994], misalnya, berargumen bahwa weber menawarkan teori yang lebih integrative tenteng level mikro-makro, atau agensi-struktur.

Pada level individu, weber banyak memberikan perhatian pada makna, dan bagaimana makna terbentuk. Tampaknya ada sedikit keraguan bahwa weber percaya pada, dan cenderung membahas sosiologi mikro. Namun apakah benar benar itu yang dilakukan? Guentherr Roth, salah satu penafsiran terkemuka weber, member kita jawaban meyakinkan dalam menjabarkan seluruh kandungan buku Economy And Society: perbandingan empiris ketat pertama antara struktur social dengan tataan normative didalam kedalaman dunia historis".

Keseluruhan sosiologi weber, jika kita menerima kata katanya ini sebagaimana adanya,  didasarkan pada pemahamannya tentang tindakan social (S.Turner1983).ia membedakan tindakan dengan prilaku yang murni reaktif, mulai sekarang konsep prilaku disebut prilaku otomatis yang tidak melibatkan proses pemikiran. Dalam memasukan analisisnya ke dalam proses mental dan tindakan bermakna yang ditimbulkannya,  weber (1921/1968) dengan hati hati mengatakan bahwa adalah suatu kesalahan besar memandang psikologi sebagai landasan penafsiran tindakan sosiologis. Tampaknya weber mengemukakan hal yang pada dasarnya sama dengan yang dikemukakan Durkheim , setidaknya ketika dia mendiskusikan fakta social nonmaterial. Yaitu, sosiologi tertarik pada proses mental, namun tidak sama dengan minat psikologi terhadap pikiran, kepribadian, dan lain sebagainya.

The Protestant Ethic And The Spirit Of Capitalism

Dalam karya terkenal max weber, ia melacak dampak protestanisme asketis terutama Calvinism sebagai semangat kapitalisme. Dalam karya akhirnya, menjelaskan bahwa minat paling utamanya adalah lahirnya resionalisme khas barat. Kapitalisme, dengan organisasi tenaga kerja bebas, pasar terbuka, dan system tata buku yang rasional, hanyalah satu komponen dari system yang berkembang tersebut.

Weber tidak secara langsung mengaitkan system gagasan etika protestan dengan struktur system kapitalis; namun, ia cukup puas dengan mengaitkan system ekonomikapitalis dengan gagasan lain, "semangat kapitalisme." Dengan kata lain, didalam karyanya, kedua gagasan tersebut berkaitan langsung. Meskipn kaitan ekonomi kapitalis dengan dunia material berlangsng dan bertujuan jelas, keduanya tidak menjadi pokok perhatian weber. Jadi, buku the protestant ethic bukanlah buku tentang kelahiran kapitalisme moderen, melainkan tentang asal usul semangat tertentu yang pada akhirnya kapitalisme moderen (karena sebelumnya memang sudah ada beberapa bentuk kapitalisme lain) berkembang dan mendominasi ekonomi.

Semangat kapitalisme dapat dipandang sebagai system normative yang berisi sejumlah ide yang saling terkait. Sebagai contoh, tujuannya adalah mengajarkan "sikap yang mengupayakan keuntungan secara rasional dan secara sistematis." Selain itu, ia mengajarkan untuk menjauhi kenikmatan dunia: "tahukah kamu orang yang cermat dalam berbisnis? Ia akan berdiri tegak dihadapan raja."seperti dikemukakan weber:

Kini kapitalisme adalah kosmos yang begitu luas tempat individu individu lahir, dan yang menyajikan dirinya dihadapan mereka, paling tidak sebagai individu, sebagai wahana tempat mereka harus hidup ia memaksa individu, selama ia terlibat dalam system hubungan pasar, menyesuaikan diri dengan aturan tindakan kapitalis.

Poin krusial adalah kosmos bahwa para penganut calvinis tidak sengan sadar menciptakan system kapitalis. Menurut weber, kapitalisme adalah konsekuensi tak terduga dari etika protestan. Calvinisme adalah aliran protestanisme yang paling menarik perhatian weber.nsalah satu cirri calvinisme adalah gagasan bahwa hanya sejumlah kecil orang pilihan yang memperoleh keselamatan. Weber secara jeli meringkas pendapatnya tentang calvinisme dan hubungannya dengan kapitalisme sebagai berikut:

"penghargaan religious terhadap kerja yang  dilakukan tanpa henti, terus menerus dan sistematis dalam panggilan hidup duniawi, sebagai sarana tinggi untuk mencapai asketisisme, dan pada saat yang sama bukti terkuat dan paling nyata bagi kelahiran dan iman asli, pasti menjadi cara terbaik bagi ekspansi …semangat kapitalisme. Salah atu asumsi terpenting yang memungkinkan weber melakukan perbandingan antara barat dengan cina adalah bahwa kedanya memiliki prasyarat bagi perkembangan kapitalisme.

Weber melihat dua siistem keagamaan dominan di cina-konfusianisme dan taoisme, dan karakter keduanya yang berlawanan dengan berkembangnya semangat kapitalisme. Cirri utama pemikitran konfusianisme  adalah penekanannya pada pendidikan lterer sebagai prasyarat bagi diperolehnya jabatan dan bagi status social. Untuk menempatkan posisi pada strata pengusa, seseorang harus menjadi anggota cerdik pandai. Gerakan naik hiererkis ini didasarkan pada system gagasan yang menguji pengetahuan literer, bukan pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk menjalankan jabatan tersebut. Weber memahami taoisme sebagai agama cina mistis yang didalamnya kebaikan tertinggi diyakini sebagai kondisi psikis, kondisi pikiran, dan bukan kondisi menggembirakan yang diperoleh dalam amal perbuatan dan kerja di dunia nyata. Akibatnya, taois tidak melakukan upaya rasional untuk memengaruhi dunia luar. Pada dasarnya taoisme bersifat tradisional, dan salah satu cirri gagasan semacam itu cenderung tidak menimbulkan perbahan besar, sejauh yang dicapai kapitalisme, misalnya satu kesamaan ciri taoisme  dan konfusianisme adalah tidak satu pun yang cukup menghasilkan ketegangan, atau konflik, antaranggota yang mendorong mereka melakukan tindakan tindakan inovatif didunia ini.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini