Selasa, 01 Oktober 2013

Muhammad Ihsan Fauzi_KPI 1C_Tugas 2_Emile Durkheim(the rules sociological method dan suicide)

Muhammad Ihsan Fauzi (1113051000118)

 

SKETSA TEORI BAPAK SOSIOLOGI MODERN

EMILE DURKHEIM

 

Tahun 1858, Emile Durkheim lahir di kota Epinal, Perancis, pada 15 April. Hingga Durkheim meninggal di 15 November 1917, selama itu pula Durkheim mengukir sejarah dengan karyanya yang mampu mengubah dunia.

Karya Durkheim di masa pencerahan Perancis menjadi kekuatan dominan dalam perkembangan sosiologi maupun toeri sosiologi (R. Jones, 2000). Dalam buku metodologinya The Rules Sociological of Method, Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari fakta-fakta sosial.  Menurutnya fakta sosial merupakan kekuatan (Takla dan Pope, 1985) dan struktur yang bersifat eksternal dan memaksa individu.  Studi tentang ini misalnya, hukum yang melembaga dan keyakinan moral bersama.  Durkheim membedakan antara dua tipe fakta sosial: material dan nonmaterial. Fakta sosial material lebih ke arah birokrasi dan hukum; fakta nonmaterial lebih ke kultur maupun institusi sosial. Dalam bukunya yang berjudul suicide, Durkheim berpendapat bahwa bila ia dapat menghubungkan perilaku individu seperti bunuh diri itu dengan sebab sosial (fakta sosial) maka ia dapat menciptakan alasan meyakinkan tentang pentingnya disiplin sosiologi.  Ia tertarik terhadap penyebab yang berbeda-beda dalam rata-rata perilaku bunuh diri di kalangan kelompok, wilayah, negara dan di kalangan golongan individu yang berbeda. Argumen dasarnya adalah sifat dan perubahan sosiallah yang menyebabkan perbedaan rata-rata bunuh diri. Di mana depresi ekonomi dapat menciptakan  perasaan depresi kolegtif yang selanjutnya dapat meningkatkan angka bunuh diri. Menurut Durkheim peristiwa-peristiwa bunuh diri sebenarnya merupakan kenyataan-kenyataan sosial tersendiri yang karena itu dapat dijadikan sarana penelitian dengan menghubungkannya terhadap sturktur sosial dan derajat integrasi sosial dari suatu kehidupan masyarakat.

Durkheim membagi tipe bunuh diri dengan beberapa bentuk:

a.       Bunuh Diri Egoistis

Di mana individu tidak berinteraksi dengan baik dalam lingkungan sosial. Hal ini membuat individu berperasaan bukan bagian dari masyarakat, dan masyarakat bukan pula bagian dari individu. Sehingga ikatan sosial individu terhadap lingkungan sosial melemah. Dengan hal itu membuat individu hanya mengakui aturan-aturan yang menurutnya benar.

b.      Bunuh Diri Altruistis

ketika individu merasa bunuh diri adalah suatu yang harus dilakukan, karena aturan yang mengikatnya.

c.       Bunuh Diri Anomik

Bunuh diri ini terjadi ketika kekuatan regulasi masyarakat terganggu. Gangguan tersebut mungkin akan membuat individu merasa tidak puas karena lemahnya kontrol terhadap nafsu mereka, yang akan bebas berkeliaran dalam ras yang tidak pernah puas terhadap kesenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini