Selasa, 01 Oktober 2013

Nurapzafidah Kpi 1B_tugas4_Max Weber

Economy and Sosciety
Tipe-tipe ideal
tipe ideal adalah salah satu sumbangan terpenting Weber terhadap sosiologi kontemporer (Drysdale, 1996; Hekman, 1883; Lindbekk, 1992; McKinney, 1996).
Macam tipe ideal:
1. Tipe ideal historis. ini terkait dengan fenomena yang ditemukan pada epos sejarah tertentu (misalnya, pasar kapasitas modern).
2. Tipe ideal sosiologis umum. ini terkait dengan fenomena yang bersinggugan dengan beberapa periode historis dan masyarakat (misalnya, biokrasi).
3. Tipe ideal tindakan. ini merupakan tipe tindakan murni yang didasarkan pada motivasi pelaku (misalnya, tindakan afektual).
4.Tipe ideal struktural. ini merupakan bentuk sebab dan akibat tindakan sosial (misalnya, dominasi tradisional).

Nilai
sampai batas-batas tertentu, pemikiran sosiologi modern Amerika dalam kaitannya dengan peran nilai dalam ilmu sosial dibentuk oleh penafsiran, yang sayangnya sering kali simplistis dan keliru, terhadap pandangan Weber tentang sosiologi yang bebas-nilai (Hennis, 1994).
a. Nilai dan Ajaran. Weber dengan tegas menyatakan kewajiban guru mengotrol nilai-nilai pribadi mereka di ruang kelas. dari sudut pandang ini, akademis memiliki hak penuh untuk mengekspresikan nilai pribadi mereka secara bebas dalam pidato, pers, dan lain sebagainya, namun ruang kuliah akademik berbeda.
b. Nilai dan Penelitian. pendapat Weber tentang tempat nilai dalam penelitian sosial jauh lebih membigungkan lagi. Weber memang percaya adanya kemampuan untuk memisahkan fakta dengan nilai, dan pandangan ini dapat diperluas ke dunia penelitian.

The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism
Weber tertarik dengan pertanyaan tentang kausalitas, namun ia tidak menggunakan model satu-jalan sederhana; ia selalu menyelaraskan hubungan antara sejumlah faktor sosial. yang perli diingat dalam pemikiran weber tentang ausalitas adalah keyakinan dia bahwa kita dapat memiliki pemahaman khusus tentang kehidupan soaial, pengetahuan kausal atas ilmu-ilmu sosial berbeda dengan pengetahuan kausal tentang ilmu-ilmu alam. oleh karena itu, kriteria kita untuk penjelasan kasual mengandung kepuasan unik dlam penjelasan 'historis' dari 'entitas' tersebut. pemikiran weber tentang kausalitas terkait erat dengan upayanya memahami konflik antara pengetahuan nomotetis dengan pengetahuan idiografi. mereka yang menganut sudut pandang nomotetis akan beragumen bahwa terdapat hubugan pasti antara fenomena sosial, sementara itu para pendukung perspektif idiografis cenderung hanya melihat hubungan acak antar etnis-etnis tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini