Senin, 26 November 2012

Ruqoyah_Laporan3_HPMIG

PERAN HPMIG (HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA INDONESIA GORONTALO) 
TERHADAP MASYARAKAT
I.                 Latar Belakang
Menurut Johnson (Sarwono, 2005) kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka (face to face interaction), yang masing-masing menyadari keanggotaannya dalam kelompok, masing-masing menyadari keberadaan orang lain yang juga anggota kelompok, dan masing-masing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mancapai tujuan bersama.



Beberapa ahli psikologi sosial seperti Durkheim dan Warriner berpandangan bahwa kelompok merupakan sesuatu yang riil yang dapat diperlakukan sebagai objek di dalam lingkungan kita (dalam Sarwono, 2005).
Dari definisi diatas jelas bahwa kelompok atau himpunan mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Dan salah satu kelompok atau himpunan tersebut adalah "HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA INDONESIA GORONTALO" yang mengajak mahasiswa khusunya mahasiswa perantauan dari Gorontalo untuk mencapai tujuan yang sama dalam himpunan tersebut.
Oleh karena itu penulis tertarik mengambil tema "Peranan Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo terhadap Masyarakat"
II.                Pertanyaan Pokok
Apakah Peranan Himpunan Pelajar Mahasiswa Gorontalo terhadap Masyarakat?
III.              Metode Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti memakai metode kualitatif, karna penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara langsung yang menghasilkan informasi-informasi yang melibatkan faktor sosial. Dengan demikian peneliti merasa metode kualitatif adalah yang paling cocok untuk penilitian ini.
Waktu penelitian ini dilaksanakan adalah pada 23 November 2012 memalui perantara alat komunikasi berupa telepon genggam, karena narasumber yang bersangkutan tengah berada di Gorontalo, sedangkan peneliti berada di Jakarta. Sedangkan Narasumber nya sendiri adalah ketua HPMIG cabang Bogor, Vicky Rizky Katili.
IV.              Gambaran Objek
HPMIG berdiri pertama kali pada tanggal 20 agustus 1955 di Jogjakarta, di bentuk oleh mahasiswa perantauan gorontalo yang ada di jogjakarta. Seiring berjalannya waktu setiap mahasiswa perantauan membentuk HPMIG disetiap daerah seperti jakarta, bandung, malang, surabaya, manado, palu, minahasa, makassar, dan bogor. Hingga sekarang berjumlah 13 cabang. HPMIG bogor adalah HPMIG termuda yang baru terbentuk pada tanggal 21 juli 2011.
Ada empat divisi, yang semuanya mengikuti AD-ART pengurus besar HPMIG. Divisi-divisi itu adalah:
a.    Divisi kesenian dan olahraga
b.    Divisi kemahasiswaan dan kajian ilmiah
c.    Divisi pengabdian dan hubungan masyarakat
d.    Divisi ekonomi dan kewirausahaan
Harusnya setiap divisi mengajukan proker, namun hingga saat ini baru terdapat proker genus, futsal, diskusi ilmiah, dan pembuatan buku HPMIG.
Masa jabatan HPMIG cabang hanya satu tahun, sedangkan masa jabatan pengurus besar adalah dua tahun. Ketua dari pengurus besar adalah TOMI ISHAK, mahasiswa pasca UI
Cara HPMIG merekrut anggota baru adalah dengan mengajak saat MABA baru memasuki wilayah bogor, saat itupun HPMIG langsung mengadakan acara kumpul bersama dengan tema "temu MABA". Dari perkumpulan itulah HPMIG mengajak MABA untuk bergabung kedalam HPMIG. HPMIG lah yang harus aktif dalam mencari anggotanya, adapun keanggotaannya sendiri terdiri dari tiga macam, yaitu:
a.      Anggota biasa
Adalah anggota yang berasal dari gorontalo asli
b.      Anggot luar biasa
Adalah mahasiswa yang sejiwa denga tujuan HPMIG dan mau berkontribusi untuk HPMIG meskipun bukan berasal dari gorontalo.
c.      Anggota kehormatan
Adalah orang yang telah berjasa untuk HPMIG dan telah ditetapkan oleh pengurus HPMIG.
V.               Analisis
HPMIG ini sangat memiliki pengaruh terhadap masyarakat, karena HPMIG merupakan mitra kerja dari pemerintah, untuk hubungan langsungnya dengan masyarakat, HPMIG ini memiliki divisi pengabdian kepada masyarakat, pada tahun 2011 lalu ada agenda seluruh HPMIG yang dikoordinir oleh PB masuk sampai sampai ke daerah gorontalo dengan masyarakat adat gorontalo. Tujuan dari KEGIATAN itu adalah untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat terpencil gorontalo.
HPMIG pasti berinteraksi dengan masyarakat, karena ada program-program yang dilaksanakan bersama, seperti LDK yang pernah diadakan di Jakarta dan bogor. Kemudian saat musyawarah besar tiap cabang harus berinteraksi untuk mensukseskan mubes tersebut.
HPMIG adalah organisasi resmi, memiliki akta organisasi dan harus mempertanggungjawabkan dana yang telah diberikan pemprov pada BPK jika sekali-kali ada pemanggilan dari BPK. Aturan-aturan anggota terdapat dalam AD-ART.
Anggota HPMIG diperbolehkan untuk mengikuti organisasi lain di luar HPMIG, banyak juga dari anggota HPMIG yang merupakan anggota dari HMI, KAMMI, BEM, dan lain-lain, tinggal bagaimana mengatur waktu.
Tidak ada persaingan antara HPMIG dengan organisasi-organisasi lain diluar HPMIG, yang ada adalah bersinergi. Bahkan HPMIG sering melibatkan organisasi lain dalam setiap kegiatannya, seperti LSM-LSM masyarakat gorontalo, karena HPMIG ini adalah mitra kerja pemerintah provinsi gorontalo.
AZAS organisasi ini adalah pancasila dan UUD 1945. Bersifat independen, VISI ATAU TUJUANnya adalah mewujudkan terciptanya SDM yang intelektual, reigius yang berakhlak, serta bertanggungjawab atas tercapainya tujuan nasional. MISInya adalah untuk membina pribadi pelajar dan mahasiswa untuk senantiasa mengembangkan potensi kreatif, keilmuan, sosial dan budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dasar dan sifat organisasi untuk mencapai tujuan.
Dari penjelasan di atas terlihat jelas peran dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo terhadap masyarakat. Bahkan tidak hanya pada Masyarakat tetapi pada anggotanya juga pada organisasi-organisasi lain dan juga pada Negara. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini