Rabu, 17 Juni 2015

tugas uas, firda auliya rahmah,bpi 6

Perekonomian Masyarakat Dilihat dari Pendidikan Warga Desa Evakuasi

Oleh:

FIRDHA AULIYA RAHMAH

1112052000021

BAB I

Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi pengembangan sumber daya manusia karena pendidikan diyakini mampu meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan manusia produktif yang mampu memajukan bangsanya. Pendidikan juga merupakan instrumen penting dalam pembangunan Negara dan Bangsa. Ilmu ekonomi juga dinilai sebagai bentuk dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kesehariaannya terus mengalami perkembangan dalam berjalannya waktu. Perekonomian dari berbagai belahan dunia maupun dari negara Indonesia sendiri menunjukan perkembangannya dalam era globalisasi seperti saat ini, tujuannya tidak lain hanyalah untuk mensejahterakan masyarakat negara sendiri.

Pendidikan juga erat kaitannya dengan masalah perekonomian masyarakat. Karena perekonomian suatu masyarakat atau keluarga sangat menentukan tingkat, minat bahkan motivasi orang untuk berpendidikan. Terutama faktor biaya seringkali menjadi penghambat orang untuk mengenyam yang namanya pendidikan. Faktor perekonomian juga membuat kebanyakan anak bangsa harus mengorbankan pendidikan untuk membantu menafkahi keluargannya. Permasalahan yang dialami Indonesia turut berperan penting dalam kemajuan perekenomian Indonesia. Selain sumberdaya manusia itu sendiri, agama, kebudayaan, sumberdaya alam, letak geografis dan ideologi pun turut serta menjadi pendorong bagi kemajuan dan perkembangan perekonomian di Indonesia. Sehingga perekonomian menjadi salah satu faktor sanagat berpengaruh terhadap aktifitas pendidikan suatu masyarakat atau keluarga.

Identifikasi Masalah

          Dalam penelitian ini masalah yang perlu diidentifikasi adalah masyarakat desa evakuasi yang mempunyai latarbelakang status sosial keluarga berbeda beda sesuai pendidikan, pendapatan, pemilikan kekayaan atau fasilitas dan jenis pekerjaan. Rendahnya kesadaran keluarga akan pentingnya pendidikan menjadi salah satu acuan penelitian.

Rumusan Masalah

1.     Apa pengaruh perekonomian masyarakat desa evakuasi dilihat dari pendidikannya?

2.     Apa yang menjadi tolak ukur masyarakat desa evakuasi terhadap warga yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan dalam hal perekonomian keluargannya?

Tujuan Penelitian

1.     Mengetahui perekonomian masyarakat desa evakuasi

2.     Mengetahui sejauh mana perbandingan perbandingan antara warga yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan dalam hal perekonomian keluargannya

Manfaat Penelitian

1.     Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya dalam disiplin pendidikan bahwa status sosial ekonomi keluarga mendorong terhadap kemajuan Bangsa dan Negara.

2.     Dengan adanya dukungan pendidikan masyarakat dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan Bangsa.

BAB II

Landasan Teori

A.   Kondisi Sosial Ekonomi

Keadaan sosial ekonomi orang itu berbeda-beda dan bertingkat. Ada yang keadaan sosial ekonominya tinggi, sedang, dan rendah. Sosial dan ekonomi menurut Abdulsyani (1994) adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, usia, jenis rumah tinggal, dan kekayaan yang dimiliki.

Menurut Soerjono Soekanto (2001) sosial ekonomi adalah posisi sesorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalam arti lingkungan  pergaulan, prestasinya, dan hak-hak kewajibannya dalam hubungannya denga sumber daya. Sedangkan menurut Bintaro (1977) dalam Fandi mengemukakan tentang pengertian kondisi sosial ekonomi masyarakat adalah suatu usaha bersama dalam suatu masyarakat untuk menanggulangi atau mengurangi kesulitan hidup. Dengan lima parameter yang dapat digunakan untuk mengukur kondisi sosial ekonomi masyarakat yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan tingkat pendapatan.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, adapat disimpulkan pengertian keadaan sosial ekonomi dalam penelitian ini adalah kedudukan atau perbandingan antara keluarga yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan terhadap perekonomian keluargannya.

 

 

 

 

B.   Faktor-Faktor yang Menentukan Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pendidikan Warga Desa Evakuasi

          Berdasarkan kodratnya manusia dilahirkan memiliki kedudukan yang sama dan sederajatnya, akan tetapi dengan kenyataan setiap manusia yang menjadi warga suatu masyarakat, senantiasa mempunyai status kedudukan dan peranan. Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya keadaan sosial ekonomi di masyarakat, diantaranya tingkat pendidikan, usia, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, kondisi lingkungan tempat tinggal, pemilikan kekayaan dan partisipasi dalam aktivitas kelompok dari komunitasnya, merujuk pada hasil penelitian lorenzia (2003), diketahui bahwa proporsi pendapatan, persepsi pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga pengaruh positif terhadap tingkat pendidikan masyarakat, maka dalam kajian penelitian ini akan dibatasi tiga faktor yang melatarbelakangi kondisi sosial ekonomi masyarakat desa evakuasi yang berpengaruh terhadap tingkat pendidikan keluarga desa tersebut. Tiga faktor yang menjadi pengaruh perekonomian warga desa desa evakuasi meliputi latarbelakang pendidikan keluarga, pendapatan, dan pengeluaran keluarga serta kepemilikan kekayaan.

1.     Latar Belakang Pendidikan keluarga

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU RI NO.20 Tahun 2003 Pasal 1). Secara formal pendidikan yang ada di negara kita, sering disebut sebagai pendidikan nasional yang bertujuan mencerdaskan bangsa dan mengembangkan warga Indonesia seutuhnya.

Pada keluarga desa evakuasi pada umumnya tingkat pendidikannya rendah yaitu lulusan SMP dan juga lulusan SMA. Tanpa menutup kemungkinan ada yang sekolah yang sampai tingkat perguruan tinggi bagi mereka yang tergolong mampu. Pada keluarga yang mampu dalam kondisi ekonominya biasanya termotivasi untuk menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi ataupun setidaknya lebih tinggi daripada pendidikan orang tuannya.

2.     Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga

·        Pendapatan Keluarga

Tingkat pendapatan adalah jumlah penerimaan berupa uang atau barang yang dihasilkan segenap orang yang merupakan balas jasa untuk faktor-faktor produksi (BPS, 2006:8). Ada 3 sumber penerimaan rumah tangga:

1)    Pendapatan dari gaji dan upah yaitu balas jas aterhadap kesediaan orang yang menjadi tenaga kerja

2)    Pendapatan dari asset produktif yaitu asset yang memberikan pemasukan atas balas jasa penggunaannya

3)    Pendapatan dari pemerintah atau penerimaan transfer adalah pendapatan yang diterima bukan sebagai balas jasa atau input yang diberikan

Menurut Sunardi dan Evers (1982:20) menyebutkan bahwa pendapatan adalah seluruh penerimaan baik berupa barang maupun uang baik dari pihak lain maupun dari hasil sendiri, dengan jalan dinilai dengan sejumlah uang atau harga yang berlaku saat ini. Uang atau barang tidak langsung kita terima sebagai pendapatan tanpa kita melakukan suatu pekerjaan baik baik itu berupa jasa atau produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan keluarga menurut Sunardi dan Evers (1982):

1)    Pekerjaan

2)    Pendidikan

Tingkat pendidikan berpengaruh akan berpengaruh pula pada pendapatan. Dalam jenis pekerjaan yang sama, yang memerlukan pikiran untuk mempekerjakannya, tentunya orang yang mempunyai pndidikan yang tinggi akan lebih cepat untuk menyelesaikan pekerjannya dibandingkan dengan orang yan berpendidikan rendah. Hal demikian tentunya akan berpengaruh pada penghasilan.

3)    Jumlah Anggota Keluarga

Jumlah anggota keluarga akan berpengaruh terhadap perolehan pendapatan keluarga. semakin banyak anggota keluarga yang bekerja semakin banyak pula pendapatan yang diperoleh keluarga, namun akan terjadi sebaliknya. Besar kecilnya tingkat pendapatan akan berpengaruh pada kelangsungan pendidikan, karena pendidikan membutuhkan biaya. Semakin tinggi jenjang pendidikan semakin besar biaya pendidikannya.

·        Pengeluaran Keluarga

Pengeluaran adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk semua jenis barang atau jasa yang diperoleh secara pembelian baik secara tunai atau kredit oleh rumah tangga tersebut. Tetapi tidak untuk keperluan usaha maupun investasi.

Bagi keluarga yang yang kemampuan ekonominya tinggi cenderung lebih mudah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Demikian pula dalam pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Setiap keluarga memiliki pengeluaran yang berbeda satu sama lain tergantung pada pendapatan yang diperolehnya. Semakin besar pendapatan biasanya semakin besar pula pengeluaran yang dikeluarkannya. Artinya besar pendapatan berbanding linier dengan besarnya pengeluaran. Hal ini dikarenakan semakin banyak pula yang diinginkan dalam pemenuhan kebutuhan.

Dalam masyarakat desa evakuasi umumnya berpenghasilan cukup tinggi karena tidak sedikit keluarga di desa evakuasi berpendidikan yang tinggi pula.

·        Pemilikan Kekayaan

Kekayaan dapat diartika sebagai pemilikan barang-barang yang bersifat ekonomis atau yang memiliki nilai jual dan sebagai salah asatu faktor yang melatarbelakangi pelapisan sosial ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat. Kekayaan keluarga dilihat dari besar kecilnya rumah, perhiasan yang dipakai fasilitas dalam kehidupannya, dan juga harta yang tak terlihat seperti tabungan atau investasi.

 

C.   Teori Pendidikan

Pendidikan dalam kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayatnya. Tanpa adanya pendidikan akan sangatlah mustahil lahirnya peradaban baru yang berkembang, sejahtera, bahagia dan maju. Berdasarkan pengertian sederhana pendidikan diartikan sebagai usaha sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi ;pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilaiyang ada didalam masyarakat kebudayaan. (ihsan:2008)

 

D.   Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Pendidikan Warga Desa Evakuasi

Kondisi sosial ekonomi suatu keluarga akan mencerminkan bagaimana tingkat kesejahteraan keluarga tersebut. Hal ini didasari oleh mampu atau tidaknya terhadap pemenuhan kebutuhan yang menjadi tolak ukur kesejahteraan keluarga. jika suatu keluarga dikatakan mampu untuk memenuhi kebutuhan, maka keluarga tersebut dikatakan sejahtera. Begitu pula sebaliknya.

Tujuan utama dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang mana ditunjukan dengan tingkat pendidikan masyaraktnya. Pendidikan sangat membutuhkan dorongan ekonomi, maka akan sangat sulit sekali melepaskan pendidikan. Dengan faktor ekonomi. Keterkaitan inilah yang akan mendasari hubungan kondisi sosial ekonomi dengan pendidikan. Terkait dengan ekonomi suatu keluarga, kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam keluarga layak untuk diperhatikan. Dengan tingkat ekonomi keluarga yang bervariasi akan secara nyata pula berpengaruh pada tingkat pendidikan yang ditempuh.

 

 

 

 

 

BAB III

METODELOGI PENELETIAN

 

Metodologi peneletian ini menggunkan pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupunsuatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena.

·        Observasi kepada masyarakat desa evakuasi

·        Wawancara kepada dua narasumber warga desa evakuasi antara keluarga yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan

·        Forum-forum diskusi masyarakat

 

Waktu dan Tempat Penelitian

Desa evakuasi kota Cirebon, waktu penelitian adalah 4 kali observasi dalam kurun waktu 3 minggu pemberian tugas dari dosen

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

 

Pada keluarga desa evakuasi pada umumnya tingkat pendidikannya rendah yaitu lulusan SMP dan juga lulusan SMA. Tanpa menutup kemungkinan ada yang sekolah yang sampai tingkat perguruan tinggi bagi mereka yang tergolong mampu. Pada keluarga yang mampu dalam kondisi ekonominya biasanya termotivasi untuk menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi ataupun setidaknya lebih tinggi daripada pendidikan orang tuannya.

 

 

Nara sumber                  : Ibu Fajar

Umur                              : 40 tahun    

Pendidikan terehir  : SMP

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU RI NO.20 Tahun 2003 Pasal 1). Secara formal pendidikan yang ada di negara kita, sering disebut sebagai pendidikan nasional yang bertujuan mencerdaskan bangsa dan mengembangkan warga Indonesia seutuhnya.

Ilmu ekonomi juga dinilai sebagai bentuk dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kesehariaannya terus mengalami perkembangan dalam berjalannya waktu. Perekonomian dari berbagai belahan dunia maupun dari negara Indonesia sendiri menunjukan perkembangannya dalam era globalisasi seperti saat ini, tujuannya tidak lain hanyalah untuk mensejahterakan masyarakat negara sendiri.

Masyarakat desa evakuasi termasuk warga yang tingkat perekonomiannya rendah karena kurangnya kesadaran akan pendidikan. Tidak banyak yang melanjuti sekolah, rata-rata pendidikan warga desa evakuasi lulusan SMP maupun SMA. Dari situlah salah satu kekurangan dari segi perekonomian mereka.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Yusuf, Fandi. 2012. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Sosial Ekonomi Terhadap ketuntasan Wajib Belajar 9 Tahun Anak. Universitas Semarang.

Sunardi, M. Dan H.D. Evers. 1985. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta: CV. Rajawali.

Ihsan, Fuad. 1995. Dasar-dasar Kependidikan.Rineka Cipta.

Hasbullah, 2009. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini