Rabu, 16 September 2015

Rhomadhino YR _ Jurnalistik I/B _ Definisi Organisasi, Komunitas, dan Kelompok Sosial dalam Perspektif Sosiologi _ Tugas 1

Nama: Rhomadhino YR

Kelas: Jurnalistik I/B

NIM: 11150510000193

 

Definisi Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial


Komunitas

Istilah komunitas atau Community diambil dari  bahasa latin (communire) yang berarti kelompok atau perkumpulan. Dan dapat diartikan sebagai "masyarakat setempat" istilah yg mana menunjuk pada warga sebuah desa, kota atau suatu bangsa maupun daerah. Apabila anggota-anggota kelompok tersebut, kecil maupun besar hidup bersama sedemikian rupa sehingga merasakan  bahwa kelompk tersebut dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan kelompok tersebut maka ini yang disebut sebagai komunitas


Sebagai suatu perumpamaan, kebutuhan seseorang tidak mungkin secara keseluruhan terpenuhi apabila dia hanya hidup bersama rekannya yang segolngan atau sesuku. Dengan demikian kriteria utama bagi adanya komunitas adalah social relationship antar anggota suatu kelompok. Dapat disimpulkan secara singkat bahwa komunitas adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu dengan dasar-dasar lokalitas dan perasaan.


Komunitas merupakan suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama (communities of common interest), baik yang bersifat fungsional maupun yang mempunyai territorial. Istilah komunitas dalam batas-batas tertentu dapat menunjuk pada warga sebuah dusun (dukuh atau kampung), desa, kota, suku atau bangsa.

 

Dalam perspektif sosiologi, komunitas dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama (a community of interest) atau oleh tingkat interaksi yang tinggi (an attachment community). Para anggota komunitas mempunyai kebutuhan bersama (common needs).


Unsur-unsur perasaan komunitas antara lain :

a.      Seperasaan

b.      Sepenanggungan

c.      Saling memerlukan


Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang yang ada dan bekerja dalam suatu lingkup tertentu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama  pula. Jika sebuah organisasi telah dibentuk, maka dapat diasumsikan merupakan suatu identitas tersendiri yang khusus. Hidup organisasi biasanya lama, walaupun terjadi perubahan-perubahan tapi tanpa mengubah identitas yang menjadi strukturnya. Usaha-usaha kolektif para anggota organisasi disebut sebagai melakukan hal-hal yang bersifat formal, karena didasarkan pada organisasi yang memperjuangkan kepentingan bersama. Unsur-unsur organisasi merupakan bagian-bagian fungsional yang berhubungan.


Kelompok formal merupakan organisasi kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk ditaati serta mengatur hubungan antar anggota. Karena merupakan organisasi yang resmi maka dengan sendirinya dikenal adanya struktur organisasinya, sehingga terdapat hierarki diantara anggota-anggotanya oleh karena itu terdapat pembatasan tugas dan wewenang.


Pengertian organisasi menurut Philip Selznick bahwa organisasi adalah peraturan personil (arrangement of personal) guna mempermudah pencapaian beberapa tujuan yang telah ditetapkan  (for facilitating the accomplishment of some agreed purpose) melalui alokasi fungsi dan tanggung jawab (Through the allocation of functions and responsibilities).

 

Berdasarkan pengertian organisasi diatas dapat diambil beberapa poin  penting yaitu:

1. Kumpulan dua orang atau lebih

2. Kerja sama

3. Tujuan bersama

4. Sistem koordinasi kegiatan

5. Pembagian tugas dan tanggung jawab personil

Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari kumpulan individu-individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensif dan teratur, sehiingga daripadanya diharapkan adanya pembagian tugas, struktur dan norma norma tertentu yang berlaku bagi mereka. Kelompok sosial yang paling sederhana yaitu keluarga dan hampir semua manusia pada mulanya menjadi anggota kelompok keluarga. Walaupun setiap saat para anggotanya menyebar, tetapi mereka pada saat-saat tertentu berkumpul kembali dan saling bertukar pengalaman, sehingga pada akhirnya dalam keluarga akan terjadi perubahan-perubahan. Oleh sebab itu, maka kelompok-kelompok sosial itu akan mengalami perubahan –perubahan, baik dalam bentuk maupun aktivitasnya.

Dengan kata lain,  setiap kumpulan individu tak dapat disebut kelompok sosial selama belum memenuhi syarat-syarat berikut:

a.      Setiap individu harus merupakan bagian dari kesatuan sosial

b.      Terdapat hubungan timbal balik

c.      Adanya kesamaan faktor yang dapat mempererat hubungan kelompok

d.      Memiliki pola perilaku

e.      Berproses 

 

Perbedaan dan Persamaan antara Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial

Persamaan

Komunitas, organisasi maupun kelompok sosial sama-sama merupakan suatu kajian dan bagian yang tak dapat dipisahkan dari sosiologi. Objek kajian ini memiliki kesamaan yakni tergabung dalam suatu kelompok kajian Kelompok-Kelompok Sosial dalam masyarakat. Yang intinya adalah suatu hubungan timbal balik antar individu. Yang tidak mungkin dapat dikaji bila hanya menyangkut perorangan saja. Ada dua hasrat yang dimiliki manusia sejak dilahirkan yakni keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya serta ingin menjadi satu dengan suasana alam di sekelilingnya.

Perbedaan

            Perbedaan yang paling mencolok dari kajian tentang komunitas, organisasi dan kelompok sosial adalah bahwasanya semua itu adalah bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki dinamika masing-masing. Organisasi contohnya mengedepankan pada kesamaan visi kedepan dan bagaimana cara serta aturan-aturan yang disepakati bersama dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Dan sifat organisasi yakni bersifat formal yaitu dengan struktur dan pembagian-pembagian wewenang tertentu.

            Kemudian komunitas menitikberatkan pada kesamaan perasaan, penanggungan dan konteks kewilayahan serta kemasyarakatan. Dan pada umumnya bersifat nonformal, semisal masyarakat lereng gunung yang menjadi komunitas karena memiliki kesamaan wilayah geografis dan perasaan mengenai persaudaran dan kekeluargaan yang telah terjalin antar anggota komunitas tersebut.

            Dan kelompok sosial pada dasarnya adalah kajian menyeluruh mengenai kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat, baik formal-non-formal, teratur-tidak-teratur, ingroup-outgrup dan berbagai tipe-tipe kelompok lainnya

Contoh Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

a.      Komunitas

-Suku Bangsa

-Masyarakat Keraton                

-Masyarakat Suatu Desa           

-Masyarakat Baduy

 

b.      Organisasi

-DEMA            

-HMI                

-PBB

-ASEAN

-OKI

 

c.       Kelompok Sosial

-Keluarga                                              

-Kelompok Belajar

-Paguyuban

-Kerumunan

-Kelompok Bermain     

 

Sumber:     

-          Narko,Dwi-Suyanto Bagong. 2007.SOSIOLOGI Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Perdana Media

-          http://skpm.ipb.ac.id/konsep-komunitas-dan-masyarakat-dalam-perspektif-sosiologi/

-          http://www.apapengertianahli.com/2015/03/pengertian-organisasi-tujuan-ciri-struktur-organisasi.html

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini