Jumat, 21 September 2012

BIOGRAFI_EVAFAUZIAHJNR1B_TUGASKE1

BIOGRAFI


            Nama saya Eva Fauziah, lahir di Bogor pada tanggal 15 Agustus 1994. Usia saya sekarang 18 tahun. Saya tinggal di Jalan Swadaya No. 47 II RT 01 RW 01 Kecamatan Limo Kota Depok Jawa Barat . Saya lahir dari pasangan Nur Laila dan Muji . Ibu saya hanya Lulusan SMP dan ia bekerja sebagai ibu rumah tangga, Bapak saja Muji lulusan SMA dan ia bekerja sebagai buruh. Saya anak pertama dari 2 bersaudara. Adik saya bernama Farhan Usianya 11 tahun dan sekarang duduk dibangku kelas 6 SD. Saya sangat Senang lahir dari kedua orangtua yang begitu menyayangi saya dan sangat mencintai saya. Sekarang dan selamanya saya bersyukur karena sampai sekarang saya dapat merasakan kasih sayang dari mereka. Terutama ibu saya, meskipun dulu saya sempat berfikir ibu saya membenci saya karena hampir setiap hari saya mendapat omelan dari beliau. Tetapi waktu dan pengalaman mengubah cara berfikir dan pandangan saya tentang siapa sosok ibu. Beliau selama ini mendidik bukan memarahi saya, karena kami adalah bukan keluarga kaya. Jadi kami sekeluarga mempunyai prinsip, langkah pertama untuk  keluar dari jerat kemiskinan adalah semangat dan pendidikan yang memadai. Jadi sekarang orang tua saya sangat bekerja keras untuk menyekolahkan adik saya dan membiayakan saya tamat sampai Sarjana.

            Saat TK saya menjadi murid TPA Al- Furqan di Depok pada tahun 1999-2000, lalu melanjutkan ke MI Hayatul islamiyah (Depok) pada tahun 2000-2006, setelah tamat SD saya melanjutkan ke SMPI Yapkum (Depok) pada tahun 2006-2009. Setelah itu saya masuk ke sebuah sekolah menengah kejuruan atau SMK yaitu SMK Prisma depok pada tahun 2009-2012 mengambil jurusa Administrasi Perkantoran. Dan setelah lulus SMK saya melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) di UIN syarif Hidayatullah Ciputat, memilih Fakultas Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, Jurusan Jurnalistik 2012. Mengapa saya memilih jurnalistik, sejujurnya saya sempat merasa bingung setelah saya lulus SMK saya ingin kuliah atau bekerja. Tetapi setelah saya pertimbangkan dan mengikuti apa kata hati saya. Saya memilih untuk melanjutkan study ke Universitas. Saya pun dilema lagi mau kuliah dimana, jurusan apa dan masuk melalui jalur apa. Lalu saya bertanya-tanya kepada teman-teman, saudara, sampai guru saya. Jawaban mereka sama 'ikuti kata hati kamu dan pilih bidang yang kamu sukai', Baiklah setelah UN , saya mencari-cari info kuliah dan target saya adalah Universitas Negeri dan Alhamdulillah sekarang tercapai. Sebelumnya, karena saya tidak suka matematika dan akutansi saya memastikan saya tidak akan memilih jurusan akutansi, management, apalagi Matematika. It's like nightmare for me. Meskipun sebenarnya Matematika tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari.Saya sempat berfikir ingin terjun ke dunia perfilman atau broadcasting. Menjadi Sutradara, Produser, Kameraman adalah Passion saya . Tetapi di UIN hanya terdapat jurusan KPI dan jurnalistik. Dan saya mengambil jurnalistik, karena setelah saya melihat materi kuliah ada beberapa matakuliah yang saya sukai, seperti jurnalistik foto, dasar-dasar broadcasting, dll.

            Visi dalam hidup saya salah satunya membuat film dengan crew anak Indonesia yang dapat bersinar di bioskop-bioskop internasional, tanpa ada penghinaan rasis, agama, budaya, idealisme, ideology dll dalam film tersebut. Dan mempunyai nilai-nilai yang positif dan berpengaruh. Well, saya berfikir keras dari sekarang. Tidak ada impian yang terlalu besar. Tetapi upaya yang terlalu kecil untuk meraihnya dan Banyak jalan menuju mekkah. Setelah saya memutuskan saya mengambil jurnalistik , saya berfikir lama. Kenapa jurnalistik dan apa kontribusi saya jika saya menjadi seorang jurnalistik ? baik pertanyaan ini jika saya jawab mungkin agak panjang . "Pena lebih tajam daripada senjata" Goenawan Muhammad. Itu salah satu kutipan yang saya sangat sukai dari jurnalis Indonesia dan pemimpin redaksi Tempo . Dan beliau ada salah satu tokoh inspiratif saya dalam bidang jurnalistik. Setalah mendengar kutipan dari Goenawan Muhammad saya berpendapat bahwa, Untuk mengubah dunia kita tidak harus membuat sebuah penemuan besar dengan biaya milyaran atau triliyunan,  menhancurkan sesuatu. Dengan tulisan, lagu, film atau sesuatu yang sederhana kita pun dapat mengubah cara pandangan dunia dan pola berfikir masyarakat . Itu adalah salah satu kontribuasi saya dengan membuat hal-hal sederhana yang dapat mengubah cara pandangan Dunia. Itu mungkin satu dari banyak kontribusi saya .

            Saya ingin kontribusi terbesar saya melalui film. Semoga kedepannya itu dapat tercapai . Amin 

 

 

                                                    -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini