Selasa, 06 Oktober 2015

Azhar Fuadi_Profil Sosiolog, Teori dan Pengaruhnya_Tugas 2

Nama        :     Azhar Fuadi

NIM          :     11140540000004

Prodi        :     Pengembangan Masyarakat Islam

 

Profil Sosiolog, Teori dan Pengaruhnya

 

                                                                                                                         

 

 

 

 

Karl Marx

Marx merupakan tokoh besar dalam sosiologi dimana dia masuk dalam kategoris aliran klasik. Selain Comte, Durkheim, Weber, Simmel, Spencer, dll. Karl Marx dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1818  di Trier Jerman, daerah Rhine tahun 1818. Berasal dari keluarga borjuis dan berpendidikan. Pada usia 18 Marx belajar hukum di universitas Bonn, kemudian pindah ke Universitas Berlin. Karl Marx adalah seseorang yang lahir dari keluarga progresif Yahudi. Ayahnya bernama Herschel, keturunan para rabi, walaupun begitu ayahnya cenderung menjadi deis, yang kemudian meninggalkan agama Yahudi dan beralih ke agama resmi Prusia, Protestan aliran Lutheran yang relatif liberal untuk menjadi pengacara. Herschel pun mengganti namanya menjadi Heinrich.Saudara Herschel, Samuel — seperti juga leluhurnya— adalah rabi kepala di Trier. Keluarga Marx amat liberal dan rumah Marx sering dikunjungi oleh cendekiawan dan artis masa-masa awal Karl Marx.

Marx menjalani sekolah di rumah sampai ia berumur 13 tahun. Setelah lulus dari Gymnasium Trier, Marx melanjutkan pendidikan nya di Universitas Bonn jurusan hukum pada tahun 1835. Pada usia nya yang ke-17, dimana ia bergabung dengan klub minuman keras Trier Tavern yang mengakibatkan ia mendapat nilai yang buruk. Marx tertarik untuk belajar kesustraan dan filosofi, namun ayahnya tidak menyetujuinya karena ia tak percaya bahwa anaknya akan berhasil memotivasi dirinya sendiri untuk mendapatkan gelar sarjana. Pada tahun berikutnya, ayahnya memaksa Karl Marx untuk pindah ke universitas yang lebih baik, yaitu Friedrich-Wilhelms-Universität di Berlin. Pada saat itu, Marx menulis banyak puisi dan esai tentang kehidupan, menggunakan bahasa teologi yang diwarisi dari ayahnya seperti 'The Deity' namun ia juga menerapkan filosofi atheis dari Young Hegelian yang terkenal di Berlin pada saat itu. Marx mendapat gelar Doktor pada tahun 1841 dengan tesis nya yang berjudul 'The Difference Between the Democritean and Epicurean Philosophy of Nature' namun, ia harus menyerahkan disertasi nya ke Universitas Jena karena Marx menyadari bahwa status nya sebagai Young Hegelian radikal akan diterima dengan kesan buruk di Berlin. Marx mempunyai keponakan yang bernama Azariel, Hans, dan Gerald yang sangat membantunya dalam semua teori yang telah ia ciptakan.

Disana, sewaktu Marx masih muda, begitu terkesima dengan filsafat Hegel, dimana ketika itu arus besar pengikut Hegel begitu meluas. Padangan Hegel yang terkenal idealistik, dimana dia percaya bahwa kekuatan yang mendorong perubahan sejarah adalah munculnya ide-ide dengan mana roh akal budi menjadi lebih lengkap manifestasinya.Tetapi sebagai penganut Hegel, Marx adalah penganut yang kritis yang mengembangkan posisi teoritis dan filosofisnya. Tetapi Marx tetap sepakat dengan bentuk analisa dialektik-nya hegel. Karya-karya yang terkenal dari Marx adalah Manifest der Kommunistischen Partei Achtzehnte Brumaire.

Pengaruh teori sosiologinya adalah tentang sistem pertentangan kelas dimasyarakat. Marx sering menggunakan istilah kelas di  dalam tulisan-tulisanya, tetapi dia tidak mendefinisikan secara sistematis apa yang dia maksud dengan istilah ini.  Biasanya ia menggunakan untuk menyatakan sekelompok orang yang berada dalam situasi yang sama dalam hubunganya dengan kontrol mereka terhadap alat-alat produksi.  Namun, hal ini belumlah merupakan deskripsi yang sempurna dari istilah kelas sebagaimana digunakan Marx, kelas bagi marx selalu didefinisikan berdasarkan potensinya terhadap konflik.  Individu-individu membentuk kelas sepanjang mereka berada di dalam suatu konflik biasa dengan individu-individu yang lain tentang nilai-surplus.  Di dalam kapitalisme terdapat konflik kepentingan yang inheren antara orang yang memberi upah para buruh dan para buruh yang kerja mereka diupah kembali menjadi nilai surplus.  Konflik inheren inilah yang membentuk kelas-kelas.

            Karena kelas didefinisikan sebagai sesuatu yang berpotensi menimbulkan konflik, maka konsep ini berbeda-beda baik secara teoritis maupun historis.  Sebelum mengidentifikasi sebuah kelas, diperlukan suatu teori tentang konflik berpotensi terjadi dalam sebuah masyarakat.  Bagi Marx sebuah kelas banar-benar eksis hanya ketika orang menyadari kalau dia sedang berkonflik dengan kelas-kelas yang lain.  Tanpa kesadaran ini mereka hanya akan membentuk apa yang disebut marx dengan suatu kelas di dalam dirinya.  Ketika mereka menyadari konflik, maka mereka menjadi suatu kelas yang sebenarnya, suatu kelas untuk didrinya.

 

            Ada dua macam kelas yang dikemukakan Marx ketika menganalisis kapitalisme: borjuis dan proletar.  Kelas borjuis  merupakan nama khusus untuk para kapitalis dalam ekonomi modern.  Mereka memiliki alat-alat produksi dan memperkerjakan pekerja upahan. Konflik antar kela borjuis dan kelas priletar adalah contoh lain dari kontradiksi material yang sebenarnya. Kontradiksi ini berkembang sampai menjadi kontradiksi antara kerja dan kapitalisme.  Tidak ada satu pun dari kontradiksi-kontradiksi ini yan bisa di selesaikan kecuali dengan menggubah struktur kapitalisme.  Bahkan sampai perubahan tercapai, kontradiksi ini, makin memburuk . masyarakat makin berisi pertentangan antara dua kelas besar yang berlawanan.  Kompetisi denagn toko-toko besar dan rantai monopoli akan mematikan binis-bisnis kecil dan idependen; mekanisasi akan mengantikan buruh tangan yang cekatan; bahkan kapitalis akan ditekan melalui cara-cara ampuh unuk memonopli, misalnya dengan melakukan merger semua orang yang digantikan ini akan terpaksa turun kelas menjadi proletariat. Marx menyebut pembengkakan yang tak terelakan didalam jumlah proletariat ini dengan proletarianisasi.

           

            Teori Marx digunakan dalam analisis kota contohnya adalah konflik kelas sosial dalam Perusahaan Sepatu terkenal dari Amerika yaitu Nike. Posisi perusahaan Nike di indonesia dimana Amerika sebagai pemilik modal mencerminkan kelas borjuis, sedangkan buruh indonesia mencerminkan kaum ploretar. Ketika buruh di indonesia mendemon di perusahaan Nike tersebut, Nike tetap tanpa merasa bersalah mengaku bahwa penghasilan yang didapatkan oleh para buruh adalah penghasilan yang sudah layak. Nike memang tidak akan merasa cemas dengan kehilangan buruhnya ataupun pengunduran diri dari buruhnya. Mengapa? Hal ini tentunya karena Nike mengetahui bagaimana manfaat Nike itu sendiri untuk negara- negara yang sedang berkembang. Tentu ada ketergantungan antara Indonesia dengan Nike. Buruh di Indonesia tentu membutuhkan pekerjaan, sehingga akan berpikir panjang untuk melepaskan pekerjaan mereka di perusahaan Nike.

Teori marx memandang bahwa memang buruh yang tidak memiliki modal mengalami alienansi dengan kaum borjuis. Maka benarlah teori marx ini, bahwa orang- orang yang memiliki saran- sarana produksi akan berada di atas dan dengan sangat mudah menguasai orang yang tidak memilki sarana-sarana produksi tersebut. demonstrasi dengan ketidakadilan yang dirasakan oleh kaum buruh nike di Indonesia seakan membuktikan dari teori marx yang mengatakan bahwa para buruh akan mengalami keterasingan dari pembagian kerja ataupun dari hasil karyanya di suatu perusahaan. Buruh akan merasa terasing dari orang- orang disekitarnya ketika dia menyadari bahwa dia sedang berada dalam keterasingan. Terlebih lagi, demostrasi yang dilakukan oleh para buruh adalah perwujudan dari perjuangan kelas proletar terhadap kelas borjuis.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini