Senin, 19 November 2012

PERAN MASJID DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT NIRMA SUGIARTI KPI IE


PERAN MASJID DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
NAMA : NIRMA SUGIARTI
NIM      : 1112051000136
A. LATAR BELAKANG
            Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat islam. Separti yang kita ketahui, mayoritas dari penduduk di Indonesia beragama islam. Tidak mengherankan jika hingga kita banyak didirikan masjid maupun mushala yang ukurannya lebih kecil. Masjid dapat dijadikan sarana silaturahmi antar masyarakat.
            Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga digunakan sebagai pusat kegiatan komunitas muslim seperti kegiatan-kegiatan perayaan hari besar islam, ceramah, juga tempat belajar al-Qur'an. Bahkan masjid juga memegang peranan penting dalam aktivitas social kemasyarakatan.

            Masjid berperan penting dalam merangsang akidah para muslim dimana kegiatan-kegiatan yang terdapat di masjid ditujukan untuk menimbulkan antusias dan kesadaran muslim tentang pentingnya ibadah dalam kehidupannya.
            Dalam era modernisasi sekarang banyak orang yang melupakan fungsi tempat ibadah di daerahnya. Bahkan banyak masjid-masjid di Indonesia yang hanya difungsikan pada acara hari-hari besar saja. Tidak dipungkiri, banyak pula masjid-masjid yang tidak terawat karena kurangnya rasa kepedulian masyarakat terhadap rumah ibadah. Untuk itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa pentingnya peranan masjid dalam kehidupan masyarakat dengan diambil sampelnya dari masjid Nurul Iman.
B. PERTANYAAN POKOK
1. Bagaimana cara menimbulkan antusiasme masyarakat terhadap pentingnya masjid di lingkungannya?
Pertanyaan ini diajukan guna mengetahui cara-cara pengurus masjid dalam menarik kembali perhatian masyarakat tentang fungsi masjid.
C. METODE PENELITIAN
Metode penelitian : kualitatif (mengetahui jawaban dari pertanyaan secara lebih mendetail).
Waktu : Sabtu, 18 November 2012, pukul 20.00 s/d.
Tempat : Masjid Nurul Iman, Kedaung, Pamulang, Tangsel.
D. GAMBARAN SUBYEK
            Tokoh yang menjadi narasumber pada penelitian ini bernama Bapak Sahlan Anwar. Beliau merupakan salah satu imam masjid Nurul Iman yang juga merupakan pengurus masjid yang aktif dalam segala kegiatan di masjid tersebut.
E. ANALISIS
            Bapak Sahlan Anwar memulai keterlibatannya dalam kegiatan masjid pada tahun 2006 silam. Beliau merupakan warga asli kelurahan Kedaung yang prihatin dengan keadaan kegiatan masjid yang mulai terkikis oleh kemajuan zaman. Masjid Nurul Iman didirikan atas dasar kesepakatan bersama warga sekitar dan akhirnya mulai dilakukan penggalangan dana dengan penyumbang terbesarnya bernama Bapak H. Suhairi. Seperti yang kita ketahui, kebiasan yang sangat condong dari masyarakat Indonesia adalah sikapnya yang hanya senang terhadap hal-hal baru. Awal mulanya memang banyak masyarakat yang antusias terhadap keberadaan masjid ini, akan tetapi setelah berjalan selama beberapa bulan, sedikit demi sedikit masyarakat kembali acuh tak acuh. Untuk mengantisipasi melemahnya minat masyarakat tentang peranan masjid yang sesungguhnya maka mulailah dibentuk berbagai kegiatan keagamaan .
            Kegiatan tersebut diatas diantaranya diadakan pengajian ibu-ibu yang rutin dilaksanakan setiap malam jum'at, IRANI ( Ikatan Remaja Masjid Nurul Iman) dilaksanakan setiap malam senin yang menaungi kegiatan keagamaan para remaja, TPQ (Tempat Pendidikan al-Qur'an), serta kegiatan penyambutan hari besar Islam seperti pada tahun baru hijriyah yang jatuh pada hari kamis (16/11/120) kemarin diadakan arak-arakan keliling kampung oleh anak-anak kecil dan remaja agar sedari kecil menyadari pentingnya silaturahmi serta membentuk akidah dari diri anak.
            Selain kegiatan keagamaan, masjid Nurul Iman juga menaungi kegiatan social kemasyarakatan seperti acara baksos (bakti social), santunan kepada anak-anak yatim piatu dan para manula disekitar masjid. Ada pula kegiatan untuk mengumpulkan dana yang sering mengadakan bazar, dimana umat Islam dapat membeli alat-alat ibadah maupun buku-buku Islam. Masjid juga menjadi tempat untuk akad nikah, seperti tempat ibadah agama lainnya.
            Selanjutnya pelataran masjid Nurul Iman juga dibangun pusat pendidikan TK (Taman Kanak-kanak) yang terbuka untuk masyarakat islam maupun non-islam. Ini membuktikan fungsi masjid bagi masyarakat itu sangat baragam.
            Dengan berbagai kegiatan yang didirikan, sangat wajar apabila harapan bagi pengurus masjid adalah timbulnya kesadaran masyarakat tentang arti penting masjid ditengah-tengah kehidupan mereka. Tanpa adanya tempat ibadah yang nyaman dengan kegiatan yang bervariasi guna membentuk akidah musllim menjadi lebih baik tidak akan terwujud masyarakat madani dengan ikatan tali silaturahmi yang kuat. Juga dengan adanya masjid, setiap umat islalm akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini