Senin, 03 Desember 2012

Lap5_HUBUNGAN ANTARA LEMBAGA PENYALUR BANTUAN DENGAN MASYARAKAT_Giovanni (KPI1/E)


HUBUNGAN ANTARA LEMBAGA PENYALUR BANTUAN DENGAN MASYARAKAT
L.F.O


1. Latar Belakang
            Indonesia merupakan negara yang memiliki asas gotong royong di dalam dasar negaranya. Jumlah masyarakat kurang mampu di Indonesia masih banyak namun jumlah masyarakat mampu di Indonesia juga tidak kalah banyaknya. Sehingga dapat dikatakan jumlah masyarakat yang mampu dan kurang mampu hampir merata.
            Sebenarnya solusi untuk menurunkan jumlah masyarakat kurang mampu adalah dengan cara mengamalkan asas gotong royong tadi. Artinya, jika saja  satu orang mayarakat yang mampu dapat membantu satu orang masyarakat yang kurang mampu maka jumlah masyarakat yang kurang mampu pastinya akan tertutupi.
            Yang menjadi masalah bagi masyarakat yang mampu adalah kemana harus menyalurkan bantuan yang ingin mereka berikan. Akhirnya, muncullah berbagai macam lembaga penyalur bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sehingga, orang yang ingin memberikan bantuan tidak perlu lagi pusing memikirkan kemana harus menyampaikan bantuan mereka.
            L.F.O (Love For Other) merupakan salah satu lembaga kemanusian penyalur bantuan. Lembaga yang berdiri sejak tahun 2009 ini didirikan oleh lima orang alumni KJS MAN 4. Salah satu penggagas lahirnya lembaga ini adalah Sdri. Edwina C.M.F. Lembaga ini telah melakukan berbagai macam program kemanusiaan.
            Pada penelitian kali ini penulis mencoba mencari sosok-sosok yang berpengaruh bagi masyarakat sekitar. L.F.O dan Sdri. Edwina C.M.F sebagai salah satu pendirinya akan menjadi objek penelitian kali ini. Semoga penelitian kali ini akan memberikan manfaat bagi para pembaca.

2. Pertanyaan Pokok
·         Seberapa pentingkah lembaga penyalur bantuan bagi kehidupan bermasyarakat?

3. Metode Penelitian
·         Metode           : Kualitatif
·         Hari/tanggal   : Minggu, 2 Desember 2012
·         Narasumber   : Sdri. Edwina C.M.F
 
 
4. Gambaran Tokoh
            Sdri. Edwina merupakan salah satu pendiri L.F.O. beliau sangat prihatin melihat kesenjangan sosial yang ada di Indonesia. Dimana yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Beliau mencoba mencari titik permasalahannya yang ternyata terdapat pada kurangnya fasilitas yang berguna untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat kurang mampu. Akhirnya, beliau tergerak untuk membuat L.F.O yaitu sebuah lembaga yang berfungsi sebagai penyalur bantuan tersebut. Beliau dikenal aktif dalam membuat sebuah kegiatan-kegiatan yang bergerak di bidang kemanusiaan.

5. Analisis
            Lembaga penyalur bantuan sangatlah penting dan sangat dibutuhkan pada zaman seperti sekarang ini. Menurut narasumber pada era ini banyak orang yang mampu namun masih bingung dan masih sulit dalam memberikan bantuan. L.F.O didirikan untuk menyelesaikan masalah ini.
            Cara pengambilan dana yang di terapkan oleh lembaga ini adalah dengan promosi acara melalui dunia maya, penggalangan dana di jalan, dan berjualan. Bagi para donatur bisa memberikan bantuan berupa uang, makanan, tenaga, dan barang-barang yang masih layak pakai. Narasumber menjelaskan bahwa yang menjadi target dalam menyampaikan bantuan adalah anak yatim, anak jalanan, dan keluarga yang kurang mampu.
            Sejak 2009, L.F.O sudah melaksanakan berbagai macam acara salah satunya yaitu "Orphan On Vacation" dimana anak-anak yatim dan kurang mampu diajak untuk berlibur bersama. Menurut narasumber mereka sangat menikmati acara ini. Karena, belum tentu setahun sekali mereka menikmati liburan.
            Dalam menjalankan berbagai acaranya, lembaga ini memiliki berbagai kendala diantaranya; kurangnya dana, kurangnya tenaga dan waktu. Namun, kedepannya lembaga ini berencana untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan baru. Salah satunya mengajar anak-anak kurang mampu.
            Narasumber menjelaskan bahwa di Indonesia masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan dan anak-anak yang membutuhkan kasih sayang. Lembaga penyalur bantuan sangatlah penting keberadaannya. Karena lembaga inilah yang nantinya akan menjadi media penghubung antara masyarakat yang mampu dengan masyarakat yang tidak mampu.
            Terakhir narasumber menekankan bahwa saling tolong menolong harus dipegang teguh oleh berbagai lapisan masyarakat. Karena jika semua masyarakat sadar akan pentingnya tolong menolong maka pasti akan lahir Indonesia baru yaitu Indonesia yang tanpa budaya "minta-minta" lagi.
           
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini