Rabu, 12 Desember 2012

Kepemimpinan_HildaDziahAzqiahSM JRN 1B_Laporan ke5

Dra. Euis Susilawati sebagi Kepala Sekolah RA AL- Fitrah
 
HILDA DZIAH AZQIAH SM
111205110035
       I.            LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan ini, pastinya ada masyarakat. Dan setiap masyarakat memerlukan kehidupan yang layak dan juga memerlukan sebuah tempat untuk menambah ilmu. Diantaranya dalam sebuah lingkungan maka ada sebuah lembaga pendidikan. Dan didalam pendidikan itu pasti ada yang memimpinnya.
            Sekolah sebagai pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sebuah sekolah itu pasti ada seorang pemimpin. Dan pemimpin itu harus memiliki sikap kepemimpinan.
            Kepemimpinan merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia. Seperti yang digambarkan dalam sebuah pendidikan, sikap kepemimpinannya itu ada pada seorang kepala sekolah.
            Kepala sekolah sebagai pemimpin mempunyai peran yang sangat penting. Dan kemajuan serta kemunduran sekolah tersebut ada pada diri kepala sekolah. Oleh karena itu, dalam hal ini, kepala sekolah memiliki wewenang untuk mengatur bawaahannya dalam mengembangkan kinerja para gurunya untuk menghasilkan manfaat yang baik bagi para sekolahnya tersebut serta untuk murid- muridnnya.
            Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya kepala sekolah juga harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuannya. Sehubungan dengan itu, kepala sekolah sebagai supervisor berfungsi untuk mengawasi, membangun, mengkoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Disamping itu kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan berfungsi mewujudkan hubungan manusia yang harmonis dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar personal, agar secara serempak bergerak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif.
 
    II.            PERTANYAAN POKOK PENELITIAN
 
1.      Bagaimana peranan Dra. Euis Susilawati sebagai Kepala Sekolah RA Al –Fitrah?
 
 III.            METODE PENELITIAN
Untuk mendapatkan keterangan yang baik saya menggunakan metode kualitatif yang merupakan salah satu metode dengan system wawancara ke narasumber.
            Nara Sumber               : Dra. Euis Susilawati
            Waktu Penelitian         : Selasa, 11 Desember 2012
            Lokasi Penelitian         : RA Al- Fitrah  
   Jl. Radar Auri Gg. H. Ramin RT 03 RW 09
   Cimanggis Depok
 
 IV.            GAMBARAN SUBJEK/ OBJEK PENELITIAN
Dra. Euis Susilawati merupakan seorang wanita yang masih muda. Beliau adalah anak pertama dari keluarga besar Hj. Solihin, beliau mempunyai 5(lima) adik. Beliau lahir di Bandung pada tanggal 12 Februari 1972, kemudian beliau  bersekolah hingga tamat kuliah di IAIN Jakarta dan sarjana. Beliau merupakan sosok wanita yang memiliki semangat juang yang tinggi, dan beliau sangat aktif dalam masyarakat serta organisasi lainnya.
Beliau bersama keluarga bertempat tinggal di Gg.H.Ramin Cimanggis- Depok, dengan aktifnya diorganisasi serta kepedulian beliau terhadap masyarakat sekitar dan kepeduliannya terhadap anak- anak, beliau mendirikan pengajian untuk anak- anak pada malam hari. Namun, semakin berkembangnya pengajian tersebut, beliau mendirikan pengajian juga untuk para ibu- ibu dan mendirikan Raudahatul Athfal yaitu Al- Fitrah.
Raudhatul Athfal AlFitrah atau yang biasa disebut dengan "RA AL-FITRAH" ini merupakan sebuah lembaga pendidikan anak-anak. Tempat sekolah anak ini tidak disebut TK melainkan RA karena tempat ini lebih mendalam akan Islam, serta do'a- do'a dan kisah dalam kehidupan sehari- hari kita.
Ditempat ini Dra. Euis Susilawati mengajak rekan- rekan seperjuangnnya untuk mengembangkan taman sekolah ini, dan berkat kepercayaan teman seperjuangannya itu, beliau diangkat menjadi "Kepala Sekolah". RA ini berdiri pada tahun 1996, namun anak- anak yang belajar disini sudah cukup banyak dan ada sekitar 40 orang, yang kemudian menjadikan RA ini menjadi 2(dua) kelas.
Beliau memiliki sifat dan sikap yang baik dan berbudi pekerti. Beliau juga merupakan seorang wanita yang berani, yang sangat aktif akan kehidupannya, serta memiliki pola pikiran yang sangat bijaksana serta cerdas dan tegas, sehingga beliau dianggap dan dipandang sebagai sosok pemimpin. Karena beliau memiliki peran yang sangat penting dalam perubahan masyarakat lingkungan tersebut. Dan benyak memberikan dampak yang positif untuk kehidupan para ibu dan anak.
 
    V.            ANALISIS
Dalam kehidupan sehari- hari kita, pasti tanpa disadari kita hidup penuh aturan. Dan tanpa disadari pula, kita hidup selalu ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Mengenai hal itu, tidak hanya diri kita sendiri yang memimpin dan dipimpin, namun dalam sebuah lingkungan selalu terjadi sebuah kepemimpinan yang tanpa disengaja terbentuk oleh masyarakat lingkungan itu sendiri.
Seperti dalam penelitian ini, disebuah lingkungan yang berada didaerah Cimanggis- Depok, terdapat masyarakat yang banyak, masyarakat tersebut pasti memiliki seorang pemimpin, namun saat ini yang saya teliti mengenai seorang pemimpin sekolah, yang biasa kita sebut sebagai Kepala Sekolah, yang menjadi sorot masyarakat. Pemimpin disini  adalah seorang wanita yang berjabat sebagai Kepala Sekolah RA dari tahun 1996 hingga saat ini.
Beliau merupakan tokoh yang sangat dipandang oleh masyarakat lingkungannya. Beliau sangat peduli dengan keadaan para ibu dan anak- anak, sehingga pada tahun 1996 beliau mendirikan sebuah RA Al Fitah untuk anak- anak dan sebuah pengajian PERSISTRI yaitu pengajian untuk para ibu. Namun yang lebih diteliti disini mengenai peranan beliau sebagai pemimpin dalam lembaga pendidikan di lingkungan tersebut.
Beliau sebagai seorang pemimpin dalam sebuah lembaga pendidikan itu, beliau juga termasuk pemimpin yang memiliki kepemimpinan, karismatis, diplomatis, moralis dan otoriter. Dan perlu diketahui beliau adalah seorang pemimpin karena beliau mempunyai bakat, dan berpotensi serta professional. Karena kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama.
Beliau adalah kepala sekolah yang merupakan tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Peningkatan profesionalisme kepala sekolah perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan terencana dengan melihat permasalahan-permasalahan dan keterbatasan yang ada, yang juga bertanggung jawab dalam meningkatkan profesionalisme pendidik guru serta tenaga kependidikan lainnya. Kepala sekolah yang professional akan mengetahui kabutuhan dunia pendidikan.Dengan begitu kepala sekolah akan melakukan penyesuaian-penyesuaian agar pendidikan berkembang dan maju sesuai dengan kebutuhan pembangunan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seorang guru.Maka sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, seorang kepala sekolah harus mampu memberikan energi positif yang mampu menggerakkan para guru untuk melaksanakan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sehingga kinerja mereka menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.Sebagai pemimpin yang mempunyai pengaruh, seorang kepala sekolah harus terus berusaha agar ide, nasehat, saran dan instruksi dan perintah dan kebijakannya di ikuti oleh para guru binaannya. Dengan demikian ia dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam cara berfikir, dalam bersikap dan dalam bertindak atau berperilaku. Maka menjadi tuntutan bagi seorang kepala sekolah harus selalu merefresh pengetahuan dan wawasan keilmuannya agar nantinya dapat mendukung tugasnya sebagai seorang pimpinan.
Tugas beliu sebagai kepala sekolah, diantaranya yaitu :
1.      Kepala sekolah berperilaku sebagai saluran komunikasi di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
2.      Kepala sekolah bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan.
3.      Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan.
4.      Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional.
5.      Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah.
6.      Kepala sekolah harus mampu mengambil keputusan-keputusan sulit.
 
 
Jadi, dalam sebuah lembaga dan kumpulan masyarakat pasti ada namanya kepemimpinan, dan seorang pemimpin selalu memiliki pola pikir yang kreatif, dan peduli dengan anggotanya, selalu mengeluarkan ide- ide yang inovatif dan berkreasi. Namun, sikap kepemimpinan itu tidak aka ada pada diri seseorang jika orang itu tidak pernah mau berusaha sebagai pemimpin.     
Dan dengan kepemimpinan Dra. Euis Susilawati ini, sekolah RA AL Fitrah yang beliau dirikan, sangat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat sekitar. Menjadikan sarana belajar anak- anak kecil, yang tidak hanya bekajar sambil bermain, melainkan mengajarkan anak untuk mengetahui akan Islam, do'a sehari- hari serta hadits. Dan keluarga belia sangat mendukung akan aktifitas beliau ini, dan beliau semakin dekat dengan masyarakatnya sendiri.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012
www.gudangmateri.com/2010/10/kelompok-sosial-dalam-sosiologi
Rahman, Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,Jatinangor: Alqaprint, 2006.
Wahjosumidjo,Kepemimpinan Kepala Sekolah, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.
            Dra. Euis Susilawati
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini