Rabu, 12 Desember 2012

Annisa Rahmah_jurnalistik 1B_laporan penelitain 5

 
 
Judul Penelitian :
Pola Kepemimpinan dalam Organisasi

 

Peneliti :

Annisa Rahmah (1112051100043)

Jurnalistik 1B
 
 
I.                   Latar Belakang
 
Pemimpin adalah individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti. Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan meng-handel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat/moral yang kreatif dan terarah.
 
Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan kepemimpinannya.
 
Khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideology, dan aktivitas kelompok. Karena beban yang berat itu, maka seorang pemimpin diharuskan memiliki pola atau model kepemimpinan yang benar.
 
Belakangan ini banyak pemimpin mulai kehilangan karismanya. Banyak pemimpin yang kurang baik dan tidak patut untuk dijadikan teladan. Kini pemimpin juga mulai kehilangan kepercayaan dari yang dipimpinnya.
Hal-hal tersebut dapat terjadi salah satunya karena melakukan model atau pola kepemimpinan yang salah. Selain itu faktor dari kepribadian sang pemimpin juga dapat dijadikan alasan dari kehilangan kepercayaan.
 
II.                Pertanyaan pokok
 
1.      Bagaimana pola memimpin yang baik menurut narasumber?
 
III.             Metodologi penelitian
 
Metode yang digunakan: Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber. Metode kualitatif yang digunakan metode komparatif, yaitu mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan serta sebab-sebabnya.
Lokasi : Jalan SD III RT 04 RW 08 Pondok Pinang, Kebayoran Lama
Waktu : Selasa, 11 Desember 2012
             Jam 17.00
 
IV.             Gambaran subjek/objek penelitian
 
Drs. H. M. Yusuf Abu Bakar, MM merupakan seorang sosok pemimpin dari sekolah menengah kejuruan di daerah Pondok Pinang. Beliau merupakan alumni IAIN Fakultas Tarbiyah untuk strata satu. Dan strata dua di UTAMA Jagakarsa.
Saat ini beliau menjabat sebagai wakil kurikulum sekaligus sekretaris yayasan di SMK Averus.
 
Sebelumnya beliau juga terlibat dalam pendirian beberapa yayasan dan sempat menjadi kepala sekolah di enam sekolah yang berbeda, yaitu SMP Yaspen, SMK Makarya (1982), SMK Yanusa (1984), SMK MH Thamrin Gintung (1988), SMK Averus (1992), dan SMK Fatahillah (2000). Beliau telah bergelut dalam dunia pendidikan selama lebih dari tiga puluh tahun. Bapak Yusuf yang sejak menjadi mahasiswa memang sudah hobi berorganisasi.
 
 
Pria yang mengidolakan Mahfud MD, ketua mahkamah konstitusi ini berkelahiran di Bima, 11 April 1946. Beliau mengidolakan Mahfud MD karena sikapnya yang jujur, tegas, dan berani. Semenjak tahun 1990-an Ia aktif menjadi pengurus DPP Tarbiah Islamiah. Kini beliau menjabat sebagai ketua II Tarbiyah Islamiah se-DKI dan pernah menjabat sebagai kepala biro kependidikan.
 
V.                Analisis
 
Menurut bapak Yusuf, inti dari organisasi adalah koordinasi. Beliau sendiri mendefinisikan kepemimpinan sebagai seni menggerakkan orang lain untuk dapat mencapai tujuan. Awalnya alasan bapak Yusuf kenapa ingin menjadi seorang pemimpin adalah ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, ingin menjadi seseorang yang berguna dan bermanfaat, serta yang utama yaitu menguasai IPTEK dan IMTAQ.
 
Pola manajemen dalam kepemimpinan menurut beliau terletak pada fungsi dan tugas dari manajemen itu tersendiri. Yang termasuk dalam fungsi menejemen yaitu POAC. Yang berarti Planning, Organizing, Actuaring, dan Controling.
Sementara tugas manajemen, yaitu KISS. Yang berarti Koordinasi, Intergrasi, Sinkronisasi, dan Sosialisasi.
 
Dan dari pribadi seseorang yang bermanajemen harus memiliki kepekaan terhadap SWOT, yaitu Source, weakness, opportunity, dan treat. Mental, akhlak, moral yang memimpin harus lebih tinggi dibanding dengan yang dipimpin. Selain itu seorang pemimpin juga harus mampu melakukan pengembangan diri, inovatif, kreatif, dan progresif. Dan tentu saja pengalaman menjadi modal utama.
 
Untuk saat ini tidak ada interaksi yang berarti antara yayasan yang dikelola oleh bapak Yusuf dengan yayasan/sekolah lain baik yang sejenis maupun berbeda jenis. Tidak ada kerja sama, cendrung jalan sendiri-sendiri. Karena jatuhnya ke dalam persaingan. Karena mayoritas tujuan yayasan pendidikan swasta saat ini adalah bisnis. Namun ada juga yayasan berdasarkan kepada pengabdian. Selain itu memang ada juga perkumpulan/persatuan koordinasi antar yayasan se-DKI Jakarta.
 
Untuk sistem yang ada di yayasan yang bapak Yusuf bernaung didalamnya tidak ada suatu sistem khusus dalam penggantian kepemimpinan. Cendrung tidak ada musyawarah dan koordinasi antar pengurus yayasan. Namun saat ini bapak Yusuf dan teman sejawatnya tengah memperbaiki sistem yang ada tersebut.
 
Untuk yayasan yang awalnya bapak Yusuf sebagai salah satu pendirinya, diawal kepengurusan memang masih ada ketergantungan dengan bapak Yusuf. Tapi seiring waktu berjalan dengan sistem yang semakin kokoh, yayasan tersebut dapat berdiri sendiri saat ini.
 
Di kalangan masyarakat, yayasan/sekolah mendapat feedback atau respon yang baik. Karena target dari sekolah saat ini adalah warga yang ekonominya menengah kebawah. Sekolah tidak menerapkan iuran sekolah yang terlalu mahal. Dan bagi warga yang benar-benar kurang mampu, yayasan akan membantu dengan mencari donatur untuk mengurangi beban dari siswa tersebut.
 
Dampak yang muncul ketika bapak Yusuf menjadi seorang pemimpin tentu saja yang pertama datang dari keluarga. Tanggapan keluarga tentu saja mendukung. Berkat pengalamannya sebagai seorang kepala sekolah kini beliau dapat mensejahterakan keluarganya, terbukti salah satu dari lima anaknya telah berprofesi sebagai seorang dokter.
 
Sedangkan pada yayasan itu sendiri, beliau sering kali dipercaya sebagai kepala sekolah. Beliau telah menjadi salah seorang yang mendirikan enam yayasan berbeda. Dan telah aktif di dunia pendidikan selama lebih dari tiga puluh tahun.
 
Beliau juga berprinsip bahwa dalam kepemimpinan selalu ada keterkaitan antara agama dan kepemimpinan. Beliau memilih dunia pendidikan dengan tujuan berharap agar seorang anak dapat menjadi seseorang yang berguna dan sukses. Di masyarakat, beliau menjadi seorang tokoh masyarakat yang disegani dan sempat dipercaya menjadi ketua RT dan RW.
 
Sondang (1994) menyimpulkan bahwa seseorang secara genetika telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan. Bakat-bakat tersebut dipupuk dan dikembangkan melalui kesempatan untuk menduduki jabatan kepemimpinannya ditopang oleh pengetahuan teoritikal yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan, baik yang bersifat umum  maupun menyangkut teori kepemimpinan.
 
Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi dengan sendirinya dapat dialihkan kepada kepemimpinan oleh orang yang sama di organisasi lain. Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi tidak merupakan jaminan keberhasilannya memimpin organisasi lain.
 
DAFTAR PUSTAKA
 
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012
 
http://armandjexo.blogspot.com oleh Arman Maulana (Kamis, 12 April 2012)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini