Selasa, 15 September 2015

Muhammad Badruzzaman. komunitas, organisasi, dan kelompok sosial dalam perspektif sosiologi. Tugas 2.

komunitas, organisasi, dan kelompok sosial dalam perspektif sosiologi

Nama                         : Muhammad Badruzzaman

Fakultas                     : Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Program Studi           : Komunikasi Penyiaran Islam

Nim                            : 11150510000041


BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

            Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan perkembangan Teknologi dalam kehidupan masyarakat dimassa sekarang berkembang dengan pesat. Hal ini sudah pasti dapat berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung pada berbagai aspek.

Di Indonesia, kita seharusnya merasa beruntung dengan adanya masyarakat-masyarakat yang beraneka ragam. Keaneka ragaman masyarakat bisa dilihat dari segi ras, budaya, suku agama maupun organisasi ekennomi dan sosial. Keberadaan mereka merupakan suatu kekayaan bangsa karena artinya ada lebih dari seribu macam ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan.


1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas dapat dirumasukan permasalahan sebagai berikut :

1.      Definisi komunitas, organisasi, dan kelompok sosial dalam perspektif sosiologi.

2.      Perbedaan dan persamaan antara ketiganya.

3.      Contoh dalam kehidupan sehari-hari diantara ketiganya

 

 

BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Definisi Komunitas, Organisasi dan Kelompok Sosial

            Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa.

            Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana dan prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya. Sebagai mahluk pribadi, manusia terus melakukan interaksi dengan sesamanya sebagai jalan mencari pemahaman tentang dirinya, lingkungan dan sarana untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat diperolehnya sendiri.


 

2. 2 Perbedaan dan Persamaan Antara Ketiganya.

Persamaan antara komunitas, organisasi dan kelompok sosial ialah terdapat pada hubungan dan berkomunikasi, tidak terlepas dari adanya kerja sama yang baik demi tercapainya tujuan bersama yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama ini dapat dibendung dalam satu wadah kegiatan yang terkoordinir maupun yang tidak terkoordinir. Itulah persamaan antara komunitas, organisasi dan kelompok sosial.

Perbedaan antara komunitas, organisasi dan kelompok sosial terletak pada sifat dan kesamaan dasar yang menyatukan mereka. Komunitas biasanya bersifat informal, cenderung lebih bebas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi  jiwa. Organisasi biasanya bersifat formal dan struktur keanggotaan yang jelas. Kelompok sosial bersifat formal dan terbentuk berdasarkan masyarakat sekitarnya

.


2.3 Contoh Dalam Kehidupan Sehari-hari Diantara Ketiganya

           Contoh Komunitas dalam kehidupan sehari-hari seperti BINTARO STANCE, Bintaro Stance ada sekumpulan orang-orang pencinta otomotif roda empat yang memodifikasi mobilnya beraliran Stance.

            Contoh Organisasi dalam kehidupan sehari-hari seperti OSIS (Organisasi Intra Sekolah), Osis adalah organisasi yang memiliki tujuan yang jelas dan memiliki struktur keanggotaan yang jelas mulai dari ketua sampai anggota.

            Contoh Kelompok Sosial dalam kehidupan sehari hari seperti Majelis Ta'lim, Majelis Ta'lim terbentuk karena kesamaan diantara masyarakat sekitar yang suka pergi ke majelis majelis ta'lim.

 


BAB III

PENUTUP


Daftar Pustaka

·         Soyomukti Nurani. (2010). PENGANTAR SOSIOLOGI. Jogjakarta. Diterbitkan oleh DR-Ruzz Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini