Senin, 29 September 2014

NURLAILA_1112054000027_PMI 5_FERTILITAS DAN MORTALITAS

Nama : Nurlaila
NIM : 1112054000027
Jurusan : PMI 5
*      Fertilitas
Fertilitas (kelahiran) merupakan salah satu komponen pertumbuhan penduduk yang bersifat menambah jumlah penduduk. Fertilitas adalah kemampuan menghasilkan keturunan yang dikaitkan dengan kesuburan wanita atau disebut juga fekunditas. Dalam studi demografi, istilah fertilitas paling sering digunakan dan kadang-kadang ketiga istilah tersebut digunakan saling berkaitan atau bahkan dianggap sama artinya¸tergantung tujuan dan data yang dipakai. Misalnya, "tingkat fertilitas di Indonesia yang diukur dengan angka fertilitas total antara tahun 1997-1999 adalah 2,34 anak per wanita, dan rata-rata anak yangdilahirkan hidup per wanita adalah 1,7 pada tahun 2000, ( Sensus Penduduk 2000)."
 
Dalam analisis fertilitas dikenal beberapa konsep tentang kelahiran. Menurut WHO  ( world health organization ) dan PBB ( perserikatan bangsa-bangsa) ada tiga konsep fertilitas yaitu :
Lahir hidup ( live birth) : kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan.
1.      Lahir mati ( still birth ) : kelahiran seorang bayi dari kandungan yang yang sudah berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat di lahirkan.
2.      Aborsi adalah peristiwa kematian bayi dalam kandungan dengan umur kurang dari 28 minggu. Ada dua macam aborsi yaitu aborsi sengaja (pengguguran) dan aborsi tidak disengaja (keguguran).
§  Ukuran dasar Fertilitas :
Dalam fertilitas ada enam ukuran antara lain : angka kelahiran kasar, angka fertilitas umum, angka kelahiran menurut umur, angka fertilitas total dan angka lahir hidup dan rasio anak wanita.
§  Ukuran Reproduksi :
Berikut beberapa ukuran reproduksi yang dimaksud :
1.      Angka Reproduksi Bruto adalah banyaknya bayi perempuan yang akan dilahirkan oleh suatu kohor perempuan selama usia reproduksi mereka.
2.      Angka Reproduksi Neto adalah angka fertilitas yang telah memperhitungkan faktor mortalitas, yaitu kemungkinan bayi perempuan meninggal sebelum mencapai akhir masa reprodukinya.
3.      Perhitungan TFR dengan pendekatan Kerat Lintang Longitudinal adalah menggambarkan menurut kerat lintang berdasarkan riwayat kelahiran dan menurut analisis longitudinal berdasarkan current fertility.
§  Pemikiran Antar Disiplin Tentang Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Fertilitas (Pendekatan sosial)
            Pemikiran Davis dan Blake tentang variabel antara (Intermediate Variables).
Variabel antara adalah variabel yang secara langsung memengaruhi fertilitas dan dipengaruhi oleh variabel-variabel tidak langsung, seperti faktor-faktor sosial, ekonomi dan budaya. Menurut mereka ada tiga tahapan di dalam variabel tersebut antara lain :
1.      Tahap hubungan kelamin yaitu semua faktor yang memengaruhi hubungan seks.
2.      Tahap konsepsi atau pembuahan
3.      Tahap kehamilan yaitu faktor-faktor yang memengaruhi kehamilan.
§  Pemikiran Freedman :
Menurutnya semua perilaku perempuan yang berkaitan dengan variabel antara sangat dipengaruhi oleh adat istiadat serta anggapan masyarakat di sekelilingnya tentang proses kelahiran mulai saat menikah, hamil, dan melahirkan.
§  Pendekatan Ekonomi :
Teori ini meninggalkan pemikiran makro yang beranggapan bahwa tinggi rendahnya tingkat fertilitas suatu kelompok masyarakat ditentukan oelh tingkat pertumbuhan ekonomi, urbanisasi dan modernisasi.
§  Studi Fertilitas di Indonesia :
Indonesia sering dijadikan contoh keberhasilan dalam upaya penurunan angka kelahiran yang relative cukup cepat. Oleh sebab itu, penurunan angka kelahiran merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, angka kelahiran kasar (CBR) telah menurun dari sekitar 43 kelahiran per 1.000 penduduk pada tahun 1967-1970 menjadi sekitar 23 kelahiran per 1.000 penduduk pada priode 1991-1994.
 
 
*      Mortalitas
Mortalitas diartikan sebagai kematian yag terjadi pada anggota penduduk. Oleh karena itu, apabila pengertian mati tidak dikonsepkan secara baku, dikhawatirkan dapat terjadi perbedaan penafsiran tentang kapan seseorang dikatakan mati.
§  Ukuran-ukuran Dasar Mortalitas :
Beberapa ukuran dasar mortalitas yang banyak digunakan antara lain adalah sebagai berikut.
1.      Angka Kematian Kasar : CDR adalah jumlah kematian per 1000 penduduk pada tahun tertentu.
2.      Angka Kematian menurut Umur : (ASDR) adalah jumlah kematian yang terjadi pada kelompok umur tertentu per 1.000 penduduk kelompok umur tersebut pada tahun tertentu.
3.      Angka Kematian Baru Lahir : Yaitu, kematian yang terjadi sebelum bayi berumur 1 bulan atau 28 hari per 1.000 kelahiran pada periode tertentu.
 
Dalam estimasi ukuran mortalitas, dikenal dengan istilah standardisasi. Ada 2 jenis standardisasi, yaitu standardisasi langsung dan tidak langsung. Standardisasi langsung adalah standardisasi angka kematian dengan menggunakan satu penduduk standar untuk mengaplikasikan angka kematian tertentu dari masing masing penduduk yang akan dibandingkan. Standardisasi tidak langsung adalah standardisasi angka kematian angka kematian dengan menggunakan suatu himpunan angka kematian umur tertentu standar yang kemudian diaplikasikan pada masing-masing penduduk yang akn dibandingkan untuk memperoleh angka kematian yang diperkirakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini