Senin, 29 September 2014

Tugas 2_Umu Kulsum_KPI 5D_1112051000108

Umu Kulsum
KPI 5D
1112051000108
A.    Etika Terapan
Etika terapan adalah studi etika yang menitik beratkan pada aspek aplikasi atas dasar teori etika atau norma yang ada. Etika terapan muncul karena perkembangan pesat etika dan kemajuan ilmu lainnya. Etika terapan bersifat praktis karena memperlihatkan sisi kegunaan dari penerapan teori dan norma etika pada perilaku manusia.
Contoh etika terapan:
Etika terapan yang menyoroti permasalahan iklim dan lingkungan menghasilkan kajian mengenai etika lingkungan hidup.
Etika terapan dapat menyoroti suatu profesi atau suatu masalah. Sebagai contoh etika terapan profesi dapat disebut etika kedokteran, etika politik, etika bisnis dll.
Etika kedokteran:
Bahwa etika kedokteran sekarang sering di mengerti dengan cara lebih luas dari pada pembahasan pekerjaan dokter saja, sehingga mencangkup masalah etik yang berkaitan dengan kehidupan.  
Kode etik kedokteran :
1.      Setiap dokter menjungjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan sumpah atau janji dokter
2.      Dalam melakukan pekerjaannya kedokterannya, seorang dokter tidak boleh di pengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi.
3.      Seorang dokter wajib menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri.
 
B.     Pendekatan Etika Terapan:
Praktis, etika profesi dalam kajiannya tidak meninggalkan segi atau landasan teoritis. Etika profesi memiliki sifat yang mementingkan tujuan perbuatan dan kegunaan, baik secara pragmatis maupun secara deontologis.
Pragmatis, dalam etika profesi yakini melihat bagaimana kegunaan itu memiliki makna bagi seorang profesional melalui tindakan yang positif.
Moralis, yaitu dalam setiap kegiatan seorang profesional harus sesuai dengan norma moral, yaitu suatu sistem moral yang menjadi suatu kebudayaan. Suatu tempat memiliki kebudayaan masing-masing, dimana kebudayaan yang berbeda mempunyai norma moral yang berbeda pula.
 
C.     Metode etika terapan:
 
Metode etika terapan dibagi menjadi 4 unsur yaitu:
1.       Sikap Awal
Sifat awal ini terbentuk karena bermacam-macam faktor yang memainkan peran dalam hidup seorang manusia :pendidikan, kebudayaan, agama, [engalaman pribadi, dll.
2.       Informasi
Sifat awal yang pro dan kontra itu sebenarnya masih sangat emosional atau sekurang-kurangnya dikuasai oleh faktor subjektif yang tidak sesuai dengan faktor objektif. Melalui informasi kita dapat mengetahui bagaimana keadaan objektif itu.
3.       Norma-norma moral
Unsur berikut dalam metode etika terapan adalan nirma-norma moral yang relavan untuk topik atau bidang bersangkutan. Penerapan norma-nirma moral ini sangat penting dalam etika terapan. Pembentukan penilaian moral sering dimulai oleh satu kelompok kecil bisa partai politik atau swadaya masyarakat yang memperjuangkan suatu pandangan etis tertentu.
4.       Logika
Etika terapan bersifat logis. Logika dapat menunjukan kesalahan-kesalahan penalaran dan klarifikasi yang dipakai dalam argument.
 
D.       Relasi Etika dan Filsafat
Filsafat berkaitan dengan pandangan seseorang untuk mencari hakikat kebenaran yang asli, juga merupakan ilmu pengetahuan yang melahirkan salah satunya ilmu etika yang berlandaskan akal pikiran, dan ingin tahu dengan mendalam. Sedangkan etika sebagai cabang ilmu melanjutkna kecendrungan kita dalam hidup sehari-hari, mulai dari merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan, tidak jarang kita berbeda pendapat dengan teman. Etika sebagai cabang ilmu filsafat dapat dipahami bahwa istilah yang digunakan untuk memberi batasan terhadap aktifitas manusia dengan nilai ketentuan baik atau buruk.
Etika memiliki objek yang sama dengan filsafat, yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia. Filsafat sebagai pengetahuan berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya perdasarkan pikiran (Yatimin :2006). Jika ia memikirkan pengetahuan jadilah ia filsafat ilmu, jika ia memikirkan tentang etika maka jadilah filsafat etika ( Ahmad Tafsir:2005). Relasi etika dan filsafat sangat erat sehingga didefinisikan sebagai refleksi kritis, metodis, dan sistematis tentang tingkah laku manusia yang dilandaskan pada akal pikiran dan rasa ingin tahu secara mendalam.
Sumber : Widyantoro. 2011. Dalam Materi Kuliah Filsafat dan Etika Komunikasi. Surakarta.
K. Bertens. 2004. Etika. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini