Senin, 29 September 2014

TUGAS 1

Nama   : Wiji Lestari ( 1112051000093)
Kelas   : KPI 5C

Seputar Istilah dan Kerancuan Istilah: Etika dan Moral, Amoral dan Immoral, Etika dan Etiket, Moralitas, Subyektif, dsb. Membedakan antara: Etika Deskriptif, Etika Normatif, dan Meta Etika; Hakikat Etika Filosofis
Etika dan moral
Etika; Ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan  memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh  akal pikiran.  Moral; sesuai dengan ide-ide umum diterima tentang tindakan manusia,  mana yang baik dan wajar. Sesuai dengan ukuran-ukuran tindakan yang  oleh umum diterima yang meliputi sosial atau lingkungan tertentu.
Amoral  dan immoral
Mendengar kedua kata tersebut, tentu saja dua-duanya seperti merujuk perlakuan seseorang yang tidak bermoral. Hal itu memang benar, hanya saja tergantung pelakunya. amoral adalah sebuah tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh seseorang karena kurangnya pengetahuan, memiliki kelainan atau belum cukup umur. Maksudnya adalah seperti ketika anda melihat orang gila di jalan yang berjalan tanpa mengenakan busana apapun. Anda tidak mungkin bisa bilang itu bejat karena walaupun anda bilang seperti itu mereka juga tidak akan mengerti. Hal ini juga sama seperti anak kecil yang telanjang ketika ada tamu di rumah. Mereka tidak mengerti bahwa berlari tanpa busana adalah hal yang tidak sopan. Sedangkan imoral adalah tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh seseorang walaupun orang tersebut sudah tahu bahwa hal tersebut memang salah dan tetap melakukannya. Contoh paling mudah adalah koruptor. Sudah tahu korupsi adalah tindakan yang bejat tetap saja dilakukan.
Etika dan etiket
Etiket adalah kebudayaan yang ada didalam suatu masyarakat sedangkan etika adalah ilmu yang mempelajari dan mengkiritisi budaya tersebut. Etiket bersikap sempit dan berbeda antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya. Etiket di dunia barat dengan timur sangat berbeda jauh, contohnya adalah jika di negara kita, bersendawa adalah hal yang wajar dan itu dianggap seperti bersin.Tapi jangan sekali-kali anda bersendawa di depan orang barat karena itu merupakan penghinaan terhadapnya. Justru sebaliknya, orang barat menganggap kentut adalah sebuah hal yang wajar seperti bersendawa di Indonesia. Kentut di depan umum bagi orang barat bukan hal yang memalukan. Berbeda dengan orang Indonesia yang menganggap itu adalah hal yang kurang sopan. Itu adalah etiket. Sedangkan etika lebih mempelajari mengenai mengkritisi kejadian-kejadian seperti itu. Etika juga merupakan ilmu yang universal dan dapat diterima oleh orang banyak
Moralitas
Moralitas berasal dari kata dasar "moral" berasal dari kata "mos" yang berarti kebiasaan. Kata "mores" yang berarti kesusilaan, dari "mos", "mores". Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan lain-lain; akhlak budi pekerti; dan susila. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani; bersemangat; bergairah; berdisiplin dan sebagainya.
Subyektif
Subjektif adalah lebih kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau selera orang.
Perbedaan
Etika Deskriptif
Etika Deskriptif; cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas,  seperti adat kebasaan, anggapan tentang baik dan buruk, tindakan yang  diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Etika deskriptif mempelajari  moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan atau subkultur
tertentu. Oleh karena itu, etika deskriptif tidak memberikan pemikiran  apa pun, ia hanya memaparkan. Etika deskriptif lebih bersifat netral.
Etika Normatif
Etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan
Meta Etika
Metaetika: kajian etika yang ditunjukan pada ungkapan-ungkapan etis. Bahasa etis atau bahasa yang digunakan dalam bidang moral dikaji  secara logis. Metaetika menganalisis logika perbuatan dalam kaitan  dengan 'baik' atau 'buruk.' Perkembangan lebih lanjut dari metaetika
adalah fisafat analitis.
Hakikat Etika Filosofis
Hakikat Etika Filosofis; adalah dasar ilmu yang menanamkan tentang  sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang  mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini