Senin, 29 September 2014

ETIKA II (Nurul Hidayanti 1112051000027)

Etika II : Etika Terapan

Pentingnya etika terapan sekarang ini tampak juga karena tidak jarang jasa ahli etika diminta untuk mempelajari masalah-masalah yang berimplikasi moral. Hal itu terutama terjadi jika pemerintah suatu negara ingin membuat peraturan hukum tentang masalah baru atau mengubah ketentuan hukum yang berlaku. Salah satu ciri khas etika terapan sekarang ini adalah kerjasama erat antara etika dan ilmu-ilmu lain. Etika terapan tidak bisa dijalankan dengan baik tanpa kerjasama itu karena ia harus membentuk pertimbangan dengan bidang yang sama sekali di luar keahliannya. Karena itu pelaksanaan etika terapan minta suatu pendekatan multidisipliner, suatu pendekatan yang melibatkan berbagai ilmu sekaligus.

·         Bidang yang menjadi garapan etika terapan saat ini

jika ditanyakan yang mana dari cabang etika terapan ini mendapat paling banya perhatian dalam zaman kita sekarang, barangkali perlu disebut terutama empat cabangberikut ini, dua di antaranya menyangkut profesi dan dua lagi mengenai masalah.

Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) "sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Disini boleh dicatat lagi bahwa etika kedokteran sekarang sering dimengerti dengan cara lebih luas daripada pembahasan dokter saja, sehingga mencakup semua masalah etis yang berkaitan dengan kehidupan. Contohnya adalah kewajiban dokter terhadap pasiennyaatau pengacara terhadap kliennya.

·         Pendekatan etika terapan

Disini kita membedakan antara pendekatan multidispliner dan interdisipliner

a.       pendekatan multidisipliner

pendekatan multidisipliner adalah usaha pembahasan tentang tema yang sama oleh oleh berbagai ilmu, sehingga semua ilmu itu memberikan sumbangannya yang satu disamping yang lain.

b.      pendekatan interdisipliner

pendekatan interdisipliner dijalankan dengan cara lintas disiplin. Pendekatan interdisipliner adalah kerjasama anatara beberapa ilmu tentang tema yang sama dengan maksud mencapai suatu pandangan terpadu.

·         Relasi Etika dan Filsafat

Dalam Encyclopedia Britanica, etika dinyatakan dengan tegas sebagai filsafat moral, yaitu studi yang sistematik mengenai sifat dasar dari konsep konsep nilai baik, buruk, harus, benar, salah dan sebagainya. Frankena menjelaskan bahwa etika sebagai cabang filsafat, yaitu filsafat moral atau pemikiran kefilsafatan tentang moralitas, problem moral dan pertimbangan moral.

 

Daftar psutaka

K.Bertens, Etika, (Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama,1993).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini