Senin, 29 September 2014

Dityan Zahra P/ 1112051000149/ KPI 5E/ Tugas Etika Filsafat 2

Nama              : Dityan Zahra P

NIM                : 1112051000149

Kelas              : KPI 5E

Tugas ke 2 Etika dan Filsafat Komunikasi

 

Pengertian Etika Terapan


Etika terapan bukanlah sebuah hal yang baru dalam sejarah filsafat moral. Etika khusus muncul pada zaman modern yang dimana hal ini membahas masalah etis sebuah bidang tertentu, seperti keluarga dan Negara. Namun pada dasarnya etika khusus dalam arti sebenarnya sama dengan etika terapan. Etika terapan sendiri mengkaji bagaimana manusia menerapkan prinsip-prinsip atau norma-norma dalam kehidupan atau kegiatan khusus (bisnis, politik, lingkungan, sosial, dll.) yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang tertentu dalam suatu masyarakat yang dimana didalam masyarakat tersebut norma dan nilai moral sudah ada.

 

a.    Bidang yang Menjadi Garapan Etika Terapan (Bidang Profesi)

Etika terapan mengkaji dan menerapkan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan khusus sesuai dengan bidang atau kegiatan tertentu. Etika terapan ini menyoroti dan membahas suatu masalah atau profesi.

Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat. (Schein, E.H, 1962).

Sedangkan pengertian etika profesi adalah sikap hidup atau norma-norma moral yang harus ditaati agar tercipta pelayanan dan kewajiban yang baik kepada masyarakat serta keadilan yang berimbang terhadap masyarakat.

 

Contoh Etika Profesi;

Dokter; Dokter adalah suatu profesi yang bersifat kemanusiaan, etika kedokteran sangat penting dan memegang peranan sentral bagi para dokter dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat. Adanya etika ini membuat para dokter bisa menghargai profesinya sendiri, teman dan masyarakat serta mampu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan etika yang berlaku.

Jurnalis; Etika jurnalis adalah standar aturan perilaku dan moral yang mengikat para jurnalis dalam melaksanakan pekerjaannya. Etika ini bukan hanya untuk memeliharadan menjaga standar kualitas pekerjaan si jurnalis tetapi juga untuk melindungi atau menghindarkan khalayak dari kemungkinan dampak yang merugikan dari tindakan keliru jurnalis.

 

b.   Pendekatan Etika Terapan

Praktis; Sebagai ilmu praktis maka etika profesi memiliki sifat mementingkan tujuan perbuatan dan kegunaannya, baik secara pragmatis, utilitaristis maupun deontologis.

Pragmatis; Melihat bagaimana kegunaan itu memiliki makna bagi seorang profesional melalui tindakan yang positif yang berupa pelayanan terhadap klien, pasien atau pemakai jasa.

Moralis; Dalam penerapannya, para profesionalis harus dibimbing oleh norma moral yaitu norma yang mewajibkan tanpa syarat tanpa disertai pertimbangan lain.

Multidisipliner; Usaha pembahasan tentang tema yang sama oleh berbagai ilmu, sehingga semua ilmu itu memberikan sumbangannya yang satu disamping yang lain. Jadi, menghasilkan pendekatan yang sama dari berbagai arah yang dipusatkan kepada tema yang sama.

Interdisipliner; Kerja sama antara beberapa ilmu tentang tema yang sama dengan maksud mencapai suatu pandangan terpadu.

 

c.    Metode Etika Terapan

1.      Dari Sikap Awal Menuju Refleksi

Sikap awal membentuk suatu pandangan beralasan tentang masalah etis. Sikap ini bisa berbentuk pro maupun kontra atau malah juga netral bahkan acuh. Namun hal tersebut baru direfleksikan apabila pandangan kita terhadap suatu masalah terbuka. Sehingga sikap awal kita menjadi problematis dan pemikiran kita tergugah, dengan itu refleksi etis pun memulai perjalanannya.


2.      Informasi

Unsur kedua yang dibutuhkan adalah informasi. Melalui informasi kita dapat mengetahui bagaimana keadaan objektif. Karena biasanya pada sikap awal, terjadi pro dan kontra yang masih sangat emosional atau sekurang-kurangnya dikuasai oleh faktor subjektif yang tidak sesuai dengan kenyataan objektif.


3.      Norma-norma Moral

Norma-norma moral yang relevan untuk topik atau bidang bersangkutan yang sudah diterima dalam masyarakat dan bukan baru diciptakan untuk kesempatan ini saja.

 

4.      Logika

Proses pembahasan suatu masalah yang sedang dihadapi harus mematuhi tuntutan berpikir logis rasional. Ini diperlukan bagi setiap usaha pembahasan untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

 

d.   Relasi Etika dan Filsafat

Etika memiliki objek yang sama dengan filsafat yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia. Filsafat sebagai pengetahuan berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya berdasarkan pikiran. (Yatim, 2006).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini