Senin, 29 September 2014

Aditiya Awaludin_Tugas 3_PMI 3_ Struktur sosial dan sistem sosial masyarakat perkotaan

Pengertian struktur sosial menurut pendapat para ahli :

1.      Soerjono Soekanto: struktur sosial diartikan sebagai hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan peranan-peranan sosial.

2.       E. R. Lanch: cita-cita tentang distribusi kekuasaan diantara individu dan kelompok sosial.

3.      Raymond Flirth: pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga di mana orang banyak tersebut ambil bagian.

Dari definisi tersebut diatas disimpulkan bahwa struktur sosial merupakan tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat, yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di dalam masyarakat

Sistem sosial merupakan relasi yang saling berkaitan antar masyarakat yang satu dengan lainnyadalam melaksanakan mekanisme kerja demi mencapai tujuan tertentu. Keharmonisan suatu masyarakat bisa diukur dengan sistem yang berlangsung dan diterapkan oleh masyarakat itu sendiri.

Dan kali pengertian struktur sosial dan sistem sosial masyarakat akan lebih berfokus terhadap masyarakat diperkotaan, berikut ciri-ciri struktur sosial masyarakat kota

1.      Diferensiasi ekonomik yang menjadi landasan terjadinya pengelompokan sosial

2.      Spesialisasi kerja yang menjurus kepada 'profesionalisme'.

3.      Hubungan sosial yang bersifat kompetitif.

4.      Individu mendapat tempat utama karena prestasi yang dicapainya. Orang juga tidak meperdulikan tingkah laku pribadi sesamanya asal tidak merugikan dirinya

5.      Mobilitas yang tinggi untuk mengejar prestasi

6.      Kesenderungan terjadinya pengelompokan lokasi tempat tinggal

7.   Memudarnya perbedaan status kelamin dalam kedudukan, posisi dan status semua aspek kehidupan.

8.      Hubungan sosial bersifat sekunder. Orang tinggal berdekatan tetapi secara sosial berjauhan

9.      Heterogenitas sosial : komunitas kota terbentuk dari berbagai macam kelompok suku, ras, agama, dsb

10.  Voluntary association : orang menggabungkan diri ke dalam perkumpulan yang disukainya secara sukarela

Dalam beberapa ciri tersebut dapat diambil kasus bahwa masyarakat kota lebih bersifat individualis. terjadilah kesenjangan sosial yang menyebabkan ketidak seimbangan dalam kehidupan perkotaan. dimana orang hanya akan memperdulikan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan orang lain lagi. sekarang tinggal dari pemerintahan kota sendiri bagaimana mau menanganinya apakah kota tersebut mau di jadikan kota komersial atau kota budaya atau kota industri. sehingga karakteristik kota tersebut ada. kota dianggap dapat memenuhi kebutuhan semua orang karena berbeda dengan desa, dari kasus ini tak jarang masyarkat kota tidak mengenal ketua atau pemimpinnya itu sendiri karena terlalu memikirkan hal kehidupan pribadinya, seperti contohnya banyak masyarakat perkotaan yang kurang mengetahui Rtnya sendiri, hanya sekedar tau tetapi merasa tidak begitu peduli. Kadang permasalahannya juga datang dari pemimpinnya sendiri yang kurang bersosialisasi dengan warganya.

Analisis

Menurut Cohen, sistem sosial akan terbentuk jika adanya solidaritas dan kerjasama antara Ketua Masyarakat setempat dengan warganya. Dan apabila kerjasama tersebut tercapai maka terjadi lah kesinabungan antara warga dan ketua masyarakatnya sehingga warga hidup dengan harmonis. Hal ini sesuai dengan struktur fungsional yaitu suatu masyarakat memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam tantanan sosial struktur masyarakat dan mereka saling ketergantungan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini