Senin, 06 Oktober 2014

Tugas 3_Fathimah Azzahra (1112051000125) KPI 5D

Definisi Filsafat

Secara etimologis, kata filsafat berasal dari gabungan dua kata; philein yang berarti mencintai; dan sophos yang berarti kearifan atau kebijaksanaan. Jadi, dilihat dari asal katanya filsafat berarti mencintai kebijaksanaan.
Sedangkan secara termilogi banyak diartikan oleh beberapa para filsuf atau pemikir. Beberapa pengertian menurut para ahli:
Plato (427-347 SM), Filsafat tidak lain adalah pengetahuan tentang segala hal.
Aristoteles (384-322), filsafat itu menyelidiki sebab dan asas segala benda.

Al-farabi, filsafat itu adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikatnya yang sebenernya.
Harold H. Titus, filsafat adalah sikap tentang hidup dan alam semesta.. salah satu metode berfikir reflektif dan penyelidikan yang didasarkan pada akal.. adalah seperangkat masalah.. suatu perangkat teori dan sistem pemikiran.
Prof. Dr. N. Driyakarya S.J. (1913-1967), filsafat adalah pikiran manusia yang radikal, artinya dengan mengesampingkan pendirian-pendirian dan pendapat-pendapat 'yang diterima begitu saja' mencoba memperlihatkan pandangan yang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap praktis.

Unsur-unsur Filsafat

Berdasarkan kajian Jujun S. Suriasumantri dalam bukunya "Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer"  kajian filsafat ilmu adalah mencakup 3 unsur, yakni; Landasan Ontologis,  Landasan Epistemologis, Landasan Aksiologis.
Ontology adalah cabang filsafat yang membicarakan prinsip paling dasar atau paling dalam dari segala sesuatu yang ada.
Sedangkan Epistemologi juga sering disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). Secara etimologi, istilah epistemology berasal dari bahasa Yunani episteme, yang artinya pengetahuan, dan logos yang artinya ilmu atau teori. Jadi epestemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal-usul dan mula atau sumber, struktur, metode, dan syahnya pengetahuan.
Istilah Aksiologi berasal dari perkataan axios (Yunani) yang berarti nilai, dan logos yang berarti ilmu atau teori. Jadi aksiologi adalah "teori tentang nilai". Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilai yang dalam filsafat mengacu kepada permasalahan etika dan estetika.

Metode Filsafat

  • Metode Kritis: metode yang dipake oleh Socrates dan Plato ini adalah metode dengan cara kerja atau bertindak yang bersifat analitis. Metode ini dilakukan dengan cara melalui percakapan-percakapan (dialog).
  • Metode Skolastik: metode ini dikembangkangkan oleh Aristoteles dan Thomas Aquinas. Metode ini sering disebut dengan istilah sintetis deduktif
  • Metode Sistematis: metode yang terfokus pada isi filsafat, bukan pada tokoh ataupun pada zaman, serta periodenya
  • Metode Historis: digunakan untuk mengkaji filsafat dengan mengikuti sejarahnya,dengan cara membicarakan tokoh demi tokoh menurut kedudukan dalam sejarahnya. Metode ini bisa juga dengan cara membagi babakan atau periode filsafat sejarah
  • Metode Kristis: metode yang menggunakan metode sistematis atau historis. Langkah pertama adalah memahami isi ajaran, kemudian mencoba mengajukan kritiknya. Kritiknya bisa berupa untuk menentang atau menolak pendapat tokoh atau bisa mendukung atau memperkuat paham para tokoh tersebut
  • Metode Empiris: metode yang dipahami oleh Thomas Hobbes, John Locke dan david hume. Menurut mereka hanya pengalamanlah yang dapat menyajikan pengertian benar
Hakikat Filsafat

Secara hakiki Kaelan (2003) dalan buku "Pendidikan Pancasilanya" menerangkan hakikat filsafat tersebut sebagai;
1.         Filsafat sebagai Produk
Filsafat sebagai; Jenis pengetahuan, Ilmu, Konsep, Pemikiran-pemikiran para filsuf, Filsafat sebagai problema yang dihadapi manusia sebagai hasil aktivitas berpikirnya.
2.         Filsafat sebagai Suatu Proses;
Filsafat sebagai aktivitas berfilsafat, dalam proses pemecahan masalah, filsafat sebagai sistem pengetahuan yang bersifat dinamis.

Daftar Pustaka
Jujun, Suriasumantri. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:  Pustaka Sinar Harapan, 2005
Kaelan, H. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta; Paradigma,2003
Soyomukti, nurani. Pengantar Filsafat Umum: Dari Pendekatan Historis, Cabang-cabang Filsafat, Pertarungan Pemikiran, Memahami Filsafat Cinta, hingga Panduan Berfikir Kritis-Filosofis. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011
Susanto.  Filsafat Ilmu Suatu Kajian dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Jakarta: Bumi Aksara, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini