Senin, 12 Mei 2014

Janos Prakoso_Tugas6_Kehidupan Sosial Tukang Becak Di Rempoa Tangerang Selatan

Kehidupan Sosial Tukang Becak Di Tangerang Selatan


Nama : Janos Prakoso

NIM : 1113054100031

Kelas : Kessos 2 A


A.    Latar Belakang Masalah

Tukang becak adalah profesi unik yang keneradaannya hanya ada di Indonesia. Meskipun di Zaman yang serba canggih ini, Mereka masih bisa bertahan dan masih menjadi salah satu angkutan umum yang diminati oleh Masyarakat Indonesia.

Keberadaan Tukang becak sering dianggap mengganggu ketertiban lalu lintas, karena Mereka tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Selain kedua latar belakang di atas, ada latar belakang khusus dalam diri saya sehingga saya melakukan penelitian mengenai profesi ini. Saya penasaran akan kehidupan Mereka, bagaimana mereka bisa bertahan hidup ditengah tantangan yang semakin berat ini. Saya juga ingin tahu, apa yang diharapkan oleh Tukang becak kepada Pemerintah.

 

B.     Pertanyaan Penelitian

1 . Bagaimana mereka bisa bertahan hidup ditengah tantangan yang semakin berat ini?

2.  Apa yang diharapkan oleh Tukang becak kepada Pemerintah.

 

C.    Metode

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif karena penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara mengajukan beberapa pertanyaan dan observasi. Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini mengamati kenyataan yang terjadi di tengah sekitar lingkungan kita.

 

D.    Teori

Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori Emile Durkheim, 
karena subjek yang diteliti adalah tukang becak. Serta metode yang 
ditinjau ialah observasi dan out put yang dihasilkan berupa narasi 
atau sebuah penjelasan dari penemuan-penemuan observasi yang telah 
dilakukan. 

 

 

E.      Area Riset

Lokasi penelitian dilaksanakan di daerah Rempoa , Tangerang Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mewawancarai seorang tukang becak yang sedang berada di pinggir jalan. Penelitian tersebut dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2014.

1. Profil Narasumber :

-Nama        : Mulyono

-Umur        : 45 tahun

-Pekerjaan:  Tukang Becak

2. Pertanyaan lapangan

-Apa yang menyebabkan anda bisa menjadi tukang becak?

-Bagaimana rasanya suka dan duka selama anda menjadi tukang becak?

-Bagaimana untuk pengahasilan sehari-hari?

-Apakah pemerintah memihak pada tukang becak?

-Bagaimana respon anda tentang pemerintahan sekarang?

-Apa pesan anda untuk pemerintah sekarang?

3. Jawaban

Nama saya Mulyono,umur saya 45 tahun, saya sehari-hari berpropesi menjadi tukang becak sejak tahun 1990. Saya biasa mangkal di depan lapangan Rempoa, Tangerang Selatan, saya tinggal di Jl.  SMAN didaerah Jakarta Selatan,saya tinggal di jl.Kamboja  Rempoa  Tangerang Selatan.

-Saya menjadi tukang becak karena tidak mempunyai keahlian dalam bidang lain.

-Sukanya kalau malam hari banyak yang naik becak saya tidak ada kendaraan umum lagi saya mengantarkan penumpang yang pulang kerjanya tengah malam . Kalau dukanya saya jarang mendapatkan penumpang di siang hari karena saya bersaing dengan angkutan umum yang lebih modern lagi.

-Untuk penghasilan saya sehari-hari sangatlah minim sekali karena sepinya penumpang. Biasanya satu hari saya mendapatkan uang 30ribu, itu hanya cukup untuk makan hari itu saja dan belum termasuk dengan kebutuhan yang lain.

-Menurut saya pemerintah belum optimal melihat keadaan sosial para tukang becak dijaman sekarang.

-Selain pemerintah  belum optimal melihat keadaan sosial para tukang becak dijaman sekarang, pemerintah tidak melindungi kami para tukang becak , malahan becak sudah dilarang beroprasi di sekitaran pinggiran Jakarta karena becak dianggap biang kemacetan di ibukota.

-Tolong pemerintah perhatikan kesejahteraan untuk kami para tukang becak yang hidupnya semakin miskin di jaman yang serba modern.

 

F.    Kesimpulan

Sebagian hidup tukang becak di daerah Rempoa, Tangerang Selatan masih hidup dalam kekurangan. Peran pemerintah disini harus ditegakan lagi untuk kesejahteraan tukang becak. Menurut saya, peran pemerintah sangatlah kurang sekali dalam memperhatikan kesejahteraan kehidupan tukang becak. Faktor yang membelit kehidupan tukang becak tak lepas juga dari era globalisasi dijaman yang semodern ini. Saingan terberat dari kendaraan tradisional becak adalah angkutan umum ibukota. Becak dianggap juga sebagai biang dari kemacetan di ibukota dan becak juga dianggap sebagai pekerjaan yang kurang manusiawi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini