Senin, 12 Mei 2014

aan sujana tugas ke 7 Ekonomi Pedesaan, Dinamika Sumberdaya Alam Dalam Reforma Agrarian Di Indonesia

 
 
Nama               : Aan sujana
Jurusan            :Pengembangan masyarakat islam
Nim                 :1113054000042
Ekonomi Pedesaan, Dinamika Sumberdaya Alam
Dalam
Reforma Agrarian Di Indonesia
 
Persepektif Ekonomi Pedesaan
Petani sebagai subyek ekonomi pertanian. Melihat perekonomian desa dalam arti perilaku. Sehingga titik focus akan lebih kepada subyeknya, yakni para petani. Petani diposisikan pada sebagai subyek sosial dan ekonomi. Melihat bagaimana perilaku petani dalam berekonomi yang kemudian memunculkan kaidah "meminimumkan resiko kerugian maksimum".
            Petani sebagai sosok sosial ekonomi yang sangat berkaitan dengan factor lain yaitu: Negara, tanah, modal, dan pasar. Hubungan kelimanya disederhanakan menjadi tiga unit pelaku yaitu masyarakat (didalamnya termasuk petani, buruh tani, rakyat miskin), Negara (pemerintah yang tengah berkuasa), dan pebisnis (pemilik modal besar) ketiga unit pelaku itu memiliki kepentingan yang sama yakni suberdaya  agrarian (tanah pertanian). Definisi agraria dalam hal ini mengacu pada Undang-undang pokok agrarian no 05 tahun 1960 yang menyebutkan bukan semata-mata tanah, tetapi lebi luas dari itu, karena mencakup  "air, ruangkasa dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya".
            Dari ketiga pihak itu, hubungan antara petani dan tanah sebagai salah satu pokok pembicaraan tanah pertanian (obyek agraria) melebihi pihak yang lain.  Petani dengan tanahnya ibarat dua sisi mata uang. Hubungan berpusat pada manusia individu yg bertanggung jawab atas kemauannya yg bebas tanpa mengetahui mana yg benar dan mana yg salah (eksistensialis) jika kita memakai istilah Undang-undang pokok agrarian –bersifat abadi. Walaupun relasinya (hubungan) sangat erat, petani tetap membutuhkan factor lain yang bisa menstimulasi (mendorong) kesejahteraan. Yaitu pasar.
Pasar sejatinya penghubung tempat menaruh seluruh kepentingan pertanian berintraksi.sehingga dalam kontek pokok embahasan ekonomi pedesaan ada tiga yang harus dimunculkan yaitu: petani plus tanahnya, pasar, dan Negara. Dalam petani terkndung sikap budaya, ekonomi, dan cita-cita kehidupan pada tanah, tertulis symbol budaya, kekuatan, dan kekuasaan secara bergantian adalah sikap-sikap peradaban. Sedangkan dalam pasar terkumpul "kapitalisme".
            Seharusnya posisi petani dan tanahnya  setara.  fakta negasi salah satunya tidak ada, justru saling memperkuat . sederhanaya pasar di jadikan obyek material yang diajdikan  transaksi oleh orang yang mempunyai banyak modal. Saat ini kita menemukan pasar  adalah materi sekaligus memberikan aturan yang melekat ert secara nilai atas "sesuatu". Sehingga kebanyakan petani plus tanahnya bertekuk lutut terhadap aturan pasar. Hal ini seperti apa yang di ulas oleh Wibowo (2005) secara khusus mengupas  karya Karlt Polanyi yang berjudul  The Gret Transformation (1944). Kesimpulanya bahwa sejarah eropa di abad pertengahan yang masih menganut sistem feodalisme (sistem sosial yg mengagung-agungkan jabatan atau pangkat dan bukan mengagung-agungkan prestasi kerja, sistem sosial di Eropa pada Abad Pertengahan yg ditandai oleh kekuasaan yg besar di tangan tuan tanah), ternyata pasar tidak mendominasi kehidupan.kekuasaan atas sebidang tanah oleh para raja kecil telah menyebabkan serupa dengan basis kekuatan militernya. Walaupun belakangan ini terjadi sitem perpindahan hak atas tanah, tetapi tidak di atur dengan sistem jual-beli dalam sebuah pasar.
 
            Pejelasan diatas bahwasanya sitem pasar saat ini nyaris telah merasuki sistem kehidupan dan budaya kita. Siapa yang banayak uang ia yang berkuasa bisa memiliki tanah seluas-luasnya tanpa ada batasan. Priyono (2006) menjelaskan bahwa dalam proyek neoliberalisme (ekonomi pasar bebas, disertai dng usaha menekan campur tangan pemerintah dan konsentrasi kekuasaan swasta terhadap perekonomian) tidak cukup prinsip pasar pada barang/jasa ekonomi, ia juga di terapkan di bidang lain.
 
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini