Senin, 12 Mei 2014

Abidin_Aditya Awaludin_Tugas 7_Peranan Human Capital terhadap Partisipasi Tenaga Kerja, Pendapatan dan Produktivitas

Abidin (1113054000005)

Aditya Awaludin (1113054000020)

 

Peranan Human Capital  terhadap Partisipasi Tenaga Kerja, Pendapatan dan Produktivitas

Studi Kasus Petani Padi di Pedesaan Jawa

 

Pendahuluan

Secara uumum diketahui bahwa usaha tani di pedesaan dicirikan oleh usaha kecil. Hal ini menyiratkan pemahaman bahwa petani akan sulit untuk tetap survive apabila mereka hanya menggantungkan pada usaha tani saja (on farm) sebagai sumber utama pendapatannya. Diperkirakan petani akan mengusahakan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi atau bekerja di luar pertanian (off-farm dan non farm activities) untuk menjamin pendapatannya.

 

Pembahasan

study kasus analisis faktor yang mempengaruhi keputusan tenaga kerja desa untuk bekerja di kegiatan non pertanian

 

Seiring berjalannya waktu, posisi sektor pertanian sebagai basis perekonomian Indonesia mulai tereduksi dan digantikan oleh sektor non pertanian. Sampai dengan tahun 1970an, sektor pertanian masih mendominasi perekonomian Indonesia. Namun, booming harga minyak pada tahun 1980an menyebabkan paradigma pembangunan berubah, dari perekonomian berbasis sektor tradisional ke modern. Proses pembangunan lebih banyak diorientasikan ke sektor modern. Akibatnya, pembangunan sektor pertanian tersendat sehingga kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDB semakin menurun

Menurut teori model analisis pola pembangunan yang dicetuskan oleh Chenery, peranan sektor pertanian secara presentase terhadap pembentukan produk nasional memang akan cenderung menurun (Nuhung, 2007). Fenomena tersebut muncul karena adanya serangkaian perubahan yang saling berkaitan dalam struktur perekonomian, sehingga menyebabkan terjadinya transformasi struktural dari ekonomi tradisional ke sistem ekonomi modern (Todaro, 2006).

Menurut hasil survei yang diperoleh dari study kasus analisis faktor yang mempengaruhi keputusan tenaga kerja desa untuk bekerja di kegiatan non pertanian dapat di ambil kesimpulan bahwa kontribusi pertanian terhadap PDB nasional dari tahun 2003 hingga 2008 semakin menurun. Kontribusi pertanian sebesar 15,24% pada tahun 2003 terus menurun hingga menjadi sebesar 13, 66% Pada tahun 2008. Sebaliknya, kontribusi kegiatan ekonomi non-pertanian cenderung semakin meningkat, kecuali industri pengolahan. Secara keseluruhan, kontribusi kegiatan ekonomi non-pertanian (sekunder dan tersier) mengalami peningkatan dalam pembentukan PDB Indonesia, yakni dari 74,13% pada tahun 2003 menjadi 78,70% pada tahun 2008.

Teori dari Arthur lewis mengatakan bahwa transformasi struktural ekonomi dari sektor tradisional ke sektor modern akan diikuti oleh migrasi struktural tenaga kerja secara massive, dari sektor tradisional ke sektor moderen. Tenaga kerja sektor tradisional bermigrasi karena tertarik akan tawaran tingkat upah sektor modern yang lebih tinggi daripada sektor tradisional.

Dari teori lewis, dapat disimpulkan bahwa sektor pertanian di tahun 2004 cukup besar dan memiliki presentase sebesar 21,07%, sedangkan di tahun 2007 mengalami penurunan hingga 20,03%. Dan di sektor industri pengolahan mendapatkan presentase lebih besar dari pertanian sebesar 31,97. Hal ini menunjukan bahwa sektor pertanian mulai mengalami penurunan produktivitas dan orang-orang lebih memilih sektor industri. pertumbuhan ekonomi yang cepat memberikan peluang bagi rumah tangga di pedesaan Jawa untuk terlibat dalam aktivitas kegiatan ekonomi non-pertanian, seperti jasa dan penjualan (Effendi dan Manning, dalam Alisjahbana, 2007). Peluang inilah yang menjadi cikal bakal dari kegiatan non-pertanian di desa.

 

Dampak Human capital dari sector pertanian

Hasil dari analisis diaatas menunjukan bahwa sector pertanian Indonesia dari tahun 1970 sampai tahun 2007 tidak dalam posisi stabil. Contohnya saja pada tahun 1980, harga minyak sedang booming sehingga menyebabkan paradigma berubah dan perubahan perekonomian dari berbasis sector tradisional ke modern hingga menyebabkan pembangunan dalam sector pertanian tersendat sehingga kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDB semakin menurun. Dalam hal ini sector pertanian sangat berdampak negative karena sejalan dengan teori model analisis pola pembangunan yang dicetuskan oleh Chenery. Hal tersebut muncul karena adanya serangkaian perubahan yang saling berkaitan dalam struktur perekonomian, sehingga menyebabkan terjadinya transformasi struktural dari ekonomi tradisional ke sistem ekonomi modern.

 Namun, pada tahun 2004 sektor pertanian cukup besar dan memiliki presentase sebesar 21,07%. Pada tahun ini sector pertanian meningkat cukup besar dikarenakan adanya transformasi struktural ekonomi dari sektor tradisional ke sektor modern akan diikuti oleh migrasi struktural tenaga kerja secara massive, dari sektor tradisional ke sektor moderen. Penyebab meningkatnya di sector pertanian ini juga sama dengan teory Lewis.

 

 

Kesimpulan

Dari beberapa penilitian diatas kami menganalisis bahwa penulis menggunakan Teori Durkhaeim yang dimana subjeknya merupakan kelompok, metedologi yang digunakan adalah observasi dan output yang digunakan dalam penelitian berupa narasi.

Subjeknya yaitu pengelompokan dari tahun ke tahun dari hasil sector pertanian yang tidak stabil yang disebabkan oleh beberapa factor-faktor yang secara garis besar adalah penentu naik dan turunya penghasilan dari sector petani.

Metodologi, melalui hasil survey yang telah dilakukan dan  melihat langsung dengan terjun kedesanya .

Output, output disini berdasarkan narasi yaitu dimana peneliti ini menceritakan keadaan  lahan dalam sector pertanian dari tahun 1970 sampai 2007.




Sumber : undip.ac.id/haris_prabowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini