Senin, 12 Mei 2014

Lutio Adnan & Dimas Pratio _Tugas ke-7_Menganalisis Perpindahan Penduduk Dari Desa Ke Kota_pmi2

Menganalisis Perpindahan Penduduk Dari Desa Ke Kota
Studi Kasus Urbanisasi
Pendahuluan
 Penduduk adalah orang-orang yang tinggal menetap pada suatu daerah tertentu. Penduduk Indonesia adalah semua orang yang tinggal dan menetap di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Mereka terdiri dari warga Negara asli atau pribumi dan warga Negara asing yang menetap di Indonesia dan mengubah status kewarganegaraannya menjadi warga Negara Indonesia. Pemerintah mengadakan sensus penduduk setiap 10 tahun sekali. Tujuannya untuk mengetahui jumlah penduduk, tingkat pertambahan penduduk serta mengetahui persebaran penduduk. Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 1990, Indonesia menduduki urutan keempat Negara dengan penduduk terbanyak di dunia.
Pembahasan
Study Kasus: Analisis alasan pemuda didesa berpindah dari desa ke kota
            Maraknya pembangunan di kota-kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagai dampaknya, kota-kota tersebut akan menjadi magnet bagi penduduk untuk berdatangan mencari pekerjaan dan bertempat tinggal. Hal ini sering disebut dengan urbanisasi. Namun urbanisasi ini menimbulkan berbagai macam masalah karena tidak ada pengendalian di dalamnya. Masalah ini yang dihadapi Negara Indonesia saat ini yaitu pertumbuhan konsentrasi penduduk yang tinggi. Lebih buruk lagi, hal ini tidak diikuti dengan kecepatan yang sebanding dengan perkembangan industrialisasi. Masalah ini akhirnya menimbulkan fenomena yaitu urbanisasi berlebih.
            Disisi lain pemerintah terus menggenjot agar penduduk desa tidak berpindah ke kota dan membikin desa menjadi berkembang dengan membikin undang undang desa.  Khususnya dipulau jawa merupakan salah satu pulau besar di Indonesia, di samping Kalimantan, papua, Sumatra dan Sulawesi. Jawa memiliki peranan yang sangat penting bagi Negara Indonesia karena di pulau ini terdapat ibu kota Negara Indonesia yaitu Jakarta.  Laju transmigrasi dari desa-desa ke Jakarta dan beberapa kota-kota besar lainnya di Indonesia semakin tahun semakin meningkat.
Alasan penduduk desa ke kota
Keinginan penduduk desa untuk pindah ke kota disesabkan oleh beberapa faktor, kami mengambil contoh yaitu:
1.       Ketersediaan lapangan kerja di kota lebih banyak daripada di desa. Banyak perusahaan-perusahaan, pabrik, serta  industri  di bangun dan tersebar di perkotaan. Hal ini berbanding terbalik dengan di daerah pedesaan. Sehingga tidak sedikit yang tergiur untuk mengadu nasib di kota dibandingkan di desa walaupun  tanpa memiliki keahlian apa-apa dan hanya bermodal nekat.
2.       Pembangunan yang tidak merata. Semua hasil pertambangan dan pengolahan sumber daya hanya di alokasikan sepersekian persen untuk daerah penghasil  dari hasil yang didapatkan dan selebihnya di bawa untuk membangun infrastruktur dan  kemajuan daerah perkotaan.
3.   Ilmu yang diperoleh di bangku sekolah dan kuliah lebih bisa tersalurkan di daerah perkotaan dibandingkan di daerah pedesaan  dikarenakan materi serta teori-teori yang diajarkan di sekolah-sekolah dan bangku kuliah kurang aplikatif jika diterapkan di daerah pedesaan dan lebih mengarah untuk diterapkan di daerah industry atau perkotaan di mana perusahaan-perusahaan serta industry dan instansi penting pemerintah berada. 
Dampak Perpindahan Penduduk Desa Ke Kota
Ada Sebab ada akibat begitupun penduduk desa ke kota atau Urbanisasi, berikut kami sebutkan dampak urbanisasi baik itu ke desa maupun ke kota.
1.      Kepadatan penduduk melebihi daya tamping kota
2.      Permasalahan pemukiman (pemukiman dikota kumuh)
3.      Permasalahan dalam bidang kesehatan
4.      Pencemaran lingkungan
5.      Meningkatnya pengangguran
Tidak semua masyarakat desa yang berurbanisasi mencapai impiannya, bahkan lebih banyak di antara mereka yang kurang berhasil mengubah nasib. Keadaan ini menyebabkan kekecewaan dan pengangguran tersebar di mana-mana. Banyak di antara mereka yang akhirnya menjadi pengemis dan tunawisma. Terkadang karena terdesak faktor ekonomi, banyak di antara mereka yang memilih jalan pintas melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum sehingga tingkat kriminalitas meningkat. 
Kesimpulan
Dari data diatas ini kami menggunakan teori Teori Durkhaeim yang dimana subjeknya merupakan kelompok yakni penduduk desa, metedologi yang digunakan adalah observasi dan output yang digunakan dalam penelitian berupa narasi.Subjeknya yaitu pengelompokan tentang masalah urbanisasi Metodologi observasi, Melihat ke beberapa tempat dikampung kampung desa dan melalui survey yang telah dilakukanOutput, kami menggunakan output berupa narasi yaitu kami peneliti memilih survey kelapangan dengan membuat narasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini