Senin, 12 November 2012

Rista Dwi Septiani_Lap2_Restoran Khas Sunda

Wawancara Institusi Bisnis

Narasumber : Hairul Saleh (Pemilik), dan beberapa konsumen

 

Institusi Bisnis Restoran Khas Sunda

Rista Dwi Septiani (1112051100011)

Jurnalistik 1A

 

I. Latar Belakang

            Di dalam institusi bisnis terdapat berbagai macam bidang, namun kali ini saya memilih objek penelitian institusi bisnis dalam bidang pangan. Alasannya adalah karena saat ini banyak terjadi persaingan bisnis dalam bidang pangan. Bahkan untuk satu tipe makanan saja sudah ada beberapa pembisnis yang saling bersaing untuk meyakinkan konsumen bahwa makanan mikilnya lah yang terbaik. Dan dengan alasan lainnya, seperti bagaimana cara untuk bertahan diantara berbagai macam kendala yang terjadi.

            Restoran Khas Sunda merupakan salah satu restoran diantara banyak restoran yang menyediakan berbagai macam makanan dari Sunda. Restoran Khas Sunda ini pula juga memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri sama seperti restoran lain pada umumnya.

 

II. Pertanyaan Pokok Penelitian

       1. Kapan didirikannya Restoran Khas Sunda ini?

            Bisnis Restoran Khas Sunda ini didirikan sekitar tahun 2009. Bisnis ini didirikan oleh Hairul Saleh dan ayahnya. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya restoran ini berdiri atas ajakan ayahnya.

       2. Apa yang melatarbelakangi didirikannya Restoran Khas Sunda ini?

            Latar belakang didirikannya Restoran Khas Sunda ini adalah karena ayahnya seorang wiraswasta sehingga beliau mengajarkannya untuk mendirikan usaha, untuk menyambung hidup dengan kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan orang tua dan untuk usaha pribadi. Sebenarnya tujuan utamanya hanya untuk mengajarkan bagaimana menjadi seseorang yang mandiri.

 

III. Pertanyaan Tambahan Penelitian

       1. Bagaimana dengan peningkatan ekonominya?

            Selama ini peningkatan ekonomi di Restoran Khas Sunda terbilang stabil, bahkan meningkat dan tidak pernah menurun. Malah untuk tahun ini perekonomiannya sangat meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

       2. Fasilitas apa saja yang sudah diberikan kepada konsumen?

            Fasilitas yang sudah diberikan di Restoran Khas Sunda kepada konsumen itu seperti layaknya restoran-restoran lainnya. Dari segi pelayanannya, seperti pada restoran pada umumnya. Namun restoran ini sengaja dibuat senyaman mungkin dengan tempatnya yang lesehan agar konsumen bisa lebih santai dalam menyantap makanan yang telah disediakan. Disini juga ada wi-fi untuk konsumen yang suka dalam browsing internet.

       3. Apa kiat-kiat menjadi pembisnis yang baik?

            Kiat-kiat menjadi pembisnis yang baik itu harus memiliki niat yang kuat, berani untuk terjatuh, berani mengambil resiko, dan harus ulet. Kalau misalnya sudah bangkrut, harus tetap maju, jangan menyerah, dan mulai lagi dari nol. Karena tidak selamanya akan berada diatas, ada kalanya juga berada dibawah. Justru itu karena adanya niat yang kuat, bisa maju dan menjadi pembisnis yang baik.

       4. Apa keuntungan dan kerugian menjadi pembisnis?

            Keuntungan menjadi pembisnis itu sendiri adalah selain bisa menghidupi diri sendiri, juga bisa jadi lebih bersyukur karena bisa banyak beramal kepada orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan. Dan kerugian menjadi pembisnis itu sendiri adalah ketika belum bisa memanfaatkan keadaan dengan sebaik-baiknya.

       5. Apa kendala yang dihadapi selama mendirikan Restoran Khas Sunda ini?

            Kendalanya yang dihadapi adalah pada saat ayah dari pemilik Restoran Khas Sunda sudah meninggal. Pada saat itu pengelolaan restoran menjadi kacau dan tidak teratur, tapi beberapa bulan kemudian sudah bisa teratasi dengan baik. Kendalanya juga datang dari tempat, karena tempat restoran itu hanya menyewa jadi selama ini masih harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar sewa tersebut.  Dan kenapa sampai tempat yang digunakan masih menyewa, itu karena pemilik tempat tersebut tidak mau menjualnya kepada orang lain.

 

IV. Metode Penelitian

       Kualitatif : Dalam penelitian ini saya menggunakan metode kualitatif kerena bersifat obyektif. Dan lebih banyak mengambil informasi melalui wawancara yang mendalam.

       Waktu : 09 November 2012, Jam 16:00-18:00

       Tempat : JL. Rawa Bahagia, Pondok Kopi, Jakarta Timur

 

V. Gambaran Tokoh

            Hairul Saleh sebagai pemilik utama Restoran Khas Sunda. Ia  juga bertindak sebagai narasumber yang telah bersedia diwawancarai dan memberikan berbagai informasi tentang bisnis yang telah didirikannya.

 

VI. Analisis

            Selama 3 tahun berdiri kemajuan dari Restoran Khas Sunda terbilang sangat cepat. Dengan mengandalkan aspek kejujuran dan kepercayaan dalam berbisnis, Restoran Khas Sunda sudah mulai mencapai kesuksesannya. Berawal dari usaha kecil-kecilan, namun kini menjadi sebuah restoran yang banyak dikenal orang. Konsumen yang datang pun merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut. Dari data yang berhasil didapat, di Restoran Khas Sunda ada sekitar 12 orang karyawan yang telah dipekerjakan. Walaupun tanpa pengawasan dari pemilik restoran tersebut, nyatanya Restoran Khas Sunda masih tetap berdiri dengan kemajuan perekonomiannya yang cukup baik. Dan dari segi fasilitas pun, Restoran Khas Sunda sudah bisa dikatakan layak.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini