PENGUMUMAN PENTING PERKULIAHAN


Sistem Perkuliahan semester genap sekarang berbasis proyek. Silahkan semua mahasiswa memikirkan proyek apa yang akan dilaksanakan pada semester ini. Wujudkan dalam bentuk proposal.

Setiap proposal harus memiliki:
1. Permasalahan yang akan dibahas
2. Kegiatan yang akan dilaksanakan
3. Manfaat bagi yang diteliti, atau peneliti sendiri.
Gunakan teori yang sesuai dengan kebutuhan kajian.

Salam
Tantan Hermansah

Senin, 17 September 2012

pengertian sosiologi & mengenai Auguste Comte

NICKY FRANIDA NUGRAHANI
KPI/1D
1112051000107

Pendahuluan
 
·         Latar Belakang
            Makalah ini dibuat berdasarkan buku Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar sosiologi. Jakarta:lembaga penerbit universitas indonesia dan buku Maryati dan Suryawati. 2007. Sosiologi. Jakarta:Erlangga sebagai sumber utama rujukan dan pembahasan. Makalah ini membahas mengenai pengertian sosiologi, serta membahas orang-orang yang berperan didalam ilmu sosiologi.
 
·         Rumusan masalah
            Apakah sosiologi itu?
            Metode apa yang dicetuskan oleh Auguste Comte mengenai sosiologi?
 
·         Tujuan
            Mengkaji pengertian sosiologi.
            Mengkaji metode yang dicetuskan oleh auguste comte mengenai sosiologi.

 

Pengertian sosiologi

            Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
            Masyarakat adalah sekelompok individu yang saling mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok-kelompok didalam masyarakat.[1]

            Sedangkan pengertian sosiologi menurut sumber buku Maryati dan Suryawati. 2007.  Sosiologi. Jakarta:Erlangga ialah mengkaji drama kehidupan sosial manusia terutama tentang rtindakan-tindakan manusia baik tindakan individual, tindakan kelompok tindakan lazim dan tindakan tidak lazim. Namun kesimpulannya ialah sebuah studi yang sistematis mengenai:
·         Perilaku sosial dan individu
·         Cara kerja kelompok-kelompok sosial, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat
·         Pengaruh dari kelompok, organisasi, kebudayaan dan masyarakat terhadap perilaku individu dan kelompok.
 
 
Auguste Comte (1798-1857)
            Auguste comte sering disebut-sebut sebagai bapak dalam sosiologi, karena perannya yang begitu banyak didalam ilmu sosiologi. Salah satu peran Auguste Comte  ialah nama "sosiologi" yang merupakan hasil penciptaannya. Kata ini merupakan suatu gabungan kata Romawi Socius dan kata Yunani logos.
            Peran penting Auguste Comte yang lainnya ialah pemikirannya yang dikeluarkan dalam buku "Course De Philosophie Positive". Didalam buku ini Comte mengemukakan pandangannya mengenai "hukum kemajuan manusia" atau "hukum tiga jenjang". Menurut pandangan ini, sejarah manusia akan melalui tiga jenjang yang mendaki, yaitu:
  • ·         Jenjang teologi
                pada jenjang ini manusia akan mencoba membahas mengenai gejala disekitarnya dengan hal-hal yang bersifat adikodrati.
  • ·         Jenjang metafisika
                pada jenjang ini manusia akan berpacu pada kekuatan metafisik/abstrak.
  • ·         Dan Jenjang positif
                Pada jenjang ini manusia akan membahas mengenai gejala alam maupun sosial dengan acuan pada deskripsi ilmiah/hukum ilmiah.
 
            Karena memperkenalkan metode positif ini, maka Auguste Comte dianggap sebagai perintis positivisme. ciri metode ini ialah objek yang dikaji harus berupa fakta dan kajian harus bermanfaat serta mengarah kepada kepastian dan kecermatan. sarana yang dapat digunakan untuk melakukan kajian ini ialah:
  • ·         Pengamatan
  • ·         Perbandingan
  • ·         Eksperimen
  • ·         Metode historis
 
            Auguste Comte berpendapat bahwa, sosiologi harus menggunakan metode positif karena ilmu sosiologi merupakan ilmu yang sama ilmiahnya dengan ilmu pengetahuan alam yang mendahuluinya. Dan apabila suatu kajian kegiatan sosiologi tidak menggunakan metode pengamatan, perbandingan, eksperimen ataupun historis maka kajian itu bukanlah kajian ilmiah, melainkan hanya kajian renungan atau khayalan.
 
            Suatu pandangan menarik lain dari Auguste Comte ialah, sosiologi merupakan "Ratu ilmu-ilmu sosial'. Dia berpendapat bahwa ilmu sosiologi berada pada kedudukan teratas dibandingkan ilmu astronomi, fisika, kimia, biologidan ilmi-ilmu lain.
 
            Peran lain yang diberikan Auguste comte ialah, pembagian sosiologi kedalam dua pembagaian besar. Dan Comte menyatakan bahwa statika sosial dengan dinamika sosial dapat disamakan hubungannya dengan anatomi dan fisiologi. Adapun penjelasan mengenai dua pembagian besar menurut Auguste Comte ialah:
·         Statika sosial/ social statics
Yaitu kajian mengenai tatanan sosial. Kajian ini mewakili stabilitas.
·         Dinamika sosial/ social dynamics
Yaitu kajian mengenai kemajuan dan perubahan sosial.

Daftar pustaka

Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar sosiologi. Jakarta:lembaga penerbit universitas indonesia.
Maryati dan Suryawati. 2007. Sosiologi. Jakarta:Erlangga