Senin, 13 Oktober 2014

Arianne Sarah_PMI 5_Tugas Demografi dan Kesehatan Lingkungan

PROPOSAL DEMOGRAFI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

                                             OLEH: ARIANNE SARAH

1112054000014

 

A.      Latar Belakang

Fertilitas atau kelahiran saat ini mengalami peningkatan, maka pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi. Akibatnya bagi suatu negara berkembang akan menunjukan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan penduduknya. Jika hal ini terus meningkat maka akan berdampak kepada investasi SDM yang semakin menurun, dan jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik misalnya fasilitas kesehatan ketimbang aspek intelektual.

Program KB merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang telah dimulai sejak awal tahun 1970-an. Tujuan utama program KB ada dua macam yaitu demografis dan non-demografis. Tujuan demografis KB adalah terjadinya penurunan fertilitas dan terbentuknya pola budaya small family size, sedangkan tujuan non-demografis adalah meningkatkan kesejahteraan penduduk yang merata dan berkeadilan.[1]

Pemakaian kontrasepsi merupakan salah satu dari sekian banyak variabel yang secara langsung berpengaruh terhadap tingkat fertilitas. Sasaran pemakaian kontrasepsi juga lebih difokuskan pada pasangan usia subur muda (usia di bawah 30 tahun) dengan paritas rendah yaitu jumlah anak paling banyak dua orang. Dengan meningkatnya pemakaian kontrasepsi yang efektif dan mempunyai daya lindung yang tinggi bagi pasangan usia subur muda paritas rendah diharapkan kontribusi pemakaian kontrasepsi terhadap penurunan angka kelahiran di Indonesia juga akan menjadi semakin besar.

B.      Teori Kependudukan Menurut Malthus dan Neo-Malthusian

1.       Teori Malthus

Dalam hal ini, Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu, Bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia dan Nafsu manusia tak dapat ditahan. Dengan kata lain, pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup.

Argumentasi yang dikemukakan Malthus, bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung). Ia juga menambahkan faktor-faktor pencegah yang dapat mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan antara penduduk dan manusia yaitu dengan jalan Preventive checks yaitu faktor-faktor yang dapat menghambat jumlah kelahiran yang lazimnya dinamakan moral restraint. Termasuk didalamnya antara lain adalah Penundaan masa perkawinan, Mengendalikan hawa nafsu dan Pantangan kawin, dan Positive checks, yaitu pengurangan penduduk melalui kematian, yaitu dengan vice (kejahatan) dan misery (kemelaratan).

Malthus mengatakan bahwa Positive checks dapat menurunkan kelahiran pada negara-negara yang belum maju Yaitu Negara berkembang.

2.       Golongan Neo-Malthusian

Golongan Neo-Malthusian adalah pengikut teori Malthus. Para pengikut teori Maltuhus menganggap benar dan berlaku sepanjang masa meskipun ada beberapa tambahan/revisi. Pengikut Malthus beranggapan bahwa untuk mencapai tujuan hanya dengan moral restraint (berpuasa, menunda – perkawinan) adalah tidak mungkin. Mereka berpendapat bahwa untuk mencegah laju cepatnya peningkatan cacah jiwa penduduk harus dengan methode birth control dengan menggunakan alat kontrasepsi.

C.       Metode

Metodologi penelitian adalah teknik atau cara dalam pengumpulan data atau bukti yang dalam hal ini perencanaan tindakan yang dilaksanakan serta langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran penelitian. Dalam kasus yang di teliti ini pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskritif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

Penelitian Kualitatif yang saya gunakan bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Penelitian ini menitikberatkan pada penggunaan teknik berupa wawancara yang dilakukan peneliti dengan pihak yang bersangkutan. Metode Kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan. Pertama, Metode Kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dan responden.



[1] Lembaga Demografi FAkultas Ekonomi Universitas Indonesia, Dasar-Dasar Demografi, (Jakarta: 2004). Hal. 164 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini