Senin, 13 Oktober 2014

UTS-Etika dan Filsafat Komunikasi-Puji Indah Lestari-KPI 5D

Nama   : Puji Indah Lestari
NIM    : 1112051000098
Kelas   : KPI 5D
 
Arisan Yasinan Anggota Majelis ta'lim Nurul Huda
 
I.         Latar Belakang
Dizaman seperti sekarang ini, ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk bisa bersilaturahmi dan bertatap langsung dengan teman-teman. Salah satunya adalah dengan cara arisan. Arisan sendiri adalah suatu kegiatan mengumpulkan uang yang dilakukan oleh beberapa orang dalam sebuah kelompok dengan nominal tertentu pada tiap-tiap periode. Setelah uang terkumpul, salah satu dari anggota kelompok akan keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang biasanya dilakukan dengan jalan pengundian.
Di Indonesia, dalam budaya arisan, setiap kali salah satu anggota memenangkan uang pada pengundian, pemenang tersebut memiliki kewajiban untuk menggelar pertemuan pada periode berikutnya arisan akan diadakan. Arisan beroperasi di luar ekonomi formal sebagai sistem lain untuk menyimpan uang, namun kegiatan ini juga dimaksudkan untuk kegiatan pertemuan yang memiliki unsur "paksa" karena anggota diharuskan membayar dan datang setiap kali undian akan dilaksanakan.
            Dalam suatu arisan, biasanya ada kegiatan tambahan lainnya yang dilakukan untuk melengkapi arisan. Salah satunya adalah kegiatan mengaji bersama-sama membacakan surat Yasin, yang sering disebut dengan Yasinan. Bagi umat muslim membaca Yasin atau surat lain dalam Al-quran tentu dapat membawa si pembaca pada kebaikan yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. Sesungguhnya membaca Al Qur'an termasuk ibadah, ibadah itu akan diterima oleh Allah dan berpahala jika memenuhi dua persyaratan, yaitu : ikhlas karena Allah dan mengikuti tata cara yang dicontohkan oleh Rasulullah. Sesungguhnya membaca al-Qur'an itu sangat banyak fadhilahnya, diantaranya:
1. Al-Qur'an akan dapat memberikan syafa'at kepada pembacanya pada hari kiamat, sebagaimana hadits Rasul dari Abu Hurairah ra, Rasulullah yang artinya :"Bacalah al-Qur'an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemohon syafa'at bagi ashabul qur'an (orang yang membaca dan mengamalkannya)."
2. Membaca al-Qur'an akan mendapatkan pahala yang besar
Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, "Rasulullah n bersabda, "Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur'an), maka dia akan mendapatkan satu kebaikan darinya. Dan satu kebaikan itu (dibalas) sepuluh lipatannya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf"
            Menurut apa yang sudah dijelaskan di atas, kali ini saya akan membahas tentang arisan yasinan yang dilakukan oleh sebagian besar anggota majelis ta'lim Nurul Huda. Majelis ta'lim Nurul Huda terletak di Kp. Kademangan Rt 02 Rw 03 Kec. Setu - Tangerang Selatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anggota Majelis ta'lim Nurul Huda ini adalah arisan Yasinan yang rutin dilakukan setiap malam Jum'at, ba'da maghrib secara bergiliran. Arisan Yasinan ini baru berjalan sekitar 2 bulan. Menurut penuturan salah seorang narasumber yang merupakan anggota majelis ta'lim Nurul Huda ini, alasan acara tersebut dilakukan adalah untuk mempererat silaturahmi dan agar anggota majelis ta'lim Nurul Huda bisa bersosialisasi dengan baik dengan sesama anggota lainnya, serta untuk beribadah kepada Allah dengan membaca surat Yasin bersama-sama.
Namun pada kenyataannya, ada beberapa orang yang datang tujuan utamanya adalah bukan untuk bersilaturahmi ataupun beribadah, melainkan untuk memantau jalannya proses pengundian arisan tersebut. Hal ini terlihat jelas dari adanya beberapa orang yang baru datang saat pengundian arisan dimulai.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam acara ini adalah:
1.      Pembukaan
2.      Pembacaan surat Yasin bersama-sama
3.      Pengundian arisan.
Biaya atau uang arisan yang dibebankan kepada setiap anggotanya sebesar Rp. 20.000,- dengan jumlah anggota arisan sebanyak 45 orang. Maka, dari satu kali pengundian arisan disetiap minggunya, bisa menghasilkan uang sebesar Rp. 900.000,-.
 
Dalam hal ini yang ingin saya ketahui adalah baik atau tidaknya kegiatan ini dilakukan dalam konteks etika yang menerapkan baik buruknya suatu tindakan yang dilakukan.
 
II.      Tinjauan Teori
Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Mempelajari etika bertujuan untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Dalam masalah ini, saya menggunakan teori Utilitarianisme. Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya, John Stuart Mill. Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak.
Paham utilitarianisme dapat diringkas sebagai berikut :
  1. Tindakan harus dinilai benar atau salah hanya dari konsekuensinya (akibat, tujuan atau hasilnya).
  2. Dalam mengukur akibat dari suatu tindakan, satu-satunya parameter yang penting adalah jumlah kebahagiaan atau jumlah ketidakbahagiaan.
  3. Kesejahteraan setiap orang sama pentingnya.
Dalam masalah ini, teori Utilitarianisme saya gunakan untuk mengetahui apakah kegiatan yang dilakukan membawa faedah atau tidak.
 
 
III.   Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam kasus ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretative karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan di lapangan.
Metode penelitian kualitatif sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
            Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara tringulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
            Sedangnkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam masyarakat.
 
 Teknik Pengumpulan Data
            Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Kali ini teknik pengumpulan data yang saya gunakan adalah dengan teknik wawancara.  Dalam hal ini saya mewawancarai beberapa narasumber yang tergabung dalam anggota majelis ta'lim Nurul Huda, slaha satunya adalah ibu Asminah. Dari hasil wawancara saya mendapatkan informasi tentang rangkaian legiatan yang dilakukan saat acara arisan Yasinan berlangsung, informasi tentang berapa biaya yang dibebankan kepada setiap anggota, informasi tentang banyaknya anggota dan masih banyk lagi.
 
 
SUMBER:
http://www.informasi-pendidikan.com/2013/08/penelitian-deskriptif-kualitatif.html
Sudarsono. Ilmu Filsafat: Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 1993
Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2013
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini