Senin, 13 Oktober 2014

Tugas 4_Proposal Penelitian Demografi & Kesehatan Lingkungan_PMI 5

Oleh : Ayu Triana

1112054000011_PMI 5

                                              Proposal Demografi dan Kesehatan Lingkungan

A.      Judul Penelitian

"Pengaruh Kebijakan-Kebijakan Program RS. UIN Syahid terhadap Pelayanan Kesehatan"

A.      Latar Belakang

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan hidup yang sangat penting dalam  menunjang aktifitas sehari-hari. Manusia melakukan berbagai upaya demi mewujudkan hidup yang sehat. Pasal 47 Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kegiatan.[1]

Pelayanan kesehatan untuk masyarakat merupakan kebutuhan vital, dengan sehatlah kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Rumah sakit sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan, terkadang sulit dijangkau oleh sebagian besar orang. Karena tidak tahu saat ini biaya pengobatan cukup mahal. Terlebih bagi daerah baru dipinggiran ibu kota, pelayanan tersebut belum diberikan secara maksimum.

Biasannya bagi masyarakat kecil, lebih memilih puskesmas sebagai tempat berobat. Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Kesulitan akses kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman. Seperti, lokasinya jauh, jumlah tenaga kesehatan terbatas, obat dan fasilitasnya masih terbatas, serta kualitasnya pun masih rendah. Padahal di dalam Islam pun kita diharuskan ikhtiar.[2]

B.      Landasan Teori

Pendekatan Marxis, para peneliti dalam tradisi materialis dan Marxis memproduksi salah satu pendekatan sosiologis yang paling kuat dalam hal produksi penyakit dan pola sosial distribusinya. Pendekatan ini menekankan pentingnya peranan kepentingan ekonomi baik dalam memproduksi penyakit maupun dalm hal membentuk cara menghadapi penyakit itu. Marxiz berpendapat bahwa kedokteran fungsi kunci dalam masyarakat kapitalis, kedokteran menyalahkan penderita penyakit tersebut karena kondisi mereka sendiri yang disebabkan oleh upaya keras kapitalis untuk meraih keuntungan.

Selanjutnya, cara terbaik untuk menanggulangi penyakit itu sendiri adalah aspek masyarakat kapitalis. Profesi medis bertindak sebagai agen kontrol sosial kelas pekerja, mengindividualkan dan mendepolitisasi penyakit, dan mengendalikan akses ke sertifikat sakit. "penyesuaian-penyesuaian" teknis berbiaya tinggi dijalankan, yang tidak menyembuhkan pasien melainkan menghasilkan keuntungan besar. Kedokteran dalam masyarakat kapitalis mencerminkan karakteristik kapitalisme; berorientasi keuntungan, menyalahkan penderita (korban), dan memproduksi struktur kelas dalam konteks orang-orang yang menjadi dokter (pada umumnya laki-laki, terdidik dengan baik, kalangan kelas menengah –atas), atau perawat (umumnya wanita dari kalangan kelas menengah-bawah). Akses ke pelayanan kesehatan juga mencerminkan ketidaksetaraan kelas.[3]

C.      Metodologi Penelitian

Metode penelitian yang akan saya gunakan adalah metode penelitian kualitatif yakni wawancara dan observasi.

a.       Wawancara

Mengumpulkan data dengan mewawancara narasumber yang mengenai sikap dan kelakuan , pengalaman. Mengumpulkan data mengenai pelayanan kesehatan terhadap kebijakan RS tersebut.

b.      Observasi

Ialah pengamatan dan pencatatan dengan sistematik terhadap fenomena-fenomena yang sedang diteliti.



[1]  Nourma Yunita Padmasari. Perlindungan Hukum Pasien Dalam Perjanjian Terapeutik Pada RSIA Sakina Idaman Yogyakarta.2011. Skripsi: UII

[2] Azrul Azwar, Pengantar Administrasi Kesehatan, Jakarta: Binarupa Aksara, 1996, hal 119

[3] Kevin White, Pengantar Sosiologi Kesehatan dan Penyakit, Jakarta: Rajawali Pers, 2011, hal 10-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini